
Part 145
Hik hik hik hik..My Readers kenapa pada sepi comment dan like...yah..
sudah berapa Part aku kerja kalian pada menghilang entah kemana.
My Readers ....pada kemana semua nih....EMAK kalian sudah cariiin nih....jangan jauh mainnya kembali ke rumah Doong.....Nanti Emak cubit nanti...kalau bandel....Hihihi...."
Pada sepi comment tak ada like apalagi vote juga hadiah kasian benar nasibmu Author. Hik hik hik hik...pada kemana yah anak - anakku, sudah lama pergi main belum pulang - pulang...😔😔ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Lanjut Part 145
Dea terharu melihat Dewa menangis. Dea melepas ciumannya. dan mengusap air mata Dewa.
"Begitu besarnya cintamu kepadaku Dewa, Seperti inikah yang di rasakan Andre, setelah Ayuni menerima cintanya, seperti saat ini aku sudah mau menerimamu Dewa."
Dea menangis dan Dewa pun menangis terharu.
"Cintai aku sebanyak mungkin Dewa...agar aku juga bisa mencintaimu...bantu aku melupakan Andre. Seperti apa yang di lakukan Andre saat ini, agar Ayuni melupakanmu."
Dewa sangat bahagia dan sangat terharu, Dea sudah mau menerimanya. Diapun mengangguk kan kepalanya dan mencium Dea dengan sangat agresif. Dea pun membalasnya.
Bibir mereka saling menghisap dan bertukar rasa. Bibir Dewa terus menghisap bibir bawah dan atas Dea, tak luput dari tangkapan bibirnya. Dea selalu menyambut setiap tangkapan bibir Dewa dan saling menghisap. Dewa semakin rakus dan sesekali lidahnya menyapu bibir Dea. Lidahnya mulai masuk menyusup di dalam rongga mulut Dea, mengabsen di setiap sudutnya. Dea mencoba mengimbanginya dengan tarian lidahnya pula.
Cukup lama ciuman panas itu beradu dan akhirnya Merekapun melepaskan ciuman dengan nafas tersengal, karna sudah hampir kehabisan nafas. kemudian menghirup oksigen sebanyak - banyaknya. sambil saling mengusap wajah dan bertukar senyum, Setelah nafas mereka kembali normal. Mereka mengulangi ciuman kembali tetapi lebih lembut dan penuh perasaan bahwa saat ini, mereka siap memberi dan menerima dalam menjalin hubungan asmara mereka.
Dewa melanjutkan mencium bibir Dea dengan lembut, menghisapnya bibir Dea lebih lembut lagi. Bibir atas berganti ke bibir bawah, dengan ritme yang pelan dan sangat lembut penuh cinta. Merekapun bertukar rasa kembali. Mereka saling mengecup, Dewa melepas bibir Dea dan mencium seluruh wajah Dea, tak ada bagian yang luput dari bibirnya. Dewa benar - benar menunjukkan rasa cinta yang sangat besar, melalui ciuman lembutnya. Hatinya begitu tenang, telinganya di penuhi nyanyian cinta yang merdu, penciumannya sangat menyukai aroma tubuh Dea yang seperti harum bunga semerbak, pikirannya seperti angin yang melayang dengan bebasnya menuju ke nirwana. Sungguh perasaan yang tiada taranya dan tak bisa di uraikan dengan kata - kata.
"Andre...beginikah rasa yang kamu rasakan saat ini, Cinta kita yang besar dan tulus kepada wanita yang sangat kita cintai, yang awalnya sangat menolak cinta kita.
__ADS_1
Yang akhirnya mau menerima kita. Sungguh hal dan rasa yang tak ternilai harganya, dari apapun yang terindah lainnya di muka bumi ini. Marilah kita menjaga mereka dengan baik Andre dan memberi cinta kita sebanyak - banyaknya, agar cinta yang ada di hati mereka saat ini, kita akan hapus perlahan dan menggantinya dengan cinta kita dan hanya ada nama kita yang yang akan tertera dan tertulis di hati mereka.
Kata hati Dewa terus berkicau mengiringi ciumannya yang begitu penuh cinta dan sayang pada Dea.
Dewa mengakhiri ciuman lembutnya di kening Dea dan memeluknya.
"Trima kasih sayang telah menerimaku, aku akan menjagamu dengan segenap cintaku yang sangat besar untukmu dan hanya akan ada namaku yang akan tertulis di hatimu sayangku.."
"Iya Dewa..aku akan berusaha melupakan Andre dan mulai menerima cintamu."
Dewa sangat bahagia, dia memeluk tubuh Dea sangat erat, saat ini Dea merasa hatinya begitu hangat dan teduh.
"Trima kasih Dewa mau mencintaiku sebesar ini, Saat ini Andre pun pasti melakukan hal ini kepada Ayuni, agar melupakanmu Dewa, seperti yang kamu lakukan padaku saat ini Dewa. Semoga aku dan Ayuni bisa menerima cinta kalian dan hanya ada nama Dewa dihatiku dan nama Andre di hati Ayuni."
Dea bergumam lirih dalam hatinya dan mencium bahu Dewa dan menitikkan air matanya.
Hati mereka telah saling menjawab tampa mereka sadari, bahwa hati mereka saat ini sudah mulai berbincang untuk saling menerima.
Dewa merasa basah di bahunya, dia melepas pelukannya dan mendapatkan wajah kekasihnya yang sudah basah dengan air mata.
"Maafkan aku sayang, memaksamu mencintaiku dan membuatmu menangis"
"Tidak sayang, semoga ini tangisan terakhirku untuk Andre, biarkan aku menangis untuk menghilangkan dia dari dalam hatiku dan menggantinya dengan namamu"
Dewa sangat tersentuh dengan ucapan Dea, diapun menitikkan air mata. Dan memeluk kekasihnya dan mencium rambut dan bahunya. Berulang kali, mengecupnya penuh sayang.
Cukup lama mereka saling berpelukan dan mulai saling melepaskan dan saling mengusap wajah.
"Aku baru memperhatikan wajahmu se dekat ini, ternyata kamu pun sangat tampan Dewa, wajarlah Ayuni begitu mencintaimu."
__ADS_1
Dewa tersenyum sumringah, hatinya berbunga - bunga di puji oleh orang yang sangat di cintainya. Dia mencium punggung tangan Dea dan telapak tangan Dea.
"Syukurlah kamu menyadari bahwa memang aku sangatlah tampan, bahkan sangat tampan, jadi cepatlah menikahi ku, agar banyak wanita yang akan sangat iri kepadamu sayangku, memiliki suami setampan Dewa kayangan yang seperti namaku. Memang orang tuaku pandai, sudah ada feeling kalau anaknya nanti sangatlah setampan Dewa."
Awalnya Dea tersenyum, kemudian terkekeh geli, dan akhirnya tertawa keras, mendengar Kata - kata Dewa yang begitu menyombongkan dirinya, namun terasa sangat lucu di pendengarannya.
"Hahaha...haha...hahaha.....kamu sangat lucu dan sangat sombong!"
Dewa pun terpingkal.
"Hahaha...haha..hahahaha....Tapi benar Khan sayang, aku sangatlah tampan"
"Hahaha...haha..hahaha...Sudahlah Dewa hentikan kesombongan mu, perutku sudah sakit tertawa."
"Hahaha...haha...Apa susahnya sih sayang, kamu mengatakan aku sangatlah tampan, entahlah hatiku sangat senang di puji tampan"
"Hahaha...hahaha...sudah..aaah...kamu norak aaah..."
"Hahaha..haha ..Iya aku norak sayang, tapi aku benar - benar tampan khan..."
Dea terus tertawa dan cepat berdiri dan meninggalkan Dewa yang langsung mengikuti langkahnya. Dan terus merengek, agar Dea memujinya sangat tampan, karna dia sangat menyukai, jika Dea memuji nya sangat tampan.
Papa Dan Mama yang melihat anaknya dan Dewa, mendatangi mereka sambil tertawa, dan Tampak Dewa selalu memegang tangan Dea tapi selalu di tepis oleh Dea yang terus tertawa. Membuat hati Papa dan Mama sangat tenang dan bahagia. Anak yang sangat mereka sayangi yang tadinya begitu rapuh dan terluka, sudah melupakan kesedihannya. "
Secepat itukah, seolah tak pernah terluka.
Begitulah kira - kira di benak Mereka. "Hihihi..Author nimbrung lagi... Lanjuuut."
"Papa, Mama...Suruh dia cepat pulang...aku sudah lelah tertawa dengan kesombongannya. Andre menggaruk kepalanya dan tertunduk malu. Papa dan Mama Dea, menyambut tubuh anak kesayangan mereka, yang langsung duduk di tengah kedua orang tuanya, menyambut tubuh gadis cantik mereka dengan pelukan hangat dan tertawa bersama.
__ADS_1
Bersambung