
Part 92
Mi young menyusul naik ke bus. Jeoung Hyuk tidak memperdulikannya.
Jeoung Hyuk, segera duduk di bangku kosong. penumpang tidak begitu banyak.
Mi Young segera duduk di sebelahnya. Jeoung Hyuk menatapnya kesal.
"Apa kita tidak cari tempat makan dulu, perutku sangat lapar."
Mi Young menatap sendu, agar Jeoung Hyuk kasian kepadanya.
"Aku tidak mau...aku tidak lapar.
Kamu ada kaki. Mengapa aku harus menurutimu."
Kata Jeoung Hyuk kesal.
"Ayolah...
"Berbaik hatilah sedikit untukku, aku hanya ingin makan."
Kata Mi Young masih membujuk.
Jeoung Hyuk, menatap marah.
"Baru malam ini, kamu mengenalku, kenapa kamu sok akrab sekali denganku....
Dasar wanita gila."
Mengucek kasar rambutnya.
Mi Young terkekeh.
"Aku memang sudah gila. Gila Karna kamu terlalu jual mahal denganku. Aku juga tidak tahu, mengapa aku begitu menyukaimu."
Jeoung Hyuk terdiam. Sebenarnya hatinya mulai menyukai Mi Young. Dia sangat manis dan cantik. Tapi dia tidak mau terluka untuk kedua kalinya. Itu sangat menyakitkan dan menghancurkan hidupnya.
"Terserah kamu. Dan siap - siaplah, rasa sukamu itu, akan ku ubah, menjadi kebencian."
Mendengus kesal.
Hati Mi Young sebenarnya sangat perih dan sakit, mendengar jawaban penolakan dari Jeoung Hyuk.
Diapun menghibur hatinya dan berkata dalam hati.
"Setidaknya aku berusaha, jika memang nantinya aku tak bisa mendapatkan kamu. Setidaknya aku sudah berusaha."
Jeoung Hyuk, melirik dan sangat kasian dengan Mi Young. Tapi hatinya tidak ingin tersakiti lagi. Mengingat kekasihnya dulu meninggalkannya. Menikah dengan pilihan orang tuanya, yang setingkat dengan derajatnya.
Diapun mendesah dalam hati.
"Dunia golongan atas, sangat kejam. Melihat Mi Young, dari penampilannya, kayaknya dia bukan orang biasa. Sahabatku Cho Jae Hyun, semoga nasibmu tidak sepertiku. Cukup aku yang merasakan sakit hati ditinggalkan kekasih yang sangat kita cintai."
__ADS_1
Jeoung Hyuk menarik nafas dalam.
Bus Berhenti diapun berdiri. Dan melewati tubuh Mi Young.
Mi Young berdiri juga mengikutinya. Dan turun menyusul Jeoung Hyuk.
Jeoung Hyuk menoleh.
"Segeralah cari jalanmu pulang sendiri, kenapa masih mengikuti ku."
Menatap kesal.
"Aku ingin kerumah mu dan ingin bermalam disana."
Kata Mi Young, dengan polosnya.
Mata Jeoung Hyuk, membeliak sempurna.
"WHAT???????"
Mi Young menutup telinganya. Suara Jeoung Hyuk membuat pekak telinganya.
"Kamu sungguh wanita gila...!!!!!"
Jeoung Hyuk mendorong Mi Young ke pinggir jalan. Matanya sibuk mencari Taxi.
"Jangan harap, kamu bisa bermalam di rumahku."
"Namanya kucing jika di sodorkan ikan segar pasti akan terpengaruh, gadis ini benar - benar ingin membuatku gila. Apa dia tidak melihat dirinya sungguh manis dan cantik,? aku bisa meleleh karna dia. Aku harus menghindarinya"
Pikirannya terus berkecamuk.
Mi Young, merangkul pinggang Jeoung Hyuk, menyandarkan kepalanya, di dada samping Jeoung Hyuk.
Jeoung Hyuk masih sibuk mencari Taxi.
"Kenapa tidak ada ada Taxi lewat satupun.!!
Aaaaah!!!!
Jeoung Hyuk mengusap rambutnya kasar. Dan menyadari Mi Young memeluknya lagi. Diapun melepas kasar tangan gadis itu, dan berjalan menjauh. Jalan masih sangat ramai, masih banyak orang yang lalu lalang. Maklum di tengah kota.
Mi Young mengikuti dari belakang. Dan terkekeh.
"Aku benar - benar sudah menjadi wanita Ja"ang. Jeoung Hyuk sudah membuatku jatuh cinta seperti orang gila. Aku sungguh menyukainya. Semoga hatinya suatu hari nanti menjadi milikku."
Kata hati Mi Young, terus berkicau.
Jeoung Hyuk, menghentikan langkahnya.
"Jangan Mengikuti"
Jeoung Hyuk, melihat sebuah Taxi menurunkan penumpangnya ,diapun berlari dan berteriak.
__ADS_1
"Tunggu!!!!!"
Diapun berlari dan mendekati mobil Taxi itu. Dan memberitahu supirnya.
Mi Young sangat kesal.
"Ciihh....,
Semangat sekali dia mengusirku"
Mi Young mendengus kesal.
Jeoung Hyuk datang dan langsung menyeretnya, membawanya ke pinggir jalan, tempat mobil Taxi yang sudah menunggunya.
Mi Young terus menggerutu dan menahan tubuhnya, agar tetap bersama Jeoung Hyuk.
"Lepaskan...
Kamu pria bodoh jika menolak ku, gadis secantik aku. Aku lah yang seharusnya mendorongmu seperti ini, bukan kamu yang mendorongku.
Kamu sangat menyebalkan."
Bibir indahnya terus meracau. Waktu wajah Jeoung Hyuk sangat dekat dengannya.ada rasa yang sangat kuat mendorongnya. untuk mencium dan mengunci bibir gadis cantik itu, yang terus mengomel. bibir itu begitu indah dan membuatnya mabuk kepayang. Tetapi dia berusaha menendang keluar pikiran itu, dan berteriak
"Jangan membantah!!!
Cepatlah pulang kerumah mu!!!
Dan jangan membantahku.!!
Cepatlah masuk, dan pulang ke rumahmu."
Jeoung Hyuk segera membuka pintu mobil Taxi.
Apa boleh buat, kekuatan tangan Jeoung Hyuk, begitu kuat memegang lengannya dan mendorongnya duduk di dalam mobil.
Supir Taxi hanya melongo, melihat kedua pasang kekasih yang sedang bertengkar ini, begitulah yang ada dalam pikirannya saat ini.
Setelah Jeoung Hyuk berhasil mendorong Mi Young masuk duduk dalam taxinya, diapun cepat menutup pintunya. Dan Taxi pun mulai melaju.
Mi Young di dalam mobil, hanya bisa berbalik, melihat Jeoung Hyuk. Yang masih berdiri mematung, melihat mobil Mi Young menjauh.
Mi Young sangat sedih, dan dia pun menangis.
Supir hanya bisa terdiam, dan tidak ingin ikut campur.
Jeoung Hyuk menatap mobil Mi Young yang telah menjauh. Dia pun berkata lirih.
"Maafkan aku, Kamu sangat cantik, manis dan begitu menggodaku. Tapi aku tidak pantas untukmu dan aku tidak sanggup terluka untuk kedua kalinya."
Air matanya meleleh dan diapun segera menghapusnya dan berjalan ke arah kontrakannya.
Bersambung
__ADS_1