
Jangan Lupa Mampir melihat karya terbaruku Yah.
Di Jamin Baper dan tidak bisa tidur hayati, seperti Comment Readers yang sudah membacanya.
Alur komedi dan romantis dan ada juga sedihnya. sangat komplit.
Si Cantik Alisa yang Di cintai dua pria yang sangat tampan. Yakni Ariel teman masa kecilnya sampai dewasa dan Andre Pria tertampan di sekolahnya.
Part 93
Jeoung Hyuk, melangkah dengan gontai ke kontrakannya. Dia berharap Mi Young cepat melupakannya.
Sedangkan Mi Young, masih menangis sedih. Tetapi dia berharap suatu hari nanti Jeoung Hyuk akan menerimanya.
Terlintas sesuatu di pikirannya. Wajah cantik yang murung itu, berganti warna dengan pipi merona dan tersenyum. Sepertinya saat ini dia mendapatkan ide yang cemerlang.
Mulai besok, aku akan melaksanakan rencanaku.
Wajah cantik itupun tersenyum manis. Supir Taxi yang mencoba melirik ke belakang dari kaca spion. Mengernyitkan kening.
"Cepat sekali hati gadis cantik ini, membaik."
Diapun tersenyum manis.
Mi Young mengarahkan supir Taxi ke rumahnya. Dan tak berapa lama. Dia sudah sampai di depan rumah megahnya. Dan turun dan membayar Taxi.
"Ini Rumah nona"
Kata supir, takjub.
Mi Young mengangguk.
"Sayang sekali pacar anda membuat nona menangis, sudah cantik, baik juga kaya raya."
Kata supir Taxi memuji.
"Bukan dia yang beruntung, akulah yang beruntung jika bisa mendapatkannya. Tapi sayang dia belum menyukaiku."
Kata Mi Young sedih.
Supir Taxi tersenyum. Mereka langsung akrab satu sama lain.
"Nona, aku seorang lelaki. Jika dari sudut pandangan seorang pria. Dia menyukaimu, cuma masih pasang gengsi. Aku sempat meliriknya, waktu anda sudah masuk di mobil. Tatapannya sendu dan tampak penyesalan yang besar. Sepertinya Nona harus lebih semangat untuk mendapatkannya. Saya yakin kalian nantinya akan bersama.
Mi Young sangat senang.
"Benarkah pak, Anda sangat baik. Aku pasti akan semangat berjuang untuknya. Tolong saya minta nomer ponsel bapak. Saat ini saya akan sering menghubungi bapak.
Supir Taxi mengucapkan nomer ponselnya, dan Mi Young segera menyimpan di ponselnya.
Pak supir melambaikan tangan, tanda perpisahan sedangkan Mi Young melambaikan tangan, akan sering bertemu lagi. dengan senangnya.
"Paman itu, sangat baik. Semoga apa yang dikatakannya, benar adanya."
Mi Young, segera melangkah masuk ke rumahnya, dengan hati yang riang.
__ADS_1
Sedangkan Jeoung Hyuk, sudah ada di dalam kontrakannya. Diapun segera mandi. Dan di bawah siraman air shower. Tubuh polos yang sangat putih dan bertubuh tinggi tegap dan kekar itu. Hanya terdiam mematung.
Air Shower terus menyiram kepala dan badannya yang sudah polos, dan sesekali mengusap wajahnya.
"Mengapa, wajah gadis ini, selalu menari di pelupuk mataku, dan memenuhi ruangan hatiku. Apakah aku sudah jatuh cinta lagi.?"
Jeoung Hyuk mengusap bibirnya. Ciuman Mi Young masih sangat terasa di bibirnya. Ciuman gadis itu, sangat lembut dan membuat jantungnya berdebar indah.
Diapun mengingat betapa dia sangat terhipnotis, ingin sekali, mencium bibir indah Mi Young.
Diapun mengusap rambutnya kasar.
"Aku tidak boleh memikirkan dia lagi."
Diapun mempercepat mandinya, dan segera keluar dengan memakai piyama mandi. Dan segera naik di kasurnya dan mencoba tidur.
Dengan perjuangan membolak - balik tubuhnya, diapun akhirnya terlelap dalam tidurnya.
*****
Keesokan paginya, sepasang kekasih yang di mabuk asmara ini. Sudah terbangun dan Park She Hyo, masih betah dalam pelukan kekasihnya.
Cho Jae Hyun, mengecup kening Park She Hyo dengan lembut.
Park She Hyo, memeluk erat tubuh polos kekasihnya. Diapun menyenggol sesuatu benda yang sudah mengeras kembali.
Park She Hyo, membawa tangannya disana merabanya. dan tersenyum nakal.
Cho Jae Hyun, langsung menyambar bibir kekasihnya dengan sangat rakus dan tangannya aktif menjelajah.
Pagi itupun dia dan kekasihnya bertukar keringat kembali.
****
Cukup lama disana. Setelah puas mandi, diapun membersihkan tubuhnya di bawah siraman Air Shower. Dan keluar dari kamar mandi. dan berganti pakaian dan berdandan cantik, dengan riasan yang natural. dan memilih gaun yang cantik sebatas lutut berwarna krem, dengan ada motif bunganya. di bagian depannya. Sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih.
Mi Young menyisir rambutnya, yang sepinggang. dan mencatok pinggirnya, agar bergelombang. Dan memakai lipstik pink muda. Saat ini dia sangat cantik dan manis.
Diapun meraih ponselnya dan menelpon Park She Hyo.
Saat ini, Park She Hyo. Sudah selesai mandi bersama kekasihnya dengan memakai handuk sebatas pahanya. Diapun melihat ponselnya yang berbunyi, dan melihat nama Mi Young tertera di sana dan mengangkatnya.
Park She Hyo
"Halo Mi Young, apakah saat ini kamu sedang bersama Jeoung Hyuk."
Menggoda sahabatnya.
Mi Young
"Nasibku sangat buruk kawan, tidak seberuntung dirimu. Aku ditolak mentah - mentah dan diseret seperti sampah, baru di masukkan di Taxi, dan diusir pulang sendiri."
Park She Hyo.
Park She Hyo terkekeh.
"Sungguh malang nasibmu kawan, tapi mengapa tidak ada tangisan. caramu berbicara seperti lagi mendongeng komedi. Hehehe. Terpingkal.
Mi Young
__ADS_1
"Iya kawan, bukan saatnya bersedih, saatnya berjuang, aku sungguh menyukainya. Dan aku mau pinjam kekasihmu dulu."
Park She Hyo,
Terdiam keheranan. Diapun terpekik.
"Aaaaah"
Cho Jae Hyun, melepas handuknya. Dan kedua tangannya sedang bermain nakal, di Kedua bola indahnya dan menciumi pundak dan lehernya
Mi Young
"Kalian pasangan gila. Apakah kalian sedang
bermain panas...,
Sambil menelpon ku, hahhh.!!?.
Berteriak marah.
Park She Hyo
Memukul kedua tangan Cho Jae Hyun, lembut. dan menggeser tubuhnya. Menjauhi Cho Jae Hyun, yang tidak ada bosannya, dengan tubuhnya.
"Tidaaaak.. kok!!, aku hanya keseleo saja."
Kata Park She Hyo, tegas mencoba menjelaskan, bahwa yang di tuduhkan Mi Young, tidak benar.
Membulatkan lebar matanya, Menahan Cho Jae Hyun, yang ingin mendekatinya kembali.
Park She Hyo, tersenyum lebar. Melihat tubuh polos Cho Jae Hyun, Kekasihnya membuka handuknya juga di depannya.
"Sudah dulu yah,"
Kata Park She Hyo.
Mi Young
"Tunggu.....,
Aku mau meminjam kekasihmu, aku mau mencatat apa yang di suka, dan tidak di sukai Jeoung Hyuk."
Park She Hyo terkekeh. Mendengar usaha dan perjuangan sahabatnya.
Park She Hyo.
"Iya....,
Nanti pacarku, saya pimjamkan untukmu."
Mata Cho Jae Hyun, membelalak.
"WHAT????? Memangnya aku barang sayang, seenaknya kamu mau pimjamkan untuk sahabatmu sayang."
Berteriak marah.
Park She Hyo, segera menutup panggilannya ke Mi Young.
Bersambung
__ADS_1