Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 27


Dewa pun, berjalan beriringan dengan Herman, di sepanjang jalan, betul juga perkiraan siswi di kelas baru Dewa.


Siswi Sekolah pada heboh, mereka ada yang langsung berkerumun ngerumpi, memuji ketampanan Dewa sedangkan yang lain hanya bisa tersipu malu dan terpana.


Maklumlah anak ABG zaman now, mereka pede dan ceria.


Dewa tidak begitu memperdulikannya, saat ini perutnya yang lebih utama dia isi.


Sesampai di kantin, mereka pun mencari bangku kosong dan mulai memesan makanan, tidak beda jauh perjalanan ke kantin, maklum kaum hawa pun pada heboh, walau berbisik tapi matanya tidak melepaskan pandangannya ke Dewa, seorang siswa baru, yang sangat tampan.


Herman tersenyum, di balas senyum balik Dewa. Herman berkata ; "Menjadi orang tampan sangat menyenangkan yah,"


Dewa tersenyum, " Biasa saja kok, Herman, malah terasa tertekan juga sih."


Herman tertawa kecil. "Ha..ha...," iya sih, tertekan enak."


Dewa pun tertawa, Ha..ha...ha...., ada - ada saja kamu Herman."


Herman pun, melihat ke depan dan memberitahu Dewa apa yang di lihatnya.


"Dewa, mau lihat bidadari sekolah ini, tengok ke belakang."


Dewa pun membalik badannya, dia cukup kaget, dan bergumam dalam hati. salah satu cewek itu, adalah wanita di lampu merah itu, yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama, syukurlah saya bisa lebih sering melihatnya, dan semoga beruntung menjadi pacarnya.


Dewa pun tersenyum sendiri, berkhayal menjadi pacar gadis itu, sudah membuat hatinya sangat senang dan tersipu.


Dewa membalik badannya kembali ke herman, disambut senyum Herman.


"Bagaimana Dewa, cantik khan,? Mereka bernama Ayuni dan Dea, gadis yang cantik dan wajah yang sangat manis itu, namanya Ayuni yang duduk sebelah kiri, dia sangat cantik dan banyak sekali penggemar, dibanding Dea." Herman mengedipkan mata pada Dewa.


Dewa tersenyum, Herman melanjutkan penjelasannya.


" Jika Ayuni, menurutku dan hampir semua siswa disini, berpendapat demikian. bahwa Ayuni, jauh lebih cantik karna selain cantik jelita diapun sangat manis, tidak pernah bosan mata memandangnya, semakin di lihat semakin cantik dan tidak pernah bosan mata memandangnya."


Dewa menengok sebentar melihat gadis yang duduk disebelah kiri. Gadis itu memang sangat cantik, gumamnya dalam hati, menengok kembali ke Herman, kembali mendengarkan penjelasan teman sebangkunya itu.


"Di sebelah kanan itu Dea, memang dia cantik juga, sama seperti Ayuni, tapi menurutku Ayuni lebih cantik." Herman memuji Ayuni, melanjutkan lagi penjelasannya.


"Hampir semua siswa disini, mengidolakan Ayuni, jika Dea banyak juga yang mengidolakannya, tapi dia orangnya tidak suka basa - basi dan terkadang galak, jadi jika lelaki lemah hati, belum berjuang sudah menyerah." Herman menatap Dewa, menunggu komentar temannya yang sangat tampan itu.

__ADS_1


Dewa bergumam dalam hati, wanita itu, benar sesuai gadis idamanku, wanita sangat cantik, energik, dan sedikit pemberontak, aku suka sekali tantangan dan wanita yang membuatku selalu penasaran dan cuek sangat sesuai dengan wanita yang selalu ku idamkan, sudah beberapa wanita kucoba dekati, tapi semakin lama mereka terlalu nampak menyukaiku, dan itu membuatku keinginan untuk mencintai hilang begitu saja di hatiku.


"Dea" ...., kayaknya aku sudah jatuh cinta padamu, gumam Dewa dalam hati.


Herman mengerutkan keningnya, melihat Dewa senyum - senyum sendiri, tampa berkata apa - apa.


Kembali ke pesta Ulang Tahun Arini, Semua tampak riang kembali, acara tiup lilin pun, di iringi tepuk tangan dan nyanyian serempak dari para tamu, bergema di ruangan.


"Happy Birthday to you. Happy Birthday to you. Happy Birthday, happy Birthday. Happy Birthday to you." Semua menyanyikan bersama.


"Selamat ulang tahun, kami ucapkan. Selamat panjang umur, kita khan doakan." Kembali bernyanyi bersama.


Setelah nyanyian selesai, didampingi keluarga tercintanya, Ayuni meniup lilinnya, disertai tepukan meriah para tamu, keluarga dan teman sekolahnya.


"prak.., prak...., prak....,!!!!!" bunyi riuh para tamu dan keluarga bertepuk tangan.


Arini memotong kuenya dan memberikan pada Papa, Mama dan Adiknya.disambut Papa dan Mamanya serta Adiknya dengan menerima kue sambil memeluk Arini, penuh sayang dan mencium kedua pipinya.


Setelah itu Acara bersantai pun tiba, Arini dan keluarga mempersilahkan para tamu untuk menikmati makanan dan minuman yang sudah dipersiapkan oleh Orang Tua Arini, di sebuah meja besar yang terhidang beraneka ragam makanan serta minuman dan kue.


beberapa pelayan sudah dipersiapkan untuk melayani tamu undangan yang ingin menikmati makanan dan minuman serta kue yang beraneka ragam, dan masakan yang beraneka ragam dari restoran terkenal di kota Bandung ini, yang dipesan khusus Mama Arini, untuk pesta Ultah Arini


Setelah acara menikmati hidangan jamuan Tuan rumah, tibalah saatnya acara hiburan dan yang ingin menyumbang lagu pun boleh maju ke panggung.


Setelah itu, Mas MC membacakan acara santai, yakni bergoyang, dengan menikmati musik DJ, mulailah DJ memutar musiknya.


Musik DJ pun, di mainkan dengan musik yang energik dan menghipnotis tubuh untuk bergoyang. Setiap dentuman irama DJ, bagai aliran listrik di dalam tubuh yang menggerakkan badan untuk terus bergoyang.


Tampak banyak teman Sekolah Arini, mulai bergoyang ceria.


Tampak Andre, berdiri disamping Ayuni, sesekali mengambil tangan adiknya, dan mengangkat tangan kanan Ayuni dan mengarahkan untuk membuat badan Ayuni berputar.


Sedangkan Dea hanya tertawa melihat tingkah kedua kakak beradik itu dan sesekali Dea juga meminta, Andre untuk memegang tangannya, dan berputar seperti Ayuni, sesekali Dea memeluk Andre, walau tampa balasan pelukan dari Andre.


Dea mengambil setiap kesempatan yang bisa membuatnya dekat dengan Andre, dan tetap berharap suatu hari nanti Andre akan membalas cintanya.


Andre mengikuti saja permintaan kedua bocah cantik itu, sedangkan di sudut tempat lain, kedua pasang mata Dewa menatapnya dengan sendu, hatinya terbakar rasa cemburu, melihat gadis pujaannya kelihatan mencintai orang lain, selain dirinya.


Tampa dia ketahui, ada sepasang mata juga, sesekali menatapnya dengan sendu, itu adalah sepasang mata milik Ayuni, yang sesekali dia tutupi dengan tersenyum, takut Abangnya melihatnya.


Ayuni melihat, betapa Dewa selalu melirik ke Dea, dengan tatapan cemburu, jika Dea memeluk Abangnya.

__ADS_1


Sungguh hatinya sangat terluka, membayangkan ciumannya sungguh sangat tidak berarti ke Dewa, pria tampan pujaan hatinya saat ini.


Bagi Ayuni cinta sepihak saja darinya itu, seperti sebuah tamparan yang begitu menyakitkan dihatinya, terasa bagai petir menyambar di dadanya, terasa sangat sakit, perih.


Ayuni merasa dirinya adalah wanita malang, yang tidak memiliki harga diri dan sangat tidak berguna dan berharga.


sungguh ironis dan malangnya diriku, gumamnya dalam hati.


Matanya mulai berkaca, tapi cepat dia tutupi dengan tertawa lebar, melihat Abangnya dan Dea.


Andre pun, mulai jenuh dan ingin segera pulang. Andre memang bukan pecinta pesta.


"Ayuni, ayo kita pulang, Abang sudah jenuh."


Ayuni mengangguk setuju, hatinya juga sudah sangat terluka saat ini, pergi dari sini adalah yang terbaik untuknya.


Lain halnya dengan Dea, sampai pagi pun dia akan betah, karna ada pujaan hatinya, Abang Andre.


Dea hanya bisa tersenyum tipis, dan mengangguk kepala dengan lemah.


Mereka pun mencari Arini dan teman sekelasnya dan para guru dan lainnya, untuk berpamitan, setelah itu minta pamit kepada orang tua Arini.


"Arini, trima kasih atas undangannya dan jamuan nya." ujar Ayuni sambil memeluk Arini begitu pula dengan Dea melakukan hal yang sama, jika Andre sekedar bersalaman, dengan senyuman terhias diwajahnya yang tampan.


Arini menyambut hangat, pelukan Ayuni, dan Dea, dan jabatan tangan Mas Andre.


"Trima kasih banyak. telah bersedia hadir di pesta ku, saya sangat senang dengan kedatangan kalian." Dengan senyuman penuh keceriaan


Tidak berselang lama, sebagian teman sekelas juga, sudah ada datang pamitan beserta para guru dan staf serta kepala sekolah, sedangkan yang lainnya masih sibuk berpesta.


Arini sebenarnya, sangat menyukai Andre, tapi melihat Dea saingannya, yang jauh lebih cantik darinya, membuatnya harus mundur perlahan dan mencoba melupakan Andre.


Dulu Arini, sangat mengidolakan Dewa yang termasuk siswa paling tampan dan populer di sekolahnya dulu, tapi Dewa tidak pernah memperhatikan dirinya.


Bahkan Arini sudah menembak duluan ke Dewa, agar Dewa berkenan menjadi pacarnya, tapi Dewa berkata ; saat ini saya belum ada keinginan untuk berpacaran, saat ini menjadi teman jauh lebih baik.


Bahwa bukan Arini saja yang mendapat penolakan oleh Dewa, siswi lainnya pun, yang mencoba mengutarakan cintanya kepada Dewa, bernasib sama dengan Arini.


Seputar percintaan Dewa pun misterius, karna di sekolahnya dahulu, tak ada yang menjadi pacar Dewa, entahlah jika di luar sekolah.


Arini menghela nafas dengan berat, dia pun berjalan mendekati Dewa, yang terlihat bersama teman sekelasnya.

__ADS_1


Bagaimanapun, Dewa tamu undangannya, dia akan tetap menghargai dan mendatanginya, walau sekedar bertegur sapa.


Bersambung


__ADS_2