Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 41


Waktu terus bergulir, Andre masih tertidur dengan Ayuni, Saat ini Wajah Ayuni sudah telungkup di perut Abangnya dan tangannya sudah di atas benda terlarang Abangnya. Ayuni terus merabanya, jari jemarinya terus meraba naik turun.


Andre terbangun, dan kaget, Merasakan sang predatornya sudah terbangun dalam tidurnya, dan ada tangan yang menganggu nya. dan Pipi Ayuni sudah menempel di perutnya. tangan Ayuni sudah aktif meraba Benda terlarangnya.


Andre sangat panik melihat perbuatan adiknya, Andre segera bangun dan mengangkat adiknya, menjauh darinya.


Ayuni terbangun, Andre cepat membelakanginya dan berlalu meninggalkan adiknya, Karna dia tidak mau Ayuni melihat Barang pribadinya yang sudah menonjol di celana kain sebatas lutut yang di pakainya.


Ayuni terbangun dan langsung duduk dan terbengong melihat Abangnya, langsung pergi, seperti membuat kesalahan besar.


"Ada apa dengannya, jangan - jangan dia melakukan hal tidak senonoh padaku." Mengintip ke dalam bajunya, semua masih utuh.


Ayuni bangun dan masuk ke kamar mandi cuci muka dan mandi. Setelah mandi berpakaian dan keluar kamarnya dan mencari Abangnya di kamarnya,


Aku harus buat perhitungan dengan Abang Andre, Mengapa dia sangat mencurigakan.


Tampak Andre sudah mandi pula, tapi masih menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya.


Ayuni masuk ke dalam kamar kakaknya, dan bertolak pinggang.


"Abang, kamu pasti berbuat tidak senonoh padaku, kenapa langsung pergi dari kamarku tidak permisi, kamu mengintip badanku yah."


Dengan wajah kesal.


"Hah......! Apa....? Mengintip kamu....!!.


Ogah....aku mengintip badanmu, yang kurus begitu, benjolan di dada kamu itu, sama sekali tidak menarik, dasar bocah mesum!!." Membulatkan Matanya.


"Abang.....!! bedakan kurus dengan ramping. Berarti Abang, mengaku sudah mengintip badan aku!!" Membulatkan mata indahnya.


Andre sangat kesal, menggaruk kepalanya, yang rambutnya masih basah.


Ayuni mengakui ada kekaguman melihat ketampanan Abangnya, Apalagi sekarang, Abangnya, dengan rambut basah, tidak memakai baju, kulitnya sangat putih dan bersih, memiliki dada bidang dan kotak - kotak sangat atletis, menambah ketampanannya.


Ayuni mendekat, dan memegang handuk Abangnya, segera di tahan oleh Abangnya. Mata Andre membulat sempurna, tidak menyangka adiknya yang sangat dia cintai sangat nekat mau membuka paksa handuknya.


"Apa - apaan kamu Ayuni.....! lepaskan, Abang tidak pakai dalaman, Dasar bocah mesum!!!." Kata Andre dengan suara tegas.


"Abang itu, yang mesum, sudah mengintip badanku, aku juga harus mengintip badan Abang, buka sekarang,!!!" Menarik paksa handuk Abangnya.


Andre sangat panik, Dia menangkap tangan Ayuni, mencoba menjelaskan dengan nada yang sangat panik, tidak menyangka adiknya senekat itu, rasanya ingin berteriak tapi nanti semua datang ke kamarnya dan melihatnya. Sungguh memalukan.


"Aku pergi tadi buru - buru dari kamarmu, malah aku takut denganmu.!! " Kata Andre kesal.


"Jangan memutar balikkan keadaan Abang,!! akhir - akhir ini Abang selalu menjadikan Ayuni pacar cadangan, wajar aku curiga !!!" membulatkan matanya, dan tangannya masih berpegang, di lilitan handuk Abangnya.


"Apa........!! Teriak Andre pelan dan nada yang sangat kesal.


"Ayuni jangan salah paham Malah aku berlari Karna takut denganmu......," Kata Andre Masih panik.


"Memangnya Ayu, hantu Abang takuti, basi alasan kamu Abang.!!" Jawab Ayu sangat kesal.

__ADS_1


"Asal kamu tahu Ayuni, dasar bocah mesum....!!


kamulah yang tadi berbuat tidak senonoh kepadaku! dengan sudah meraba barangku, bahkan mengelusnya, kamu itu, sangat mesum Ayuni.... !! aku jadi sangat takut kepadamu.!!!" Kata Andre sangat kesal.


"Aish .......!!!


Bocah ini, sungguh menyebalkan....!!


Andre terus mengomel.


Ayuni terdiam. Apa betul seperti itu,? Gumamnya dalam hati.


Melihat adiknya terdiam, telapak tangan Andre, yang satunya masih memegang handuknya dan telapak tangan yang satunya menangkap wajah Adiknya, dan mendorongnya.


" Bahkan wajahmu ini, sudah menciumnya, dan jika aku tidak cepat bangun, entah bagaimana nasib perjaka aku, dan aku sangat takut kepadamu, makanya berlari dari kamarmu. dasar bocah mesum.....!! Kata Andre dengan wajah sangat frustasi.


Ayuni, menggaruk kepalanya dan mencoba mengingatnya, tapi dia tidak mengingatnya. Hanya mengingat sesuatu.


"Ayuni tadi bermimpi mengelus batang pohon saja Abang........!! mencoba membela diri.


" Itu bukan batang pohon, kamu elus. itu barang aku yang kamu raba, sekarang kamu mau melihatnya, ! Aish.....!!!


Dasar bocah mesum." Andre membelalakkan matanya.


Ayuni berhenti menegang handuk Abangnya, dan duduk di pinggir ranjang Abangnya, sambil menggaruk kepalanya.


Andre menggaruk kepalanya kembali, dan menghentakkan kakinya.


"Aish......!!! Bocah ini, sana pergi ke kamarmu, apa lagi yang kamu tunggu.....!!!


"Ha....ha....ha.....Seorang Playboy ketakutan karna Aku, oh ya Abang, aku khan tidak sengaja, lagi pula aku dalam keadaan tidur, jadi itu derita kamu Abang, oh ya Abang melihatmu setengah telanjang seperti itu, Abang sangat menggemaskan, sini Ayuni cium.


"Tidak mau.....!


sekarang kamu ke kamarmu, Abang mau berganti pakaian!!." Kata Andre dengan nada kesal.


Ayuni berdiri dan langsung memeluk Abangnya, dan mencium dada Abangnya.


"Abang sangat wangi dan harum, biarkan Ayuni peluk sebentar saja, yah."


Andre membiarkan adiknya memeluknya, tapi dia masih memegang handuknya, jangan sampai Ayuni melakukan hal yang dia tidak inginkan..


"Sudah, cepat keluar kamarku...!!!


aku sangat takut denganmu!!"


Ayuni melepaskan pelukannya, dan berbalik pergi.


Andre bernafas lega, dia tidak menyangka adiknya nekat seperti itu, sungguh sangat memalukan, dia pun tersenyum geli sendiri, dan menggelengkan kepalanya.


Waktu terus beranjak dan sore berganti malam, keluarga kecil itu berkumpul di meja makan, menikmati makan malam.


Andre sangat gemas dengan adiknya.

__ADS_1


Bocah ini, sangat polos, seolah tidak merasa bersalah sedikitpun sudah menyentuhku.


Ayuni makan dengan lahap, sambil bercerita dengan papanya, dia tidak memperhatikan ada Abangnya yang menatapnya penuh cinta.


Selesai makan seperti biasanya, keluarga kecil itu, bersenda gurau, tak berselang lama mereka pun berpisah untuk istrahat tidur, di kamar masing - masing.


Andre duluan ke kamarnya, untuk beristirahat, menyusul papa dan mama ke kamarnya, bersamaan Ayuni pun, masuk ke kamarnya.


Dikamar Ayuni gelisah, dia sangat rindu pelukan abangnya, kayaknya dipeluk Abangnya, sudah menjadi candu baginya.


Ayuni bangun dan berjalan ke kamar Abangnya.


Ayuni sudah sampai disana dan membuka pintu kamar Abangnya dan menutupnya. Abangnya sudah terlelap dalam tidurnya. memakai piyama putih polos.


Andre tersadar, ada yang menutup pintu dia bangun dan melihat Ayuni sudah bergerak naik ke kasurnya dan langsung memeluknya.


"Abang, aku rindu pelukan Abang, itu salah Abang sendiri, sering tidur denganku, jadi aku sudah terbiasa.


Andre, mendorong muka adiknya dengan telapak tangannya.


" Pulang sana, di kamarmu jangan menggangguku, kamu itu membuatku takut." Kata Andre kesal.


" Abang, siapa di belakangmu." Kata Ayuni membohongi Abangnya.


Andre memalingkan wajahnya dan menengok ke arah telunjuk Ayuni. melihat Abangnya lengah. Ayuni langsung memeluk Abangnya sangat kuat.


Andre tersadar telah tertipu Ayuni, Andre mencoba melepaskan Ayuni, Tetapi Ayuni semakin memperkuat pelukannya. Akhirnya Andre menyerah dan mencoba menutup matanya.


Ayuni, sangat senang, Abangnya sudah menyerah mengusirnya dan tidak bergerak lagi.


Ayuni memeluk Abangnya, menarik tubuh Abangnya, memeluknya, dan merekapun berpelukan.


Ayuni sangat tenang dalam tidurnya, Sedangkan Andre berperang dalam hatinya.


"Semakin ingin ku lepaskan, pikiran untuk mencintaimu, tapi semakin kuat kamu selalu mendekatiku, Ayuni." Desahnya dalam hati. Akhirnya Andre pun tertidur lelap, mereka saling berpelukan.


**************************************


Malam terus beranjak naik, semakin larut dan semakin larut, dan Akhirnya sang Malam telah tergantikan oleh sang fajar, pagi yang cerah dan membawa harapan yang baru.


Kedua kakak beradik itu sudah berganti posisi, Andre memeluk adiknya dari belakang dengan menaikkan kakinya, di paha Ayuni. dan waktu Andre mau berbalik posisi tidur, spontan mengangkat adiknya sangat ringan, ke arah berlawanan dan memeluknya kembali . Ayuni kaget telah melayang dan terlempar ke posisi berlawanan, dia kebingungan mengangkat kepalanya dan tertidur kembali. Sungguh mereka sangat romantis.


Alarm sudah membangunkan mereka, dan arah jarumnya menunjuk angka 05.30. Pagi.


Andre bangun dan membangunkan adiknya, dengan sedikit perjuangan. Menciumnya secara berulang membuat Ayuni pasti bangun.


Ayuni bangun dan segera ke kamarnya, bersiap mandi, memakai seragam dan pergi ke sekolah, diantar Abangnya seperti biasanya.


Bersambung


Dukung Author dengan vote, like


dengan comment.

__ADS_1


Berikan semangat Author untuk menulis BAB selanjutnya.


Love You All


__ADS_2