
Part 116
Dukung Author dengan Vote, like dengan comment. 🙏🙏
Dukung Author dengan vote, like dengan comment. Saat ini rating Novel ini masih sangat rendah.
Lanjutan Part 116
Merekapun mendapatkan hotel dan masuk ke dalam hotel tersebut. Karna pelayan Hotel sudah mengenal baik Dimas. Dan segera memberi kunci. Tapi sebelum masuk di dalam hotel. Dimas menutupi wajah Irene dengan masker. Karna Irene seorang Artis dan model yang lagi naik daun saat ini. Dia tidak ingin nama baik Irene tercoreng.
Sesampai di kamar hotel, Dimas masuk dan menguncinya.
Diapun membuka masker Irene. Dan memeluk dan mulai melahap kembali Bibir Irene dengan rakusnya. Irene yang sangat mabuk membalas dengan sangat agresif. Mereka saling menggigit dan saling menerkam. Lidah Dimas sudah menyusup dan meliuk ganas di dalam mulut Irene. Di sambut Tarian lidah Irene yang tak kalah agresifnya.
Mereka mulai membuka pakaian masing -
__ADS_1
masing. Dan Dimas mulai membaringkan Irene dan mengungkungnya. Dan tampa perintah mengikuti.
Inisiatif gairah mereka sendiri yang sudah memanas dan membakar nafsu yang menggelora.
Akhirnya pergulatan panas pun tak terelakkan lagi. Tampak Irene meringis kesakitan tapi dia menahannya.
Setelah saling menyesuaikan Merekapun, terus berpacu dengan pelan dan maraton bahkan sudah saling bertukar posisi.
Irene selalu merintih menyebut nama Andre. Dan Dimas tidak peduli lagi. Irene yang sudah diatasnya sudah seperti penari.
"Apakah Irene masih perawan. Pantas dia tadi sangat kesakitan"
Kata Dimas dalam hati. Dia menatap Irene dan merasa kasian.
Dia pun tidak jadi menggempurnya. Dimas mulai mengecup keningnya penuh kasih sayang. turun mencium hidung dan mulai meraup mesra bibir Irene dan menyusupkan lidahnya dan menari lembut di dalam rongga mulut Irene. Bibir Irene merespon dan membalas.
__ADS_1
Bibir Dimas mulai menggigit dan mengecup bibir Irene. dan setelah puas, ciumannya terus turun ke leher Irene lama dia disana.
Dimas pun melahapnya dengan rakus dan terus melahapnya dan sedikit menggigitnya, dan membuat Irene semakin liar mengerang. Dimas betul - betul memuaskan dirinya. Tubuh indah Irene di serangnya dengan ciuman dan hisapan dan membuat banyak tanda kepemilikan. terutama bagian dadanya. Dada itu sudah penuh tanda merah.
Masih terus bermain di kedua Bola indah itu tangannya pun mulai turun lagi kebawah. meraba dan mengelus perut dan paha Irene dan terus ke bawah dan jarinya yang nakal mulai memasuki celah sempit milik Irene.
Berapa kali Irene mengejang dan merintih, mendapatkan penuntasan. Irene semakin mengerang dan mencengkram rambut Dimas Karna berapa kali mendapatkan penuntasan.
Setelah puas Dimas menyuruh Irene untuk memuaskannya juga. Irene pun mengerti dan membawa wajahnya turun kebawah. Gantian Dimas merintih.
Sesuatu di tubuhnya, terasa sudah ingin meledak. Diapun menarik Irene dan mengungkungnya dan segera memposisikan. Tubuhnya semakin aktif naik dan turun. Akhirnya mereka bersamaan merasakan penuntasan dan mengerang secara bersamaan. Tubuh mereka telah basah dengan keringat.
Dimas tidak sempat lagi mengeluarkan laharnya di luar. Dia sudah sangat kelelahan dan mengeluarkan barangnya dari celah yang begitu sempit dan nikmat yang begitu mengerat nya dan seumur hidupnya belum pernah di dapatnya di setiap wanita yang dia tiduri.
Dan Dimas pun mengakhirinya dan berbaring di samping Irene dan menarik tubuh itu dan memeluknya. dan tersenyum puas dan mencium kening Irene dan merekapun tertidur, Karna kelelahan.
__ADS_1
Bersambung