
Part 46
Andre hanya bisa menggelengkan kepalanya, dan berbaring di kamarnya, pikirannya menerawang.
Aku sebenarnya penasaran, siapa ibu kandungku, aku belum pernah melihatnya dan mengapa ibu tega meninggalkanku.
Aku tidak menyesalinya, aku bersyukur bertemu orang tua angkat yang begitu menyayangiku, sampai aku tidak pernah merasa sebagai anak angkat, tapi anak kandung mereka, Karna begitu besar kasih sayangnya kepadaku, bahkan tidak mau memberitahu Ayuni agar tidak canggung denganku. Dan selalu menganggapku Abang kandungnya.
"Mama Andarani dan Papa Jeong Lee, Ayuni, aku sangat mencintai kalian, bahkan aku ingin selamanya. selalu terikat selamanya, di keluarga ini, semoga Ayuni bisa menjadi jodohku." Menarik nafas dalam.
"Aku tidak tahu, mengapa aku akhir - akhir ini memikirkan ibu kandungku. Apa dia juga memikirkan ku?" Pikiran Andre terus menerawang.
Di sebuah Kota yang nan jauh disana yaitu Kota Seoul, di sebuah negara yang dijuluki negara ginseng, yakni negara Korea Selatan.
Tampak ada seorang ibu setengah baya, yang masih sangat cantik, termenung di dalam kamar yang begitu besar dan megah, dekorasi yang begitu mewah melebihi ruangan sebuah hotel, menandakan wanita itu bukan dari kalangan orang biasa, tetapi dengan segala kemewahan itu, tidak membuatnya bahagia. Dia kelihatan sangat sedih dan menangis.
"Mengapa nasibku sangat malang, pandangan semua orang, banyak mengagumi ku, saya adalah nona besar, adalah CEO dan pemilik dan pewaris tunggal banyak perusahaan, peninggalan Papa dan Mama yang sudah meninggalkanku.
Papa, bulan lalu, telah meninggalkan aku, di dunia ini sebatang kara, tinggallah aku sendiri disini.
Suamiku....., Huh..huh..huh....," Terus menangis, aku sangat mencintaimu, mengapa kamu meninggalkanku dengan sangat tragis, mengalami kecelakaan, dan di mana anak kita." Terus menangis.
"Aku mohon maaf, aku baru mengetahui kematian mu, dan kata Papa anak kita menghilang, aku sangat depresi dan aku hilang ingatan, karna depresi selama 2 tahun. aku di rawat psikiater dan dokter ahli jiwa, dan setelah aku sadar aku mencoba mencari anak kita, bahkan sampai sekarang, aku selalu mencarinya? dimana....., kamu.....,anakku....sayang? .....Huh....huh...huh" wanita itu terus menangis. Wanita setengah baya yang masih sangat cantik itu ternyata Mama Andre.
Kembali di kota Andre, Kota Bandung di negara Indonesia. Tampak Andre di kamarnya sedang berbaring menerawang, suara adiknya dan Dea tidak terdengar lagi.
Dea masih sibuk berbincang dengan Ayuni.
"Ayu, apa kamu tidak bisa belajar mencintai Dewa ?, dia pria baik dan berwajah tampan."
"Dea, biarlah waktu yang menjawabnya, jika aku memang akan berjodoh dengannya, pasti ada jalannya, untuk saat ini, Abang Andre tidak boleh melihatku bermesraan dengan Dewa, biar bagaimanapun, aku juga mau dekat dengan seseorang, semoga saja ada jalan aku menyukainya, untuk sekarang menjalani saja dulu." Jawab Ayuni berbohong, agar sahabatnya jangan banyak pertanyaan.
__ADS_1
"Baiklah Ayuni. semua itu adalah hak kamu, karena kamu yang menjalaninya, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu" Memeluk sahabatnya, mereka saling berpelukan.
Dea melepaskan pelukannya.
"Ayu Abang Andre kemana yah, panggilkan dong keruang tengah aku mau memandang wajahnya, untuk mengobati rinduku ini." Mengedip manja.
Ayu berdiri dan mengajak Dea ke ruang keluarganya. Mereka berjalan beriringan. Sesampai disana mempersilahkan Dea duduk dan Ayuni naik kelantai dua, ke kamar Abangnya.
Tampak Abangnya berbaring, Ayuni langsung masuk kamar dan naik ke pembaringan Abangnya dan memeluknya.
Andre memasang wajah kesal, sudah tahu Ayuni ada keinginan mendekatkan dia dengan Dea.
"Abang, kenapa itu muka Abang seperti mangga muda, sangat asam " Ledek Ayuni.
"Sudahlah Ayuni, jangan menggangguku, aku mau tidur." Kata Andre, membalikkan badannya, membelakangi Ayuni.
Ayuni sangat kesal, dan memeluk Abangnya, dan meraba - raba Dadanya, dan mengelusnya.
Andre mengucek rambutnya dan duduk di sisi pembaringannya.
"Ayuni aku tidak suka Dea selalu memelukku, aku benar - benar belum ada rasa suka sama dia, hanya perasaan Abang ke Adiknya "
Ayuni segera turun dari pembaringan Andre, dan berjalan ke hadapan Abangnya, berdiri di hadapan Abangnya.
"Abang sangat menyebalkan, pokoknya Abang harus keluar atau Ayuni harus menggendong Abang keluar." Kata Ayuni kesal.
Andre tersenyum geli mendengar kata - kata Adiknya yang keras kepala.
"Apakah kamu bisa menggendongku, dasar bocah keras kepala." Kata Andre mendorong pelan kepala adiknya, dengan jari telunjuknya dengan pelan.
"Bisa, coba Abang naik di punggungku." Dengan memutar badannya membelakangi Abangnya.
__ADS_1
Andre tersenyum geli, memeluk Adiknya dari belakang.
Ayuni mencoba membungkuk dengan memegang kedua paha Abangnya, tapi badan Abangnya tidak bisa dia gerakkan.
"Abang sangat berat," Keluh Ayuni.
"Sudahlah...., " kata Andre ketus.
Melepas pelukannya, dan berlalu keluar kamar Ayuni.
Ayuni tersenyum lebar, dia sangat senang, Abangnya, mau juga menuruti keinginannya.
Ayuni mensejajarkan langkahnya dengan Abangnya dan merangkul lengannya.
Andre berbicara sambil berjalan, dengan Adiknya yang sudah merangkul lengannya.
"Ayu, jangan minta macam - macam kepada Abang,, aku sangat kesal diatur sama kamu. Apalagi masalah Dea." kata Andre, memperingatkan Ayuni, adik yang sangat di cintainya.
Ayuni mengangguk pelan.
"Iya Abang, tenang saja aku tidak akan memaksamu, tapi tidak apalah Abang jika cuma dipeluk." Kata Ayuni dengan senyum lebarnya.
"Coba saja, jika Dea minta aku menciumnya, siapkan bibirmu, untuk mencucinya, dan aku pastikan kali ini, bibirmu akan aku buat kesakitan." Kata Andre mengancam.
Ayuni bergidik ngeri. Mereka pun sampai di tangga dan menuruni anak tangga.
Bersambung
Dukung Author dengan Vote, like
dengan Comment, Agar Author lebih semangat melanjutkan Bab berikutnya.
__ADS_1
Love You All.