
Part 168.
Andre masih terus memeluk istrinya yang menangis sedih kehilangan anaknya, walau dia juga yang memberikan ijin orang tuanya membawanya.
Setelah di bujuk ibu mertuanya dan Mi Young akhirnya Ayuni mau bergerak dan berjalan gontai.
Andre tidak melepaskan pelukan di bahu istri tercintanya, mereka terus berjalan ke arah parkiran, dan naik ke mobil mereka masing - masing.
Mobil mulai melaju meninggalkan parkiran bandara, terus melaju ke arah rumah Park She Hyo.
Sesampai dirumah, Andre membawa istrinya ke kamar, air mata Ayuni masih terus mengalir membasahi kedua pipinya.
"Sayang, sudahlah sayang, bulan depan kita ke rumah mama yah, jenguk kesayangan kita."
Ayuni menatap suaminya.
"Benarkah sayang...?"
"Iya sayangku...."
Mengecup kening istrinya.
"1 bulan itu lama sayang..."
Iya sayang...jika kamu sudah sangat rindu. biar tidak 1 bulan sayang, kita akan kesana..Tapi jangan kita bawa Alexa yah, titip sama Ibu She saja, kasian perjalanan jauh, Karna kita paling lama tiga hari, harus balik lagi kemari. Sekarang perusahaan sangat sibuk sayang.
Ayuni mengangguk dan mulai tersenyum.
"Dari kemarin kamu tidak mengurusku sayang...Karna sedih terus, padahal tadi malam Abang Joni, sudah sangat merindukanmu sayang.."
Ayuni mencubit pinggang suaminya.
"Dasar mesum, kamu dan Abang Joni mu itu,
puasa dulu."
"Sayang...nanti malam Abang Joni ku, harus bertamu lagi yah"
"Aaah...sana pergi ke kantor, aku mau tidur..."
Ayuni langsung berbaring dan membelakangi suaminya.
__ADS_1
Andre tersenyum geli, bisa mengalihkan kesedihan Ayuni. Diapun mengecup Pipi istri tersayangnya dan berusaha menggapai bibir istrinya dan mengecupnya.
Andre mencium bahu istrinya dan bangun dari tempat tidurnya, dan mengganti bajunya untuk segera ke kantor Karna ada meeting penting yang harus dia hadiri.
*****
Hari berganti hari, Ayuni bertambah merindukan anaknya, dia kadang melakukan Video Call dengan orang tuanya yang merawat cucunya dengan sangat baik, apalagi Papa sudah tidak mau jauh dari cucunya, bahkan menyuruh mama saja yang mengurus restoran dan usaha lainnya.
Kerinduan Ayuni sedikit terobati. Seminggu berlalu, dua Minggu berlalu dan akhirnya cukup 1 bulan Ayuni, tidak bisa menahannya lagi.
Di temani Andre merekapun ke bandara untuk pulang ke Indonesia, melihat anak mereka.
Ibu She dan Mi young tetap setia mengantar sampai bandara, melepaskan anak dan menantunya. pulang beberapa hari menjenguk anak mereka.
Ayuni dan Andre sudah di atas pesawat yang sudah mulai mengangkasa di udara.
Tak terasa pesawat mereka sudah sampai di tanah air, bahkan sudah sampai dirumah Papa dan Mama, dengan mengendarai mobil carteran.
Kedua Orang tuanya kaget dengan kedatangan Andre dan Ayuni, Karna mereka ingin memberi kejutan pada orang tuanya.
Seharian Ayuni, selalu di dekat anaknya, dan selalu menggendong dan menciumnya, dia sangat rindu pada anaknya, begitu pula dengan Andre, mereka gantian menggendongnya.
Bayinya bertambah bobot tubuhnya dan tambah menggemaskan, bahkan tidurpun mereka tidur bersama.
*****
Keesokan harinya, Ayuni dan Andre membawa bayi tampannya jalan - jalan ke rumah Dea dan Dewa yang sudah tinggal di rumah Dea. Ayuni juga membuat kejutan, tidak memberitahu mereka. Bahkan Dea tidak tahu jika salah satu anak kembar Ayuni. tinggal dengan Mama Ayuni. Mereka janji akan terus bertamu ke rumah Mama Ayuni, untuk menjenguk bayi tampan Ayuni.
Dewa dan Dea gantian menggendong bayi tampan Ayuni, mereka sangat menyukai bayi tampan itu, bahkan mau menjodohkan anaknya nanti, jika bayi mereka nantinya perempuan.
Andre dan Ayuni hanya bisa tertawa dan mendukung. Semoga anak mereka nantinya saling menyukai agar tidak susah menjodohkannya.
Mama dan Papa Dea, sangat senang melihat Andre dan Ayuni serta bayi tampan Ayuni, Papa dan Mama Dea gantian menggendong juga bayi Ayuni, yang sudah mulai marah dan menangis kencang, membuat seisi rumah panik, kecuali Andre dan Ayuni yang sudah tahu, kalau bayi tampan mereka itu, sangat mudah marah, jika merasa terganggu dan terusik.
Bayi tampan itu, sudah ada dalam gendongan Ayuni, dan Andre mulai memberikan botol susu dan langsung di sedot kencang Bayi tampannya.
Dea dan Dewa tertawa juga Papa Dan Mama Dea dan beberapa pembantu yang ada di sana.
"Ooooh...haus ya sayang....pantas rewel, maafkan kami yah sayang..."
Kata Dea gemas.
__ADS_1
"Ayuni berapa hari kamu disini,"
"Mungkin tiga hari saja Dea, Nanti malam datang ke rumahku yah, makan malam"
"Kalau begitu kita makan sore dulu di sini, nanti malam kami ke rumahmu lagi makan malam"
Ucap Dea dengan tersenyum sumringah.
"Ayo, ke meja makan kita makan dulu. Ada Box Bayi di sana. kami sudah siapkan beberapa Box bayi di dalam rumah ini, bahkan di dekat meja makan."
Dea dan Suaminya berdiri, di ikuti Papa dan Mama Dea yang langsung merangkul Ayuni dan Andre ke meja makan, sambil berjalan beriringan.
Merekapun tiba di ruangan yang ada meja makannya, Ayuni meletakkan bayinya di sana yang sudah ketiduran karna sudah kekenyangan meminum susunya.
Merekapun makan bersama, dengan sedikit berbincang.
Setelah makan merekapun, ke ruang tengah dan berbincang kembali.
Satu jam berlalu, Ayuni minta pamit pulang.
Dea dan Dewa janji akan datang nanti malam ke rumah mereka.
Ayuni dan Andre serta bayinya pun, meninggalkan rumah mewah Dea dan pulang ke rumah.
Papa langsung menggendong cucunya sangat kangen, satu hari full Ayuni menguasai cucunya.
"Andre bawa Ayuni ke kamar, istrahat dulu, biar aku yang jaga cucu kesayanganku"
Papa mengerjabkan matanya dan memberi kode mata, agar Andre segera membawa Ayuni ke kamarnya.
Andre pun langsung paham, dan merangkul istrinya ke kamar, untuk istrahat.
Malam harinya, Dewa dan Dea menepati janjinya untuk datang makan malam di rumah Ayuni.
Keluarga Ayuni menyambut dengan baik kedatangan mereka, untunglah Papa punya restoran, jadi gampang menelpon untuk mengantar makanan, sebelum Dea dan Dewa datang, Ayuni sudah memberitahu Papanya.
Saat ini Ayuni, sudah tidak memiliki lagi rasa cinta pada Dewa, begitupun dengan Dea kepada Andre. Mereka sudah menjadi sahabat sejati yang sesungguhnya.
Setelah berbincang cukup lama merekapun, ke Meja Makan, yang sudah banyak terhidang makanan.
Merekapun duduk dan makan dan sedikit berbincang.
__ADS_1
Bersambung