
Part 66
Dimas segera tersadar dan berlari keluar mengejar Andre. Setelah melihat sahabatnya, sedang berkutat dengan komputernya, di ruangan Lab komputer. Dia segera menghampiri dan menepuk bahu temannya.
Andre berbalik dan menatap sahabatnya dengan tatapan kesal.
"Apaan sih, datang - datang membuat kaget saja, Apa Irene sudah mau kamu bawa ke ranjang. Jawab Andre dengan nada mengejek.
"Dimas terduduk di samping sahabatnya." sambil mengatur nafas.
"Andre.....!!
Irene kayaknya bukan orang biasa, masa sih, dia tahu nama mantanku yang sudah kubawa ke ranjang. Maya, Lela dan Riana. Bahkan saya saja lupa nama - nama mereka. Kata Dimas antusias.
Andre tergelak tawa.
"Haaa...haaa...,Rasakan kamu, kayaknya kali ini, Irene susah kamu kibuli ke ranjangmu."
"Sepertinya Ayahnya seorang Jendral atau Bos Mafia" Kata Dimas serius dengan tatapan ngeri.
"Baguslah, supaya kamu bisa lebih hati - hati" kata Andre ketus.
"Malah aku sedang menghawatirkan kamu sahabatku, kamu selalu menolaknya, bagaimana jika dia menculikmu." Kata Dimas dengan sangat serius.
Giliran Andre yang menatap ngeri, dan fokus menatap Dimas.
__ADS_1
"Apa menurutmu, Irene bisa senekat itu," Kata Andre dengan tatapan khawatir.
"Bisa saja kawan, Apa sih yang tidak bisa jika seseorang memiliki banyak uang. Apalagi jika Ayahnya Bos Mafia. Hancurlah perjakamu sahabatku, kayaknya Irene yang akan mengambil perjakamu kali ini. Dan tidak lama lagi kamu akan mengikuti jejak ku. celup sana dan celup sini yang penting coc....!!!"
"Plakkk"
"Wadoooh sakiit!!!" Sebuah tamparan sangat mulus mendarat di kepalanya"
"Rasakan, dasar otak mesum." Kata Andre marah.
"Andre, jangan memukulku lagi seperti itu, atau aku akan.....," Mengancam Andre.
Andre mengepalkan lagi tinjunya, dan Dimas terdiam. Dia tahu Andre sangat jago silat. di setiap turnamen taekwondo tingkat SMA nya dulu, dia selalu menjadi juaranya, dan rajin mengikuti dan mempelajari ilmu bela diri yang lain, seperti pencat silat dan olahraga bela diri lainnya. Hanya sejak kuliah dia sudah jarang mengikuti. Jadi jika mau menang dari Andre itu hanyalah mimpi indah seorang Dimas yang cuma jago silat di ranjang.
"Aaaah.....,
Andre terdiam, saat ini ada sedikit kekhawatiran di hatinya.
Irene sementara berjalan di luar lab, dan melihat kedua sahabat itu, yang sedang berbicara dengan serius. Dia berhenti dan menatap dari kejauhan.
"Andre, jika aku tidak bisa mendapatkan kamu dengan cara yang baik, banyak kok jalan lain ke Roma. Cara apapun akan kulakukan, kamu harus jadi milikku sampai aku puas dan melepaskanmu atau selamanya memilikimu, kita lihat saja nanti." bergumam dalam hati dan Tersenyum sinis.
Irene melenggang meninggalkan kampusnya dan masuk ke dalam mobil mewahnya, yang sudah ada supirnya yang bertubuh tinggi dan tegap serta kekar yang menunggunya.
Irene mengambil ponselnya dan sedang menelpon seseorang.
__ADS_1
Suara di seberang sudah menyapa.
"Siang Nona Besar, ada yang bisa kubantu"
"Heru, akan aku kirim di ponsel mu, foto dan identitas seseorang, cari tahu semua tentang dia, apapun itu, dan cepat kabarkan secepatnya" ~ Irene.
"Siap Nona Besar" ~ Heru.
Irene menutup telpon dan mencari foto dan mengetik data Andre dan mengirim ke Ponsel Heru. Dan Irene pun tersenyum penuh misteri.
****
Andre pun ke sekolah Ayuni, menjemput Adiknya yang selalu di rindukannya tiap hari.
Ayuni dengan manja seperti biasanya, memeluk Abangnya mesra.
Sesampai di kediamannya. Mereka pun masuk kerumah dan melakukan aktivitas seperti biasanya.
Malam hari, Andre selalu berusaha menghindari Ayuni, untuk mengontrol dirinya, dia selalu berperang dalam hatinya. Karna semakin hari, dia tidak bisa lagi mengontrol hasratnya, sebagai seorang lelaki.
Apalagi Adiknya Ayuni, selalu membuat Andre ketagihan untuk terus mencium adiknya.
Ayuni begitu pasrah jika melayani hasratnya dan dia takut adiknya akan membencinya, Karna tatapan Ayuni melihat dirinya hanyalah pelampiasan hasrat play boy nya saja.
Tampa Ayuni ketahui Abangnya sangat mencintainya, melebihi dirinya sendiri. Dan Abangnya bukanlah kakak kandungnya, tetapi Anak adopsi orang tuanya, yang Ayuni belum ketahui sampai saat ini.
__ADS_1
Bersambung