
Part 135.
Andre membawa mobilnya ke arah pantai. Dia terus menangis. Dia sangat hancur. Diapun membalap mobilnya. Jeoung Hyuk yang mengikutinya begitu khawatir sekali.
Andre akhirnya tiba di pinggir pantai, dia pun keluar dan membanting pintu mobilnya. diapun berlari dan berlutut di pinggir pantai, dan berteriak. dan meremas rambutnya.
"Aaaaaaaaaaahhhh......aaaaaaaahhhhh..
aaaaaahhh.........aaaaaaaaahh
aaaahh....huhuhu.....huhu... "
Andre terduduk menangis, memukul dadanya yang terasa sakiiiit, mengingat kenangan indahnya bersama Ayuni sampai dewasa terus membayang di pikirannya.
"Mengapa...aku harus mencintainya, aku
sungguh....laki - laki bodoh dan
tidak berguna...aku, bahkan membenci
diriku Ayuni....seharusnya, aku...mati saja
bersama Ayahku...agar orang..tuamu tidak mengadopsi ku...Huhuhu...huhu.""
Andre terus menangis dan meratap dia tidak menyadari Jeoung Hyuk merekam ratapan dan tangisannya, di belakangnya. Diapun menangis. Ingin sekali memeluk anak sahabatnya yang sudah seperti anaknya sendiri. Dia merekamnya sambil menangis.
Tubuhnya terguncang menahan Isak
tangisnya. Ratapan Andre, yang ingin mati bersama Ayahnya begitu menyakiti hatinya.
Andre terus berteriak dan Meratap.
"Ayaaaaah.....mengapa...nasibku seperti dirimu...huhuhu...huhu...kamu meninggal tampa ibu di sampingmu.
Mengapa tidak membawaku...Ayaaah...?
Agar hanya Ayah....yang merasakan
sakit ini...."
Andre terus meratap. dan berteriak.
Jeoung Hyuk menghentikan rekamannya. Dia tidak tahan lagi menahan kesedihannya, melihat anak dari sahabatnya, menangis dan meratap.
Dia menghampiri Andre. Dan memeluknya.
__ADS_1
"Jangan...menangis lagi nak...Semua akan baik - baik saja..."
Andre menatap sinis.
"Apanya yang baik...Paman!!!
Aku sudah hancur...Aku...tidak bisa hidup tampa dia paman...
Bagaimana..aku..bisa hidup paman...?"
Jeoung Hyuk hanya bisa menangis dan memeluk Andre, yang begitu terpukul.
"Paman...tanya ibuku...aku butuh ketenangan...aku akan mencari pekerjaan lain..walau hanya pekerjaan apapun yang bisa
Paman...Aku butuh..waktu sendiri"
"Baiklah..nak...Apapun yang kamu inginkan. Paman akan bawa kamu ke kontrakan Ayahmu. yang sudah di beli Ibumu dan dia biarkan tetap sederhana, dan tidak merubahnya. Karna kenangan dia dan Ayahmu ada di sana. Mari nak...kita kesana."
Andre bangun di bantu Jeoung Hyuk.
"Apa kamu masih bisa menyetir nak?."
Andre mengangguk.
Ikuti Paman.
Jeoung Hyuk mulai melajukan mobilnya di ikuti Andre dari belakang. Kesedihannya masih sangat besar, menghias wajah tampannya, yang masih terus menangis. Bayangan penolakan Ayuni. Benar - benar membuat hatinya hancur berkeping.
Setelah cukup lama mengikuti Jeoung Hyuk. Diapun memarkir mobilnya di belakang Mobil Jeoung Hyuk.
Jeoung Hyuk, keluar mobil dan berjalan mendekati mobil Andre.
Andre pun sudah keluar dari mobilnya. Jeoung Hyuk merangkul pundaknya, membawanya berjalan lurus, dan berbelok.
Sampailah di rumah kecil yang sangat sederhana.
Jeoung Hyuk juga memegang kunci rumah, selain Park She Hyo.
Jeoung Hyuk mulai membuka pintu. Tampaklah di dalamnya perabot yang sangat sederhana tapi bersih terawat. Park She Hyo, menugaskan pelayannya, untuk dua kali seminggu membersihkannya. Sejak membelinya. Dia sering ke tempat ini, jika merindukan suaminya.
"Benar Khan menurut Paman. Tempat ini..sangat nyaman khan, untuk menenangkan dirimu. Jauh dari kebisingan kota "
Andre mengangguk. Andre pun mengingat tempat ini. Walau hanya sedikit yang tersimpan di memorinya.
"Benar paman..aku ingat tempat ini. Tempat ini adalah tempat Ayahku, tinggal bersamaku dulu.."
__ADS_1
Kesedihannya kembali menguasai hatinya,
Andre menangis dan mulai berjalan menyusuri setiap sudut rumah itu.
Bayangan masa kecilnya, mulai terbayang sedikit demi sedikit.
Ayahnya suka di dapur itu, memasakkan nya. membuatkannya roti bakar dan sup Ayam. Dan memasak banyak jenis sayur untuknya.
Andre menangis. Dia seperti melihat Ayahnya dan Andre kecil. Tertawa bahagia dengan Ayahnya. Menyuapinya makan. menggendongnya di punggungnya dan mendengar setiap cerita Andre. membantunya mandi dan Ayahnya sibuk mengejarnya, yang suka berlari telanjang jika sudah mandi. Ayahnya mengejarnya dengan tertawa sambil mengeringkan badannya, dan membantunya berpakaian.
Andre menangis...saat ini..dia sangat rindu masa kecilnya, dan hampir melupakannya.
"Ayaaah....maafkan...aku...Ayaaah....aku...
Huhuhu...huhu...Sungguh sangat tidak berguna Ayaah...Huhuhu..huhu..kenangan..yang..
begitu indah bersamamu...Ayaah...ternyata sangatlah indah...melebihi apapun yang sudah aku rasakan...Ayaaah..Maafkan..aku..Ayaah..."
Andre saat ini, begitu sangat merindukan Ayahnya. Dia menangis pilu dan menyayat hati, yang mendengarnya.
"Ayaah..selalu......Huhuhu..huhu..
Ayaah.....selalu.... tersenyum...padahal..Ayaah..jauh..dari..
kekasih....Ayaah...
Bantu..aku...Ayaah..agar...
aku...bisa...melupakan..Ayuni..Ayaah..."
Huhuhu.huhu..
Andre terus menangis dan sudah duduk berlutut di lantai, Dengan air mata yang semakin deras mengalir dari kedua bola matanya, membasahi kedua pipinya.
Jeoung Hyuk Pun menangis, dan membiarkan Andre menumpahkan semua kesedihannya. Saat ini diapun sangat merindukan sahabatnya.
"Aku..sangat..merindukanmu...Cho Jae Hyun, kamu sahabatku...saudaraku...bahkan kita sangat akrab seperti kekasih di pandangan orang....Kawan...Aku...sangat menyayangi kamu teman...begitu..juga..dirimu..kawan..sangat menyayangiku...Huhuhu..huhu..."
Saat Ini pun, Jeoung Hyuk menangis tersedu - sedu.
Bersambung
My Readers, sangat sedih dengan kedua part ini, semoga My Readers terhibur. Author pun sampai meneteskan air mata menulisnya...Mohon dukungannya Yah..perbanyak Like, Vote dengan Comment Yaah. Dan saya tunggu Commentnya tentang kedua part ini yah..
Love Love You All❤️❤️😘😘🥰🥰
__ADS_1
Bersambung