
Part 138
Ayuni menatap Abangnya, dengan senyum manisnya. Andre mengalihkan pandangannya.
Melihat Ayuni, hanya membuatnya, susah untuk melupakannya. Andre duduk di sofa dengan sengaja cuek dan membaca majalah. Paman Jeoung Hyuk pun sudah pergi dan menutup pintu.
Ayuni duduk di samping Abangnya. Memeluknya seperti biasa.
Hati Andre sangat sakit, tapi masih sangat merindukan pelukan Ayuni. Tapi dia harus melawan rasa suka nya pada Ayuni, Yang akan membuatnya, semakin menderita
Andre melepas tangan adiknya.
"Jangan membuatku..semakin susah untuk melupakanmu...
Mulai saat ini....jangan lagi menemui ku, agar aku bisa cepat melupakanmu. Pulanglah Ayuni, ke Indonesia dan kuliah di sana. Jauh - jauhlah dari Abang.
Abang akan selamanya, akan hidup di sini."
"Kapan Abang mulai mencintaiku...aku ingin jawaban yang pasti."
Jleb
Andre tersentak, hatinya mulai kesal dan marah.
"Jangan bahas itu !!
Abang tidak suka kamu bahas itu. Pertanyaan mu itu. sudah tak berguna lagi!."
"Abaaang...aku..lapar...aku..mau di suap "
Merengek manja seperti biasa.
Andre berdiri, dan berjalan ke dapur. Dia mulai menyalakan kompor dan memanaskan Sup Ayam, yang dia buatnya tadi pagi.
Ayuni mengikutinya, dari belakang. Dia sangat tersentuh, dan terharu melihat kasih sayang Abangnya kepadanya.
Walau sedang marah, Abangnya masih tetap mau memasakkan dirinya makanan.
"Abaaang....Maafkan Ayuni....Ayuni janji akan belajar membalas cintamu.. Abaang dan belajar mencintaimu..."
Ayuni bergumam lirih dalam hati.
Ayuni mendekati Abangnya, dan memeluk Abangnya. Kedua tangannya melingkar penuh di perut Abangnya. Menyandarkan wajahnya di punggung Abangnya.
Perasaan hangat Karna pelukan Ayuni, masih tetap sama dan tak berubah, Andre sangat kesal dan melepas tangan adiknya, yang sudah melingkar penuh di perutnya, dan berbalik. Dia tidak ingin membuat rasa cintanya selalu menguasai hatinya. Dan membuatnya menderita.
"Cukup..Ayuni...kamu mau makan khan!!. Duduk manis di sana... dan jangan menggangguku.!"
Ayuni tersenyum manis dan mulai menggoda Abangnya.
"Waaah...!!Abangku...sangat...tampan...sedunia...Jika sedang marah..."
Andre segera membalik badannya, pujian Ayuni terasa ejekan di telinganya. Diapun mulai melanjutkan memanaskan sup Ayamnya. dan mulai menuangkan di mangkuk, membawanya ke Meja Makan sederhana. yang ada di dalam rumah itu. Meninggalkan Ayuni, yang masih saja tersenyum.
Andre kembali mengambil nasi di pemanas, mengisi mangkuk kecil, dan membawanya ke meja makan. Dan Ayuni sudah duduk manis disana.
"Waaaah....jika tiap hari di layani begini...aku jadi mau....."
Ayuni menghentikan ucapannya.
Andre mendongak, Dan melanjutkan lagi meniup nasi agar cepat dingin agar bisa di makan adiknya. Dia tahu, Ayuni tidak suka makan nasi panas.
"Abaaang.....Maafkan...Ayuni...Abaang..."
__ADS_1
"Sudahlah....jangan membahasnya lagi..."
Andre merasa sangat sedih, tapi di tahannya.
Tapi matanya, mulai memerah menahan air matanya.
"Mengapa sangat susah...melupakanmu Ayuni....?"
Desahnya lirih dalam hati.
Ayuni melihat kesedihan yang terpancar di wajah Abangnya, diapun sangat kasian pada Abangnya.
Ayuni mendekatinya, dan menarik Abangnya duduk, Ayuni duduk di pangkuannya. dan duduk menyamping, Ayuni memegang kedua pipi Abangnya, dan mengecup kedua kelopak mata Andre, penuh sayang.
"Mulai hari ini Abaang...air mata..yang keluar dari kedua mata ini...tidak akan ada lagi...
Apa Abang tahu....kejadian hari ini.?"
Andre menatap adiknya kebingungan.
"Apa lagi yang ada di pikiran Ayuni...?
Apa dia tahu..atau pura - pura bodoh?
Kejadian Apa...? Sepertinya Ayuni bahagia. Tapi aku....
Aku sudah tidak ada kebahagiaan lagi...Hanya kesedihan dan kesepian yang akan selalu menemani hari - hariku ke depannya.
Desah Andre, lirih kembali dalam hatinya.
Ayuni tersenyum, Ayuni mengecup bibir Abangnya lembut.
Andre tersentak, dengan kecupan tiba - tiba adiknya di bibirnya. Dia ingin marah tapi bibirnya terkunci. Dia hanya menatap adiknya dengan tatapan dingin.
Apa yang akan...aku katakan pada Abaang...tentang kejadian hari ini?"
Andre mendorong adiknya pelan, agar berdiri dari pangkuannya. Dan berlalu ke kamarnya.
"Makanlah...aku..mau ......tidur, jangan menggangguku...pulanglah..."
Ayuni secepatnya berlari....dan menahan Abangnya, berdiri di depan pintu kamar Abangnya.
Diapun tertawa geli, melihat Abangnya yang sedang ngambek, seperti bocah perempuan.
"Hahaha...haha...Abaang..ini..sangat lucu..jika sedang ngambek."
Andre bertambah kesal.
"Teruslah tertawa...dan tertawa kan Abang mu..yang bodoh ini.....Karna mencintai adik adopsinya yang tidak mencintainya....Hahh!!!"
Andre tak kuasa menahan air matanya. Dia telah menitikkan air mata kepedihannya.
Ayuni tersadar, dan menatap Abangnya dengan intens. Air matanya pun, telah membasahi pipinya.
"Trima kasih...Abaang..telaah..mencintaiku
sebesar ini...
Maafkan Ayuni...yang terlambat menyadarinya...dan membuat semua orang yang menyayangi Ayuni bersedih...
Huhuhu...huhu...Maafkan...Ayuni...Abang
Karna kebodohan ku.....membuat semua orang menangis dan bersedih.
__ADS_1
Mama benar...tidak akan ada lelaki, yang bisa menjaga dan menyayangiku dan mencintaiku Huhuhu..huhu......melebihi..kamu..Abaang..."
Andre menatap adiknya kebingungan.
Andre mengusap air mata adiknya...hatinya ikut sakit, melihat adiknya menangis tersedu - sedu.
"Jangan...menangis lagi...kamu harus bahagia...apapun Abang korbankan, walau nyawa sekalipun, tapi tolong.....jangan menangis lagi sayang...
Maafkan Abaang yang membentak mu. Abang janji tidak akan melakukannya lagi...Melihatmu bahagia, Abang pun akan sangat bahagia."
Ayuni bertambah menangis kencang. Dia sangat terharu...dengan kata - kata Abangnya, yang sangat menyentuh hatinya. Sungguh besar cinta Abangnya kepadanya, betapa menderitanya Abangnya, selama ini, mencoba menahan rasa cintanya kepadanya. Dengan segala upaya, Namun tetap tidak bisa, melupakannya.
"Huhuhu...huhuhu.....huhuhu...huhu.."
Andre memeluk Adiknya, yang menangis tersedu - sedu, dan menepuk punggungnya halus.
"Menangis lah..jika itu membuat hatimu nyaman sayaaang..."
Bukannya tenang, Ayuni bertambah menangis. Dia sangat terharu.
Dia baru menyadari, berapa bodoh dan tololnya dia, jika dia menolak cinta Abangnya, yang begitu besar kepadanya.
Diapun melepas pelukan Abangnya, menatap intens wajah Abangnya dengan derai air mata, yang sudah deras, mengucur membasahi kedua pipinya yang putih bersih..
"Abaaang....Ayuni...sudah menerima lamaran ibumu....Abaang......."
Deg......
Deg......!!!
Andre tersentak, dadanya berdegub kencang. Dia hampir tidak mempercayai kata - kata yang terlontar dari bibir Ayuni, yang begitu terasa indah di pendengarannya.
Andre merasa ucapan Ayuni seperti mimpi indah baginya. Tapi Ayuni mengulanginya kembali... Yang membuat matanya membeliak dan mulutnya terperangah.
"Iyaaa...Abaaang...!! Abaang.....kita..akan..menikah..
Aku..bersedia melahirkan anak - anakmu...
sampai banyak Abaaang..
Hingga kamu dan kedua orang tua kita, kewalahan
memberi makan.kami semua."
Andre tersenyum dan menangis, mendengar kata - kata, Ayuni, membuat Air mata Andre, semakin deras mengalir, dia merasa hidupnya kembali penuh warna. Kata - kata Ayuni yang bersedia melahirkan anak - anaknya kelak walau banyak, membuat hatinya sangat bahagia. Kesedihannya sekejab menghilang entah kemana. Wajah tampan Andre kini tersenyum sumringah di penuhi rona kebahagiaan.
Kebahagiaan yang tiada Tara, kini membuncah penuh dalam dadanya. Hidupnya yang sudah gelap gulita. Kini terang benderang.
Andre sungguh sangat bahagia, sampai badannya bergetar, dadanya berdebar kencang, Aliran darahnya yang tadinya sangat dingin menusuk, kini terasa hangat dan menyegarkan, mengalir hangat di sekujur tubuhnya.
Saat ini dunia terasa sangat indah di pandangannya.
Kedua wajah yang saling menatap ini. sudah tersenyum cerah, rona bahagia dan haru sudah menyatu jadi satu, Keempat bola mata yang memikat itu, berbinar indah seperti pelangi, seperti kembang petasan yang menyala di udara. dan seperti lampu hias di taman kota yang memiliki banyak warna.
Hati mereka berdua begitu sejuk dan lapang, dan siap menyongsong masa depan yang ceria, bahagia, dan penuh warna serta penuh cinta dan kasih sayang, yang tak akan pudar di makan waktu dan usia. Itulah gambaran Cinta sejati Andre kepada Ayuni dan Ayuni akan mencoba mencintai Andre dan akan selalu mencintai Andre, dengan segenap Jiwa dan raganya. Mereka akan bersama mulai merajut kasih dan menyongsong, masa depan yang semakin cerah.
Bersambung.
"Senangnya...My Readers.... akhirnya cinta Andre dan Ayuni akan segera bersatu di pelaminan. Kalian pasti penasaran Khan, bagaimana Bucin nya mereka nantinya, jika sudah sah jadi Suami istri...dan...Hihihi...pikir...sendiri di otak penjelajah kalian. Hihihi...
Saatnya Author nagih nih...perbanyak Like, vote dengan comment yah...dan berikan juga..hadiah yah...🙏🙏🙏🥰🥰🥰
Love love You All. ❤️❤️❤️
__ADS_1
.