
Part 24
Martha terus memijat Andre dengan semangat,
"Mas Andre, saya pijat juga paha mas Andre ?."
Andre mencium aura modus, " Tidak usah Martha, awalnya sih " paha " Tetapi nanti yang dipijatnya lain.
Martha pun tersipu malu, mengerti maksud Andre, dia pun memukul manja bahu Andre, serta berteriak manja.
"Aaaaaaaahh !! mas Andre, genit deh,...!!!!" mencubit manja pipi Andre.
Andre cuma tertawa, melihat tingkah Martha yang baginya sangat lucu, lain halnya, dengan pekerja salon yang lain, sangat jengkel dengan tingkah Martha.
"Lihat tuh, nenek sihir, yang hidup di dua alam, senyumnya diatas narsis, berbau modus. Kalau kita khan wajar."
"Iya tuh, dasar Martha genit, untung dia jabatannya diatas kita, kalau tidak kita keroyok saja."
"Ha !! ha !! Temannya yang lain tertawa, juga pelanggan yang lain.
Martha tidak sadar, lagi dijadikan sasaran ngerumpi alias gosip sama pekerja salon yang lain.
Dia masih betah memijit bahu Andre, sesekali mencolek dagu dan pipi Andre mesra.
Andre hanya bisa tersenyum dan tertawa, melihat tingkah Martha yang sangat lucu, terpantul di cermin didepan Andre.
"Mas Andre, bawa dong Martha jalan - jalan" merengek manja.
Andre pun tertawa. " Ha..ha..ha !!! tidak mau Martha, nanti kamu ketemu temanmu, kamu bilang aku piaraan mu lagi."
Martha tambah merengek dan memukul - mukul manja bahu Andre.
"Aaaaaaaahh.. !!! Mas Andre, emangnya mas Andre kucing."
Andre tambah tertawa melihat Martha, yang merengek manja dan jawabannya terasa lucu di telinganya.
Andre memang suka mengerjai Martha dan menggodanya.
Martha pun, mulai mengeringkan rambut Andre setelah itu memberinya pelayanan facial muka setelah itu, memberi masker, di wajah tampan Andre, bagian yang disukai Martha.
Supaya puas menyentuh wajah dan pipi yang begitu mulus serta putih bersih dan sangat tampan milik Andre.
Walau Andre Pria, tapi kulitnya sangat putih dan halus, mungkin karna Andre turunan Negara Korea, yang terkenal banyak pria tampannya, yang berkulit putih bersih.
Sementara di ruangan yang lain, Ayuni sudah di lulur, setelah itu, dia pun membersihkan badannya dan mulai memakai pakaiannya lagi.
Mbak Mala membawanya keruangan lain untuk memberikan make up, di wajah cantik Ayuni.
"Ayuni, kamu sangat cantik, seperti Mamamu sewaktu masih muda. Dia sering kemari juga seperti kamu saat ini.
__ADS_1
" Kata Mbak Mala memuji kecantikan Ayuni.
Ayuni hanya tersenyum dan tersipu malu. Benar kata Papa dulu, Mama sangat cantik seperti aku saat ini.
Ayuni mengikuti langkah mbak Mala, keruangan make up.
Di ruangan itu Ayuni pun di make up, Ayuni minta riasan wanita dewasa, dengan lipstik merah maroon..
Rambutnya di ikat naik dan digulung dan di beri penjepit hiasan yang cantik, serta poninya yang panjang di sisakan separuh dan digulung agar panjang bergelombang di sisi pipi kanan dan pipi kirinya.
Ayuni memilih gaun, yang memiliki 2 warna yakni, warna hitam dan merah sangat kontras dengan kulitnya, yang sangat putih bersih seperti salju itu, dengan gaun yang agak terbuka sedikit di bagian bahunya.
Selesai di dandan, Mbak Mala terkesima dengan kecantikan Ayuni. Memiliki mata yang indah di pandang dan bibir yang sangat seksi.
Di dalam hatinya Mbak Mala sangat memuji Ayuni. Anak ini tidak dandan pun sangat cantik dan di dandan pun lebih cantik lagi.
"Sungguh cantiknya ciptaan Yang Maha Kuasa Ini." Gumamnya dalam hati.
Ayuni pun takjub dengan wajahnya sendiri, yang tampak sangat cantik dan dewasa.
Semoga Dewa, akan tertarik denganku nanti, desahnya dalam hati.
Andrepun segera membersihkan wajahnya, dan ke kamar lain berganti pakaian.
Satu set stelan jas, yang di bawanya dari rumah, serta memakai parfum dan minyak rambut yang dibawanya dalam tasnya.
Dengan stelan jasnya warna biru gelap, dipadukan kemeja berwarna biru dan putih dan dasi yang memiliki 2 warna juga yang sama bajunya.
Sangat cocok dan pas di badannya yang tegap dan tinggi, menambah nilai plus ketampanannya.
Andre pun keluar dari ruangan itu, untuk menunggu Adiknya.
Martha sangat terpukau dengan ketampanan Andre, begitupun yang ada di dalam salon itu.
"Mas Andre, mirip sekali dengan Artis Korea, sangat tampan" pujinya dihadapan Andre, sedangkan Andre hanya tersenyum mendengar pujian Martha.
Sedangkan yang lain hanya dapat terpana tampa suara.
Andre pun duduk menunggu adiknya, tidak lama Ayuni pun keluar dari ruangannya.
Andre terdiam mematung melihat Adiknya, dia sangat terpukau dengan kecantikan adiknya, yang tampak lain, lebih cantik, elegan dan dewasa.
Semua yang di ruangan itu, terpukau dengan kecantikan Ayuni yang diatas rata - rata.
Ayuni pun tertunduk malu, dan segera mendekati Abangnya dan merangkul lengannya.
Tampaklah pasangan yang sangat serasi, seperti putri kerajaan yang cantik jelita dan pangeran yang tampan rupawan.
Andre tidak bisa berkata apa - apa, kecantikan adiknya membuatnya terhipnotis.
__ADS_1
Ayu pun menegur. "Abang, cepat bayar tagihannya malu, di lihatin orang.
Andrepun tersadar, dan ke kasir membayar tagihannya.
Martha pun sangat kagum dengan kecantikan Ayuni. hatinya berkata, seharusnya mereka bukan kakak dan adik mereka sangat serasi.
Begitu pun pekerja yang lain, yang sudah tahu mereka bersaudara sama pikiran Martha.
Semua terhipnotis dengan pasangan serasi itu, lain halnya dengan pengunjung, mereka menganggap pasangan kekasih itu, sangat serasi.
Andre pun dan Ayuni melambai ke Martha dan mbak Mala, dan segera berlalu dari tempat itu.
Mereka pun naik ke mobil, Andre mulai melajukan mobilnya ke rumah Arini.
Di dalam mobil Ayuni berkata ; "Abang Andre, Ayuni cantik khan, Abang Andre saja terpana sama Ayuni.
Andre tersenyum dan mulai menggoda Ayuni.
"Iya Ayu, kamu sangat cantik, rasanya Abang mau mencium bibir kamu lagi."
Ayuni pun pasang muka cemberut nya.
"Aaaaaaaahh ...!!! Abang Andre, jangan!!!! Ayu akan mengigit Abang Andre lagi.
Andre hanya tersenyum mendengar jawaban adiknya.
Iya....., tidak sekarang, nanti kalau kita pulang" mencoba menggoda adiknya dan mengerjainya.
Ayuni pun membelalakkan mata indahnya, disertai tawa kecil Andre.
"Ingat Ayu, jangan dekat - dekat apalagi bermesraan dengan seorang pria di pesta temanmu itu, jangan sampai pesta temanmu Abang jadikan.
"Ring Tinju"
Ayu pun bergidik ngeri, Ayu pun bergumam dalam hati.semoga Dewa tidak mendekatiku.
Sampailah mobil mereka di depan pagar tinggi, rumah mewah Arini, dia memiliki halaman yang sangat luas.
Andre pun, melajukan mobilnya pelan, memasuki halaman Arini, yang di pandu oleh Satpam Arini, yang disana sudah banyak mobil terparkir.
Setelah terparkir dengan baik, mereka pun keluar dari mobil dan jalan beriringan. Andre memberikan lengannya untuk Arini.
Sebenarnya Ayuni tidak mau merangkul Abangnya, karna ada Dewa, tapi rasa takut pada Abangnya, memaksanya merangkul lengan Abangnya.
pernak - pernik pesta dan lampu warna warni, menghiasi setiap jalan masuk ke rumah Arini yang dua lantai yang sangat megah itu, bernuansa Eropa.
Kakek Arini orang Eropa, keluarga mereka tajir. selain showroom mobil. Ayahnya juga usaha proverty.
Bersambung
__ADS_1