Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 113


Jeoung Hyuk tersenyum dan mereka sudah sampai di dapur dan tersenyum melihat Mi Young yang sibuk memasak.


"Lihatlah temanmu itu Park She Hyo. Cintanya kepadaku tak pernah luntur sampai kami setua ini. Dia selalu menuruti ku seperti seorang ibu bagiku, dan aku selalu mengerjainya untuk sekedar bermanja dengannya dan dia tidak pernah bosan memanjakan ku. Dan aku selalu bertengkar dengan anakku, agar dia juga jangan lupa mengurusku."


Mereka pun terpingkal bersama.


Mi Young menatap mereka jengah.


"Kemari lah membantuku jangan hanya menontonku."


"Iya sayaaang...aku segera datang membantumu."


Jeoung Hyuk datang memeluknya seperti biasanya, jika istrinya minta bantuannya.


Park She Hyo. Terkekeh geli.


"Trima kasih menjadi teman terbaikku. Jika tidak ada kalian yang selalu datang menghiburku, entah bagaimana aku menjalani hidup yang penuh luka dan kesedihan ini. Park She Hyo meneteskan air mata sedih dan cepat menghapusnya dan berjalan bergabung dengan kedua sahabatnya dan tertawa bersama.

__ADS_1


Mi Young dalam seminggu. Kadang sekali atau dua kali datang ke rumah Park She Hyo makan bersama. Walau Park She Hyo memiliki banyak sekali pelayan. Tapi mereka selalu memasak bersama. Dan Jeoung Hyuk tidak akan makan di rumahnya jika tahu, mau ke rumah Park She Hyo. Karna dia akan makan di rumah Park She Hyo. Agar istri temannya tidak kesepian. Bahkan terkadang mereka bermalam jika hari libur. Dan nonton bersama.


Mi Young sudah punya 4 orang anak. dan dua anaknya yang lain sudah setingkat SMA dan ada yg Kuliah. Dan Semua anaknya adalah Laki - Laki.


Ayah Mi Young sudah tidak mengurus perusahaan. Tinggal di rumah atau pergi berlibur. Jeoung Hyuk yang mengurus perusahaan, dan tetap mengantar istrinya menemui Park She Hyo. Dan sesudah makan dia pun ke kantor. Dan dari kantor menjemput lagi, istrinya pada malam hari.


*****


Sementara di sebuah Mall di luar Negara Korea. Sebuah Mall yang berada Di Negara yang kita Cintai Negara Indonesia di salah satu kotanya yang bernama kota Bandung. Tampak Dimas dan Anton saling merangkul menunggu Andre yang akan mentraktir mereka Karna sudah berulang tahun. Tampak Mobil Andre memasuki halaman Mall Yang Inisial Mall C. W.


Dimas dan Anton sudah melihat Andre berjalan. Dimas dan Anton saling mengkode dengan menaikkan alis mereka, secara bersamaan, iseng. Sepertinya ada yang mereka rencanakan, yang akan membuat Andre kesal.


Dimas dan Anton yang tadi menyimpan kedua tangannya ke belakang. Seperti memegang sesuatu. Memperlihatkan barang yang mereka sembunyikan. Dan merekapun kompak bernyanyi, tetapi dengan nada buruk dan setengah berteriak. Wajah Andre yang bahagia berubah sangat kesal.


Bagaimana tidak kesal. Anton dan Dimas menyimpan Topi Ulang Tahun Yang Biasa di pakai anak 5 tahun jika berulang tahun. gambar kartun dan model kerucut. Dan meniup terompet yang memanjang jika di tiup. Milik Anak Balita juga. Dan mereka bernyanyi Selamat Ulang Tahun dengan nada yang sangat buruk dan berteriak.


"Selamaaaaat....Ulaaaaang....Tahuuuuun, kamiiii....Ucaaaaaapkan."


Andre sangat kesal, Beberapa pengunjung tertawa geli melihat tingkah konyol mereka. Andre bertambah kesal, dan menendang kedua sahabatnya. Anton dan Dimas menghindar dan merekapun berlari dan tertawa terbahak, dengan Andre yang berteriak kesal mengejar mereka.

__ADS_1


Mereka memang Tiga sahabat yang sangat konyol dan menggelikan.


Mereka terus berlari, bahkan di atas tangga eskalator, mereka masih tetap berlari dan tertawa terpingkal dengan topi ulang tahun yang ada pengikat, di lehernya masih duduk manis diatas kepala mereka. Mengundang senyuman pengunjung yang mereka lewati.


Setelah lelah berlari, Andre berteriak dan mengatur nafas.


"Singkirkan Topi Sia*an itu di kepala kalian."


Anto dan Dimas jongkok dan memegang lutut mereka. Dan mengatur nafas.


"Dasar Pria gend*Ng, Percuma wajahmu tampan tidak bisa bercanda. Dasar makhluk es."


Kata Dimas, kesal. Dan Anton cuma bisa mengangguk karna mengatur nafasnya yang ngos - ngosan.


Anton melepas topinya dan melepas topi Dimas.


Andre mendekati mereka. Dan merekapun saling merangkul bahu masing - masing. Mereka pun kompak memilih barang. Dan sesekali Andre berteriak dan menyimpan barang yang di pilih Dinas, yang harganya sangat tinggi. Dan Dimas pun sangat kesal, dan meneriaki Andre sangat pelit.


Anton hanya bisa terkekeh Melihat kedua sahabatnya yang tak pernah akur.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2