Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 29


Arini mendekati Dewa dan temannya, melihat Arini mendatanginya, Dewa tersenyum menyambut Arini, mereka pun bersalaman.


"Hai Dewa,!! Trima kasih mau datang di pesta Ultahku." mereka bersalaman dengan hangat.


"Hai Arini,!! Trima kasih juga, telah mengundangku. Kita teman sudah seharusnya datang." ucap Dewa tulus.


Arini tersenyum ceria, mendengar ucapan Dewa.


"Oh ya, Dewa sudah ada pacar? kenapa tidak di bawa, orang setampan kamu, pasti banyak yang menyukaimu, termasuk aku dulu." Arini tertawa kecil.


Dewa pun tersenyum lebar, tapi tak berkata apa - apa, mengenang masa lalu, menolak halus wanita di depannya ini, pasti membuat Arini bersedih hati, lebih baik tidak membahasnya.


Dewa berpikir, sudah waktunya minta pamit pulang.


"Arini, maaf sebelumnya, saya mau pamit pulang dulu, sekali lagi sy berterima kasih telah mengundangku. Sy doakan semoga selalu sehat dan panjang umur." mengulurkan tangannya untuk bersalaman kembali.


Arini menyambut tangan Dewa, menjabatnya dengan hangat, dengan senyuman yang manis.


"Makasih byk Doanya, dan kedatangannya."


Setelah bersalaman di ikuti dengan temannya, Dewa pun, meninggalkan rumah Arini.


Diperjalanan pulang, Dewa selalu terbayang dengan wajah Dea, yang sangat bahagia memeluk pria yang tampan itu, yang menurut Herman dia adalah Abang Ayuni.


Melihat Abang Ayuni yang sangat tampan, membuat Dewa cemburu dan ada rasa takut, Dea tidak akan menerimanya, padahal saat ini, wanita itu sudah membuatnya jatuh cinta.


Di mobil pun, Ayuni pura - pura memejamkan matanya, hatinya perih, rasanya ingin menangis, cintanya bertepuk sebelah tangan.


Andre hanya melirik Ayuni, Andre berpikir Adiknya sedang tidur, Andre mengelus pipi Ayuni dengan lembut.


Andre pun melajukan mobilnya, menyusuri jalan yang sangat ramai.


Dimalam hari, kota Bandung sangat ramai, lampu yang menghias jalan, juga di depan toko, kios, rumah, atau kantor, sangat terang benderang oleh sinar lampu berbagai warna yang meliuk dan berkedip kedip seperti warna pelangi, dari yang biasa terangnya, sampai yang terang benderang, sangat indah di pandang mata.


Tak terasa sampailah Andre, dirumahnya yang selalu membawa kebahagiaan, yang di penuhi oleh orang - orang yang di cintai Andre, maupun yang mencintainya dengan tulus tampa pamrih, walau tidak terlahir dari rahim mama Ayuni, tapi cinta mereka sangat tulus padanya yang tidak pernah membedakannya dengan anak kandung mereka sendiri, yakni Ayuni.

__ADS_1


Andre memarkir mobilnya di garasi, dia pun keluar dari mobilnya, menutupnya dan berputar membuka pintu mobil disebelahnya.


Tampaklah adiknya tertidur pulas, padahal Ayuni tidak tidur, dia hanya ingin menutupi keresahan hatinya.


Andre mencium kening adiknya, dan mulai mengangkat tubuh adiknya, mengeluarkan tubuh adiknya dengan sangat pelan, dan menutup pintu mobil dengan pinggangnya.


Perlahan Andre berjalan, dengan mengangkat tubuh adiknya, Andre menatap sesekali wajah adiknya, yang sangat cantik dengan riasannya.


Sesampai didalam kamar Ayuni, Andre membaringkan adiknya.


Setelah membaringkan adiknya, Andre membelai rambut adiknya, mengelus pipinya, mencium keningnya.


Ayuni sangat tersentuh dan terharu dengan perlakuan Abangnya, yang begitu menyayanginya.


Wajah Dewa terbayang kembali, tatapan cintanya ke Dea itu, membuatnya sangat tidak berharga.


Ayuni tidak bisa lagi menahan air matanya, dia menangis, air matanya telah keluar membasahi pipinya yang putih bersih.


Andre kaget, melihat adiknya menangis, Andre berkata " Ada apa denganmu sayang? sedang mimpi sedih apa, yang membuatmu sangat terluka.?" menghapus air mata adiknya, berbaring di dekatnya dan memiringkan badan Ayuni, dan membawanya kedalam pelukannya, mendekap adiknya dengan hangat.


Mendapat pelukan dari Abangnya, yang begitu hangat, Ayuni bertambah sedih, dia menahan air matanya, tapi tetap keluar juga,


Andre terus mencium rambut dan kening adiknya dengan penuh rasa sayang, hatinya kalut dan bertanya, tapi Andre tersenyum kembali, Andre berpikir Bocah ini sudah mimpi berciuman dengan seorang pria, semoga kali ini dia diputuskan oleh lelaki itu.


Bocah ini berani berciuman dalam mimpi jadi mungkin saja saat ini, Ayuni menangis dalam mimpi karna lelaki yang tidak jelas itu, memutuskannya.


Andre tersenyum penuh kemenangan, dan memeluk adiknya lebih erat dan mencium keningnya kembali.


Tak terasa Andre tertidur dengan memeluk adiknya, begitupun dengan Ayuni terlelap tidur dalam pelukan abangnya.


Mereka tampak seperti sepasang suami istri, yang saling menyayangi dan tak pernah terpisahkan, sangat romantis dengan posisi bibir Andre di kening adiknya, sampai dia tertidur lelap dalam buaian mimpi mereka masing - masing.


Keesokan harinya, di pagi hari, Ayu lebih duluan bangun dan tersadar dia masih dalam pelukan Abangnya, bahkan bibir Abangnya masih menempel di keningnya.


Ayuni menatap Abangnya penuh sayang, membelai pipinya dengan sayang dan mencium kening, hidung dan pipi Abangnya.


"Cup...., Cup....., Cup.....,"

__ADS_1


Didalam hati Ayuni berkata, Abang trima kasih telah menyayangiku setulus ini, di saat aku sangat sedih, Abang Andre selalu ada di dekatku, menghibur dan menjagaku.


Ayuni tidak sadar, kalau Abangnya sudah terjaga, sewaktu Ayuni membelai wajah Abangnya dan mulai menciumnya.


Andre membuka matanya, memonyongkan bibirnya ke depan, mencoba menggoda adiknya.


"Ini bibirku, belum di cium." Ayuni menekan bibir Abangnya dengan jarinya.


"Abang ternyata sangat jelek, jika bibir Abang di majukan begitu."


Mencoba membuat Abangnya kesal, Ayuni tertawa lepas melihat wajah Abangnya yang sudah berubah cemberut.


"Tidak kok, Ayuni hanya bercanda, di lihat dari manapun Abang Andre sangat tampan." mencubit pipi Abangnya dengan mesra.


Wajah Andre yang cemberut berubah riang dan tersenyum lebar, Andre merangkul adiknya, menurunkan wajahnya ke dada adiknya, merapatkan pipinya disana.


Ayuni berubah kesal, " Abang jangan memeluk begitu, seperti ibu dan anak saja."


Andre pun tertawa dan melepaskan adiknya dan beranjak turun dari ranjang adiknya, Andre tidak mau menanyakan mimpi adiknya, nanti ada waktu yang pas baru membahasnya.


"Sana mandi, bersihkan riasan mu itu, yang sudah seperti emak - emak 3 anak."


Ayuni sangat kesal di bilang emak - emak 3 anak.


"Abang.......,!!!! ngeselin banget,!!!!.....,!!!"


Andre tertawa lepas, meninggalkan adiknya yang sangat kesal dengannya, sambil berucap kembali.


"Tidak percaya,!!!! ngaca sana, mukamu masih mending saya bilang emak - emak, sebenarnya sudah sangat mirip hantu kunti,!!! mana ada lelaki yang mau, melihatmu,!! melihatmu seperti itu, langsung pada kabur."


Ayuni tambah kesal, meloncat dari ranjangnya dan ingin memburu Abangnya, yang sudah berlari kecil meninggalkan Ayuni yang sudah mengamuk.


Tetapi Ayuni sempat menoleh ke cermin, Ayuni pun sadar, berubah takut melihat wajahnya sendiri yang sangat menyeramkan, akibat menangis, tadi malam.


Maskara mata yang dia gunakan, sudah meleleh di kedua pipinya. Saat ini pipinya dan pinggir matanya menghitam, seperti hantu kuntilanak.


Ayuni pun berteriak ketakutan, melihat wajahnya sendiri, dan segera berlari masuk kedalam kamar mandi, membersihkan wajahnya.

__ADS_1


"Aaaaaaaahh........, tidaaaaak......,!!!!"


Bersambung


__ADS_2