Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 117


Keesokan harinya. Irene bangun duluan. Dan alangkah kagetnya. kepalanya masih sakit. Tapi pergulatan liarnya dengan Andre masih sedikit terbayang dan Alangkah kagetnya Irene yang sudah sadar dari pengaruh minumannya. Dan melihat wajah yang berbaring disebelahnya adalah Dimas.


Dia pun panik. Marah dan depresi berat. Irene memang gadis bebas sudah terbiasa dengan lelaki tapi batas memakai pakaian. Tapi ini...dia merasa selangkangannya sangat perih. Diapun mengangkat selimut dan melihat tubuh polosnya dan ada sedikit bercak darah di pahanya. Dan banyak tanda merah di badannya. terutama bagian dadanya Dia pun histeris dan menangis dan memukuli Dimas.


Dimas kaget dan terbangun. Dan melihat irene saat ini, di penuh air mata dan sedang memukulinya.


Diapun bangun dan menahan pukulan Irene yang tangan satunya, memukulnya dan tangan lainnya memegang selimut, menutupi tubuh polosnya.


"Kenapa kamu lakukan ini padaku, Dimas....


Kamu telah merenggut Mahkotaku Tampa ijinku...dan memanfaatkan aku...Huhuhu...huhu...


aku tidak akan memaafkan mu.... Lelaki kurang ajar...Bang*at...


Kepar*t.!!!"


Irene terus memukuli Dimas, dan Dimas mencoba menangkap tangan Irene, dan mencoba memeluknya. Tetapi Irene sangat marah, mendorong dan memukul. Terpaksa Dimas bangun dan mempertontonkan tubuh polosnya. Dimas berdiri menghadap Irene.


Irene merasa canggung Melihat tubuh Dimas yang polos. Irene cepat membuang muka. Dia sempat tergugah dan dadanya berdetak kencang, melihat tubuh atletis Dimas yang kekar dan putih bersih terawat. Diapun memalingkan wajah dan menutup wajahnya dan menangis.


Dimas akhirnya masuk ke kamar mandi, dan membersihkan diri. Dan keluar dan melihat irene berbaring membalik badannya, yang bahunya masih terguncang menangis.


Dimas segera memakai pakaian dan duduk di belakang punggung Irene.


"Maafkan aku Irene. Aku mencintaimu dan akan bertanggung jawab."


"Kamu sangat jahaaat....Dimas...Huhuhu...


huhu kamu mamfaatkan ketidaksadaran ku. Kamu sudah merusak kesucian ku...Huhuhu..huhu..."

__ADS_1


Terus menangis.


"Maaf kan aku Irene..."


"Keluar.....Kepar*t...."


Berteriak marah dan berbalik dengan air mata membasahi seluruh wajah cantiknya. Melempar Dimas dengan bantal.


"Kita di hotel Irene. Tolong kita keluar bersama dan pakai masker ini. Kamu artis sangat bahaya karir dan keluargamu."


"Bangs*t..."


Melempar Dimas dengan bantal kembali.


Baiklah Irene aku keluar dulu. Mandi dan berganti pakaian.Aku akan masuk 1 jam lagi.


Dimas pun keluar kamar dan berjalan keluar dan masuk duduk di mobilnya dan pikirannya menerawang.


"Bagaimana jika Irene membenciku?. Sedangkan aku sudah mulai mencintainya. Tubuhnya sudah menjadi candu untukku. Bagaimana jika dia hamil?


Apakah aku sudah benar - benar mencintainya?"


Dimas mengucek rambutnya kesal dan frustasi.


Ada sedikit penyesalan tapi mau di apa nasib sudah jadi bubur. Dan dia akan bertanggung jawab.


"Tapi apakah Irene mau...dia sangat membenciku saat ini."


Dimas sangat stress dan mengucek rambutnya kasar dan wajah tampannya kasar.


.Dimas pun memejamkan matanya dan mulai bermain ponsel.

__ADS_1


Sedangkan Irene masih sangat shock dengan kejadian yang menimpanya. Diapun dengan terseok masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Dia menggosok tubuhnya dan merasa jijik dengan tanda merah yang banyak di tubuhnya, air matanya terus meleleh membasahi pipinya.


Lama dia di kamar mandi. Dan akhirnya keluar dan memakai pakaiannya kembali. Irene merenungi nasibnya dan menyesalinya. Kenapa harus Dimas yang merenggut kehormatannya.


Tak berselang lama. Dimas masuk. Tatapan kebencian dari Irene membuat Dimas sangat merasa bersalah.


Diapun memberikan masker ke Irene.


"Mari kita keluar dari sini. Biarkan aku mengantarmu. Jangan sampai ada yang mengenalimu.


Irene hanya terdiam dia tidak tahu. Dia sangat membenci Dimas dan tidak ingin berbicara dengannya. Dia hanya menatap Dimas dengan tatapan kebencian.


Dimas termenung.


"Mengapa hatiku begitu perih dan sangat menyesali perbuatan ku. Aku sudah menyakiti hati dan tubuh gadis yang sudah mulai kucintai.Maafkan aku Irene."


kata - kata itu hanya ada dalam hatinya.


Irene memasang masker dan mengikuti Dimas. Dan berjalan tertunduk. Dengan memakai masker. Irene terus berjalan keluar dan Dimas membukakan pintu. Irene masuk ke dalam mobil dan air matanya meleleh di kedua pipinya.


Melihat hal itu, Dimas sangat sedih. Entahlah setiap dia melakukan hal itu. pada wanita lain tak ada penyesalan. Tapi dengan Irene. Dimas merasa sangat bersalah. Telah menyakiti hati dan wanita yang mulai di cintainya.


Dia mengantar Irene ke depan Discotik Karna Mobil Irene pasti dia simpan disana.


Sesampai di sana dan memarkir mobilnya. Irene langsung keluar dan tidak memperdulikan Dimas.


Dimas hanya bisa memandangnya dengan hati yang perih.


Irene masuk ke dalam mobilnya dan menangis sepuasnya di dalam mobilnya.


"Mengapa harus Dimas mengapa bukan Andre."

__ADS_1


Terus menangis tersedu - sedu.


Bersambung


__ADS_2