Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 83


Mobil berwarna hitam itupun terus melaju. ke tempat alamat yang dikirimkan Cho Jae Hyun.


Setelah sekian lama menyusuri jalan ramai. Mobil itupun berbelok ke daerah yang agak kecil jalannya. Setelah beberapa saat melajukan mobil sambil mencari alamat. Akhirnya dia menemukan lokasinya.


Gadis yang sangat cantik itupun, turun dari mobilnya dan mulai memasuki sebuah cafe kecil. Semua mata di dalam cafe memandangnya takjub, sangat jarang gadis cantik dan bergaun yang kelihatannya sangat mahal. Masuk ke dalam cafe.


Di Korea sangat menghargai privasi seseorang, jadi mereka hanya menatap kagum dan cepat mengalihkan perhatian mereka kembali.


Cho Jae Hyun, sangat terpana melihat gadis cantik itu, tapi dia berusaha menutupi dengan tersenyum manis. Begitu juga dengan Park She Hyo, juga terpana dengan ketampanan pria penolongnya. Tapi menutupi dengan tersenyum manis dan menghampiri tempat duduk pria penolongnya yang mulai dia sukai.


Setelah berjabat tangan, Park She Hyo duduk di hadapan Cho Jae Hyun. Keduanya kelihatan sangat canggung.


Park She Hyo. Memberanikan diri berbicara.


"Saya minta maaf, mengganggu waktu anda, mungkin kita ada janji dengan pacar atau tunangan."


Dengan hati yang sangat ketakutan, dia tidak rela pria pujaannya memiliki pacar. Saat ini dia sangat menyukai pemuda tampan di hadapannya ini. Dadanya berdebar sangat kencang menunggu jawaban pria tampan di hadapannya.


"Tidak ada, saya juga belum memiliki kekasih" tersenyum.


Hati Park She Hyo, sangat girang. Rasanya ingin melompat kegirangan. Hatinya sangat bahagia. Diapun tersenyum manis.


Giliran Cho Jae Hyun ingin bertanya, dia juga sangat ketakutan jika gadis ini sudah memiliki pasangan. Tapi mengingat keadaan ekonominya. Dia tidak berbicara apapun.


Park She Hyo, langsung mempromosikan dirinya, yang masih jomblo cantik.

__ADS_1


"Kalau begitu kita sama, belum memiliki pasangan."


Tersenyum manis.


Hati Cho Jae Hyun sangat senang mendengarnya. Diapun tersenyum manis.


Setelah memesan minuman, merekapun melanjutkan perbincangan. Mereka sudah mulai akrab dan tidak terlalu canggung lagi.


"Ooh kita bekerja di sana, aku tahu tempatnya." Kata Park She Hyo.


"Bisakah besok malam, saya datang pkerumah anda untuk makan malam. Aku sungguh ingin berteman baik dengan anda"


Kata Park She Hyo, manja.


"Apa orang tuamu, tidak marah jika kamu berteman denganku."


Kata Cho Jae Hyun. khawatir.


Kata Park She Hyo manja.


"Baiklah, jika itu membuatmu senang" Kata Cho Jae Hyun. Tersenyum.


Percakapan mereka sangat nyambung dan seperti sudah lama mengenal. Tak terasa waktu merangkak semakin malam. Dan mereka akhirnya berpisah. Walau keduanya enggan saling melepaskan.


Keesokan malamnya, Cho Jae Hyun, sudah merapikan tempat tinggalnya. Gadis cantik idamannya akan datang makan malam. Dan dia sudah belanja di swalayan keperluan memasak ada sayur, buah dan ikan serta rempah lain. Dia sudah memasak. Walau hanya masakan sederhana untuk tamu cantiknya. Semuanya sudah terhidang di meja makan yang sederhana itu.


Cho jae Hyun, keluar dari rumah kostnya, untuk menjemput gadisnya diluar lorongnya. Dan betul saja Ponselnya sudah berdering. Diapun berjalan sambil mengarahkan lokasi rumahnya.

__ADS_1


Tidak berapa lama. Cho Jae Hyun, sudah melihat sebuah sedan berwarna hitam, merangkak maju ke arahnya dan berhenti. Wajah cantik Park She Hyo, sudah mengintip di balik kaca mobilnya yang sudah terbuka.


"Parkirlah disini. Di depan jalanan nya sempit. kita berjalan kaki saja, ke rumahku."


Kata Cho Jae Hyun, ramah.


Setelah memarkirkan mobilnya dengan baik, Park She Hyo, keluar dari mobilnya, datang menghampiri Cho Jae Hyun. Mereka pun berjalan beriringan.


Sampailah mereka di kost Cho Jae Hyun, yang sangat sederhana dan masuk ke dalam.


Seumur hidup Park She Hyo. Yang hidup bergelimang harta, melihat rumah yang sangat sederhana. Tapi hatinya sangat senang dan bahagia. Cinta memang membuat orang bisa berubah 180 derajat.


"Maaf rumah saya sangat sederhana, jika tidak berkenan kita makan diluar."


Tampa sadar, Park She Hyo memeluk lengan Cho Jae Hyun dan berkata manja.


"Aku sangat menyukainya, kayaknya aku akan sering kemari." Katanya sambil mencium lengan Cho Jae Hyun, Tampa sadar.


Cho Jae Hyun. Sangat kaget dengan pelukan dan ciuman di lengannya, walau kulitnya, terhalang oleh lengan bajunya.


Dia menatap Park She Hyo. Keduanya saling menatap. Park She Hyo, tersadar dengan kelakuannya. Segera membungkuk minta maaf dan melepaskan pelukannya.


"Maaf, jika kamu tidak berkenan, saya hanya sangat senang." menunduk.


Cho Jae Hyun, mencairkan suasana, walau hatinya sangat senang, tapi dia tidak boleh merasa GR jika Park She Hyo juga menyukainya.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like dan Votenya Yah Readers, Rating novel ini masih sangat jauh minim. Berilah dukungannya untuk penyemangat πŸ’ͺπŸ’ͺAuthor. Dan tolong bantu share di teman yang lain yah πŸ™πŸ™πŸ™


Love Love You All


__ADS_2