
Part 137
Jangan lupa My Readers like, Vote dengan Comment yah.🙏🙏🥰🥰
Love Love You All.❤️❤️🥰🥰🙏🙏
Tak jauh beda yang di rasakan Ayuni, sesampai di rumah kakeknya, dia mengunci diri. Di kamar dia terus menangis.
"Huhuhu...huhu...Abaaang....Huhuhu..
Maafkan Ayuni Abang, telah menyakiti hati Abang...Huhuhu....Abang Andre, pasti sangat sedih...Maafkan...Ayuni...Abaaang"
Ayuni terus menangis.
Sedangkan Papa dan Mamanya, sedang di ruang tamu bersama kakek. Mama Andarani pun, terus menangis.
"Papa aku ingin pergi melihat Andre pa...dan menghiburnya. Anakku...itu...pasti...sangat sedih Papa...Huhuhu...huhu...Aku...sungguh
sangat mengkhawatirkan nya....., Andre
sayaaang...Huhuhu...huhu...Maafkan ibu...nak.
Papa hanya bisa terus merangkul istrinya dan mengelus bahunya. Papa pun menitikkan air mata.
Kakek pun, sangat sedih dan juga menitikkan air mata. Dia sungguh telah menganggap Andre Cucu kesayangannya juga.
Mama Andarani, mengangkat kepalanya, yang bersandar di bahu suaminya, dan berjalan ke kamar Ayuni yang terkunci dari dalam.
Kakek dan Papa segera mengikutinya.
Mama menggedor pintu Ayuni keras.
"Tok..tok..tok..tok..tok...Ayuni...Buka.. Mama
mau bicara...Kamu..harus...menikah dengan Andre....Aku ingin anak mama tetap bersama Mama..
Apa..kurangnya...Abang mu...? dia sangat mencintaimu...dan sangat menyayangimu..
Ayuni...Buka...Huhuhu..huhu
Ayuni...Jika terjadi sesuatu dengan Abangmu.
Mama tidak akan memaafkan mu...
Kasian....Huhuhu...huhu....kasian..
Abang mu...Ayuni...Huhuhu...huhu...
Buka Ayuni...."
__ADS_1
Mama duduk bersimpuh di lantai dan menangis.
Pintu terbuka. Ayuni keluar pintu, dan duduk bersimpuh di depan Mamanya. Dan menangis tersedu- sedu.
"Huhuhu...huhu...Mama..berikan waktu Ayuni
memikirkannya Mama. Huhuhu..huhu...Ayuni
juga sangat khawatir pada Abang...Tapi Ayuni
sangat Shock dengan ini Mama.
Tolong Mama beri waktu Ayuni...Huhuhu...huhu..."
Ayuni terus menangis
Kedua wanita itupun berpelukan, Papa dan kakek pun menangis dan tidak tahu mana yang mereka akan bela. Sungguh mereka menyayangi keduanya. Ayuni dan Andre.
Satu hari berlalu, dua hari berlalu, tiga hari berlalu.dan seminggu pun berlalu, keluarga Ayuni, sibuk dengan kesedihan mereka. Mama Andarani mencoba hubungi Andre, tapi Ponselnya tidak aktif.
Mama Andarani menghubungi Park She Hyo, dan Park She Hyo, menjelaskan sambil menangis kalau anaknya, sedang di rumah kontrakan Ayahnya dulu, menenangkan dirinya dan ada Jeoung Hyuk yang selalu menemaninya. Anaknya sangat terpukul.
Kedua wanita inipun menangis tersedu - sedu.
"Ada saya kirimkan rekaman anakku...yang sangat terpukul, karna penolakan Ayuni kita.
Huhuhu...huhu...aku sangat sakit sekali melihat Anak kita. Dan kita tidak bisa berbuat apa - apa untuk menolongnya.
Huhuhu......huhu......huhu...
Aku bingung sekali. Huhuhu..huhu..."
Kata Park She Hyo, Menangis.
"Huhuhu...huhu....huhu....Aku...selalu membujuk Ayuni....Huhuhu...huhu...Tapi dia mengatakan meminta waktu untuk memikirkannya.
Huhuhu....huhu...aku merindukan memeluk anakku...Mengapa dia menghukum kita seperti ini.? She..
aku sangat merindukan dan ingin memeluk anakku...Huhuhu...huhu..."
Kata Mama Andarani tersedu - sedu.
"Huhuhu...huhu...Rani..akupun...ingin sekali memeluk anak kita, aku sangat merindukannya Rani, mengapa dia menghukum kita, seperti ini. Huhuhu..huhu."
Tampa mereka ketahui, Ayuni melihat dan mendengar percakapan dua ibu yang terluka Karna ulahnya.
Mamanya meload speaker ponselnya. tangisan dan ratapan Ibu kandung Andre pun, terdengar begitu menyayat hati, begitupun tangisan Mamanya.
Air matanya, mengalir begitu derasnya.
__ADS_1
"Apa..yang..aku lakukan.? Huhuhu..huhu...Aku menyakiti semua orang.
Huhuhu...huhu...Maafkan Ayuni Abang... Seharusnya Ayuni bisa belajar mencintai Abang....
Akupun sangat menyayangi Abang."
Ayuni berjalan mendekati Mamanya dan duduk menangis.
"Maafkan Ayuni Mama...Huhuhu...huhu..."
Mama Andarani, tersentak tidak menyangka Ayuni sudah ada di belakangnya. Diapun meletakkan ponselnya, lupa memutuskan percakapannya dengan Ibu Andre.,
Park She Hyo, mendengarnya, memasang telinganya.
Mama menatap Ayuni, dengan tatapan dingin, membuat Ayuni makin menangis.
"Huhuhu..huhu..Ayuni..akan menuruti Mama,
Ayuni....."
Berdiam sejenak, dan berkata dengan lirih.
"Mama....aku....akan...menikah dengan Abang Andre..."
Jleb
Jleb
Mama Andarani tersentak. Rasa haru, bahagia bersatu di dalam hatinya, dia seolah bermimpi indah dan dia menatap Ayuni, dia melihat ada kebenaran di manik mata Ayuni.
tatapan yang dingin, berubah ceria dan tersenyum lebar dan memeluk anaknya.
Tampa sadar melepaskan pelukannya, dan berteriak. She ...apakah kamu dengar, Ayuni menerima pinanganmu.
"Tunggu kami di rumahmu Rani. Kami akan kesana "
Jangan kabari Andre dulu. Biar Ayuni yang menemui Abangnya."
"Iyaaaa....Rani..salam...sayang dan cintaku pada anak kita Ayuni...dia sungguh malaikat cantik kita.....
Ayuni...sayaaang...Trima kasih nak..
trima kasih....trima Kasiiiih nak..."
Park She Hyo melompat kegirangan dan tertawa bahagia. Segala kesedihannya telah sirna. Diapun menelpon Mi Young dan Jeoung Hyuk. Kedua sahabatnya pun, melompat kegirangan, dan sangat bahagia
Merekapun, segera menyusul ke rumah Park She Hyo.
Mama Andarani, tidak berhenti mencium anaknya saking senangnya. Papa dan Kakek pun, memeluk dan mencium Ayuni. di bibir mereka selalu terulang, ucapan trima kasih.
__ADS_1
Ayuni baru menyadari, telah menyakiti hati semua orang yang menyayanginya terutama Abang nya.
Bersambung..