
Part 110
"Sayang..., buka pintunya."
Park She Hyo, membalas panggilan mamanya.
"Iya Mama..."
Segera berjalan membuka pintu kamarnya.
Tampaklah seorang wanita separuh baya, yang masih sangat cantik. Karna masih rajin merawat wajah dan tubuhnya. Dialah Mama Park She Hyo. Diapun masuk ke kamar anak semata wayangnya. Dan duduk di sofa sambil mengusap rambut anak kesayangannya.
"Sayang....akhir - akhir ini kamu sangat sibuk sayang. Karna sudah menghadapi semester akhir mu dan kadang bermalam di rumah Mi Young. Kita jadi jarang bertemu. Apa ada kendala sayang.?"
"Tidak kok Mama, Sejauh ini, masih bisa aku tangani mama."
"Anak mama memang sangat jenius. Maaf sayang. Akhir - akhir ini Mama juga sangat sibuk. Mengurus investasi Mama."
Tiba - tiba Ponsel Mama berdering. Mama mengangkatnya. Raut wajah Mama Park She Hyo. Mendadak murung. Park She Hyo, jadi resah.
Mama mengakhiri percakapannya dan menghela nafas panjang.
__ADS_1
'Mama...., Telepon siapa Mama?"
Tanya Park She Hyo.
Mama menatap Park She Hyo kesal.
"Apa yang kamu lakukan sayang!! Seorang paparazi mengikuti mu tadi malam, dan memfoto mu dengan seorang pria yang kamu jemput dan membawamu, ke sebuah kontrakan kumuh dan memfoto kalian, Yang begitu mesra menggandeng tangan Pria itu. Untunglah foto itu sampai di kepala redaksi Media. Menelpon Papamu Karna kita memiliki saham besar di perusahaannya. dan foto kamu belum sempat di publikasikan. Dan memberikan uang imbalan tutup mulut..Dan Saat ini, nama baik keluarga masih Aman. Jadi jangan berhubungan lagi, dengan pria dari golongan bawah itu.
Menatap tajam anaknya, dan memegang kedua pundaknya. Dan mengguncangnya.
"Park She Hyo. anakku..., Kamu tahu watak Papamu...Jangan coba - coba menentangnya. Mama tidak bisa menolong mu. Jadi ingat kata - kata Mama. Jauhi....!! pria itu.!!"
"Mama...., aku mencintainya.... Dia Pria yang menolongku waktu kecelakaan"
"Siapapun dia!!!!" Park She Hyo,...Jauhi Dia!!!"
Park She Hyo menangis.
"Mama...., kali ini tolonglah aku mama....,
.Aku sangat
__ADS_1
mencintainya....Mama....,Huhuhu...huhuhu..."
Park She Hyo terus menangis, dan bersimpuh di bawah kaki mamanya, dan memeluknya.
Mama Park She Hyo, mengangkat anaknya dan mengguncangnya dengan air mata yang sudah berderai dari kedua pelupuk matanya.
"Maafkan...Mama... sayaaang....aku tak bisa menolong mu.... Perusahaan papamu bisa hancur. Banyak yang akan mengambil kesempatan ini, untuk menjatuhkan perusahaan Papamu. Dan ini. Aib yang sangat besar. Dari awal kami selalu memperingatkan mu. Mengapa kamu sangat keras kepala.? Mama tidak mau tahu!! mulai sekarang jangan harap kamu bisa keluar rumah. Papamu sudah menyiapkan pengawal untuk menjagamu 24 jam."
Park She Hyo, terus menangis. Sedangkan Mamanya keluar dari ruangan itu dan menangis.
Mama Park She Hyo, menangis tersedu - sedu dan berjalan sempoyongan ke kamarnya. Sesampai di kamarnya dia mengunci pintu dan duduk bersimpuh dilantai dan menangis tersedu - sedu.
"Aku pernah di posisimu sayang...., Dan Mama tidak bisa mempertahankan cinta mama, daripada Ayahku melakukan berbagai cara untuk menyakitinya dan membahayakan hidupnya. Melihatnya sehat dan hidup, itu sudah harga yang pantas untuk mengorbankan cinta mama. Walau sampai saat ini mama masih menyimpan cinta itu,. Walaupun kami tidak bisa hidup bersama.
"Mama hanya bisa melihatnya di kejauhan. Dan sampai saat ini, dia belum menikah. Dan masih mengharapkan mama, dia sangat mencintai mama dan Mama pun sangat mencintainya. Dan Papamu sudah mengetahuinya, Bahwa Mama mencintainya dan kesucian Mama telah kuberikan untuk dia. Tapi Papamu manusia egois, dia tidak mau melepaskan Mama, Karna dia juga sangat mencintai Mama, Dan bersedia hidup tampa cinta yang penting raga Mama tetap milik dia seutuhnya walau hati Mama tidak bisa mencintainya. Papamu tidak peduli. Dan sampai kamu sebesar ini sayang. Mama belum bisa melupakannya. Mengapa kamu melakukan hal yang sama sayang?"
Mama Park She Hyo. Terus bersimpuh dan menangis tersedu - sedu. Huhuhu
.....huhuhu....huhuhu.....Hatinya sangat hancur saat ini..., Mengapa anakku mengalami nasib seperti aku. Hidup di kalangan atas sangatlah berat Karna terlalu banyak yang di jaga untuk kelangsungan perusahaan. Nama baik adalah point terpenting dalam bisnis, Maupun jabatan di negara ini."
Mama Park She Hyo, terus menangis. Menangisi nasib anaknya yang malang dan mengingat masa lalunya yang masih membuatnya terluka sampai saat ini.
__ADS_1
Bersambung