Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 25


Andre dan Ayu terus berjalan masuk ke dalam rumah mewah Arini. Terdengar Alunan musik DJ, pertanda pesta Ulang Tahun sudah di mulai.


Tampak Dea, sudah ada berdiri di depan pintu menunggu Ayu dan Andre.


Ayu sangat takjub dengan penampilan Dea, yang sangat cantik. Dea memakai gaun berwarna coklat muda campur warna putih, sangat serasi dengan kulitnya yang putih bersih.


Rambutnya juga, dia gulung naik seperti Ayu, hanya Dea tidak memberi poni. Dea juga make up nya, make up dewasa seperti Ayu, Dea sangat cantik, betapa bodohnya Abangku menolak Dea. Gumam Ayu dalam hati.


Kedua sahabat itupun, saling berpelukan dengan riang.


Dea melepaskan pelukannya pada Ayu, dan Dea berpaling menatap Andre.


Dea sangat kagum dengan ketampanan Andre, tampa berkata apa - apa langsung memeluk Abang Andre. Sepertinya Dea sudah tidak malu lagi memeluk Andre.


Sebenarnya Andre risih juga, Dea bertambah berani dan agresif dengannya, tetapi dia lebih takut pada Ayuni, jika memperlakukan sahabatnya dengan tidak baik.


Dea pun melepas pelukannya, dan beralih ke Ayuni, merangkul lengannya, membawanya masuk ke dalam rumah Arini.


Sedangkan Ayuni hanya tersenyum, dan mengedipkan matanya kepada Abang Andre, disambut tatapan kesal dari Abangnya.


Pestanya di adakan di sekitar kolam renangnya, semua sudah lengkap disana.


Dekorasinya, bernuansa putih. Meja dan kursi berwarna putih, makanan siap saji lengkap dengan pelayannya, juga berbaju putih.


Ruangan khusus untuk musik pun, diberi lampu dan penerangan yang kedap kedip dengan dekorasi seperti di tempat discotik, dan di lengkapi DJ nya juga berbaju putih.


Kue ulang tahun yang cukup besar, dan hiasan disekitarnya, tampak banyak bunga - bunga dengan berbagai warna.


Teman sekolah bahkan guru dan kepala sekolah ada disana, bahkan staf sekolah serta ada tamu yang lain, yang Ayu tidak kenal, mungkin keluarga Arini, dan tamu keluarganya.


Mereka pun takjub dengan kecantikan Ayu dan Dea serta ketampanan Andre.


Arini dan gengnya, datang menyambut Dea dan Ayu, mereka saling berpelukan dengan ceria, setelah itu minta diperkenalkan sama Abang Andre.


"Ayu, Dea!!! senangnya kalian datang, sapa Arini"


"Iya kami juga senang" , jawab sahabat Arini yang lain, hampir bersamaan.


Ayu pun memberikan kadonya dengan Abang Andre ke Arini.


Arini pun sangat senang menerimanya, dan meminta seorang pelayan membawa kadonya ke tempat menyimpan kado tamu yang lain.

__ADS_1


"Ayu, kenalin dong dengan Abang mu!!! "


Ayuni pun tersenyum manis dan menarik Abangnya, untuk bersalaman dengan Arini dan temannya yang lain.


Andre tersenyum, dan mulai menyapa dan menyalami satu persatu teman Ayuni, mereka sangat tersipu malu dan senang bisa bersentuhan langsung dengan Andre. Abang Ayuni yang sangat tampan.


"Selamat ulang tahun Arini," menyalami Arini di sambut antusias Arini, yang sangat senang disapa Abang Ayuni.


"Iya kak!! makasih banyak telah datang di rumah saya." Andre hanya dapat tersenyum manis dan mengangguk, melepaskan tangannya. dan mulai menyalami satu persatu sahabat Arini yang lainnya.


Mereka pun sangat senang berkenalan dengan Andre.


Mereka pun ke tempat para guru, kepala sekolah dan staf dan teman sekelas Ayuni.


Disana pun mereka, saling bersalam - salaman kembali, mereka tampak ceria dan berbahagia.


Mereka banyak memuji Ayuni dan Dea yang sangat cantik dan Andre yang juga sangat tampan.


Ayu gelisah mencari satu wajah yang sudah mencuri hatinya, Ayu menemukannya, Pujaan hatinya Dewa ada, di sudut ruangan bersama temannya.


Dewa sangat tampan dengan stelan jas berwarna hitam, tampak asik mengobrol dengan temannya.


Semua terbawa dengan suasana pesta yang sudah di atur susunan acaranya, oleh MC yang sudah membacakan setiap acara yang akan segera berlangsung, dan tibalah saat meniup lilin dan memotong kue nya.


Disambut tepukan riuh para tamu.


Mas yang membawakan MC untuk susunan Acara, mulai mempersilahkan papa dan mama Arini, untuk memberi sepatah kata untuk anak tersayang mereka.


"Silahkan Papa Dan Mama Arini yang kami hormati, untuk maju ke depan, untuk sepatah kata untuk Ananda Arini."


Arini hanya 2 bersaudara, Arini yang tertua sedangkan adiknya baru ada di bangku SD, adiknya seorang lelaki, bernama Ferry.


Papa dan Mama Arini pun mulai naik ke tempat MC dan Mas MC memberikan mic nya kepada orang tua Arini.


Papa Arini pun mulai membuka suara ; "Anakku Arini yang tersayang, trima kasih telah hadir di dalam hidup kami. Papa dan Mama sangat menyayangi kamu anakku tersayang."


"Sewaktu kecil kamu selalu sakit, dan ada hal yang tidak bisa kami lupakan, adalah saat kamu sayangku, sakit keras, sampai koma selama 1 bulan." menarik nafas dalam.


Papa Arini pun terdiam dan matanya mulai memerah, menahan kesedihan, sedangkan Mama Arini mulai menangis.


Papa Arini menarik nafas beberapa kali untuk sesaat, untuk menenangkan hatinya, dan mulai berbicara kembali.


"Saat itu, terasa dunia berhenti berputar, kami sangat hancur." mengenang masa lalu, sewaktu anaknya sakit keras.

__ADS_1


"Hidup terasa tidak ada lagi gunanya, jika kami harus kehilanganmu." matanya mulai berbinar.


"Setiap hari dan Papa dan Mama selalu menemani kamu, bercerita dengan kamu dan Mama setiap malam mendongeng untuk kamu, kami tidak pernah menganggap kamu koma." menarik nafas lebih dalam lagi.


"Di saat para dokter menyuruh kami menyerah, dan melepaskan selang - selang yang menopang hidupmu, ingin dilepaskan." semakin tidak dapat menutupi kesedihannya, mata Papa Arini mulai berkaca.


"Kami marah dan tidak mengizinkannya, kami yakin kamu akan kembali kepada kami." dengan suara terbata.


Papa Arini menghela nafas kembali, begitu besar kesedihan yang di tahannya. sedangkan Arini sudah dari tadi menangis di rangkul sahabatnya, hatinya sangat sedih dan sangat terharu melihat betapa besar cinta orang tuanya kepadanya.


Mama Arini hanya dapat tertunduk sedih dan menangis dan dirangkul hangat oleh tangan kiri suaminya, kadang memeluk erat dan kadang mengelus. sedangkan tangan kanannya memegang mic.


Papa Arini melanjutkan kata - katanya kembali.


"Kami selalu berbesar hati, jika cinta kami akan membawa kamu kembali lagi, kepada kami." menghela nafas kembali.


Karna, cinta kami begitu besar untukmu, dan baru kali ini kami mengungkapkannya di sini selama merayakan ulang tahunmu, kami tidak pernah membicarakan ini apalagi di hadapan orang banyak, atau pun di setiap pesta Ulang Tahunmu yang selalu kami rayakan setiap tahunnya. Dengan raut wajah mulai ceria kembali.


"Tapi kali ini, kami berani mengungkapkannya, Karna di umurmu yang mulai beranjak dewasa perlu kamu tahu, sampai kapanpun cinta papa dan mama tidak akan pudar sampai kapanpun."


"Trima kasih telah tumbuh sehat dan ceria," sayangku.


"trima kasih telah tumbuh menjadi cantik," cintaku,


"trima kasih Kepada Yang Maha Kuasa."


" Sudah memberikanmu , dalam hidup kami." Membasuh wajah penuh syukur ke Kehadirat Yang Maha Kuasa.


"Kami sebagai orang tuamu sangat mencintaimu, begitu juga dengan adikmu Ferry, yang sangat kami cintai dengan segenap jiwa dan raga kami." Memberikan ciuman jauh untuk kedua anaknya, yang sudah melihat mereka dengan wajah sendu, namun penuh cinta.


"I Love My daughter and My Son We Always Miss you my child and We as Your parents very - very much love you." Memberikan ciuman jauh lagi untuk anaknya.


"Dan kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada tamu, serta kerabat dan sahabat, yang telah berkenan datang di acara ulang tahun anak kami yang tercinta." membungkukkan badan penuh hormat.


"Tapi saat ini kami mengungkapkannya, karna kami sangat bahagia dengan anak - anak kami, semakin hari tumbuh sehat dan bahagia. Sekian dan terima kasih." dengan wajah yang tersenyum bahagia.


Tepukan meriah pun menggema di seluruh ruangan, para tamu pun banyak yang menangis dan terharu.


Sedangkan Ayuni sudah ada dalam pelukan Abangnya, menangis tersedu dia sangat terharu.


Abangnya pun membelai bahu Ayuni dengan sayang, sedangkan Dea pun sudah ada juga disamping kiri Andre, memeluk lengan Andre ikut menangis juga, tapi Andre hanya fokus pada adiknya.


Sedangkan di tempat lain, sepasang mata milik Dewa memperhatikan mereka dengan sirat mata yang terluka, hatinya sakit dan cemburu.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2