Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 32


Gilang sudah melakukan pencarian dan menemukan data wanita yang di minta sahabatnya.


Tidak berselang lama, seseorang menepuk bahunya, ternyata Dean.


"Bagaimana, Gilang kamu sudah dapat alamatnya ?"


"Iya nih, dia tinggal di kawasan elit juga ternyata, dia tinggal dengan orang tuanya dan statusnya masih sendiri, belum kawin."


Dean tertawa kegirangan, "He he... Gadis itu menipuku, mengatakan sudah bersuami.


Baguslah aku akan mengejar mu, dan Aku harus mendapatkan mu sayangku. Kata Dean dengan serius.


Gilang hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah sahabatnya yang tidak pernah puas mengejar cinta, kemudian mencampakkannya.


"Sekarang apa yang akan kamu lakukan." kata Gilang.


"Aku akan menelponnya." mengambil hpnya, dan menekan nomer inisial "Pacarku"


Di tempat lain Adelia mendengar hpnya berdering, dan melihat layar hpnya yang bertuliskan "Pacarku".


Adelia berubah kesal dan mengganti nama pacarku menjadi "Orang Sinting".


Hpnya terus berulang berbunyi dan Adelia melempar hpnya ke kasur.


"Dean sangat kesal, beberapakali membanting badannya dan menggaruk kepalanya. dan berteriak kesal.


"Aishhhhh...!!


"Aish......"


Gilang tersenyum lucu, melihat tingkah sahabatnya.


"Tumben ada wanita yang menolak mengangkat telpon mu, semoga Dean sudah ketemu dengan pawangnya, dengan suara yang agak rendah.


Dean berteriak "Awas kamu Gilang.... kamu pikir aku tidak dengar ucapan mu, memangnya aku buaya, butuh Pawang!"


Gilang terkekeh, He.. he.., baru sadar yah, memang kamu buaya wanita.


Dean mendekati sahabatnya dan mencekiknya, dengan lengannya.


Gilang berteriak, " aaakh....Apa kamu mau membunuhku Dean?" Melepas paksa lengan sahabatnya.


Dean melepaskan lengannya, "Makanya jangan menggangguku, aku sangat kesal, wanita ini tidak memperdulikan ku, dia belum tahu dengan siapa dia berhadapan.


Belum tahu dia. Aku Dean Baskoro sangat suka tantangan." kata Dean semangat.


"Aaaah, terserah kamu saja, semoga kali ini kamu berhasil."


Dean memeluk sahabatnya dengan tersenyum.


"Begitu dong, baru sahabatku."

__ADS_1


"Lepaskan pelukanmu, nanti ada yang melihat dan reputasi ku di hancurkan olehmu." ucap Gilang kesal, tapi Dean malah mempererat pelukannya pada temannya.


Gilang terpaksa berdiri, melepas paksa pelukan temannya, jadilah aksi dorong mendorong antara kedua pria tampan itu, dan akhirnya Dean melepaskan pelukannya.


Dean berubah serius.


"Gilang, panggilkan anak buah mu, pasang dua mata - mata untuk mengikuti wanita cantik itu."


"Iya nanti saya aturkan untukmu," dengan nada rendah.


Gilang segera menelpon anak buahnya, dan menjelaskan rencana Dean.


Dean pun tersenyum manis.


"Tunggu aku sayang, rasanya aku sudah tidak bisa jauh darimu sayang, bibir manis mu itu, tidak lama akan selalu kucium, sampai kamu tidak bisa bernafas sayangku. Dean pun terkekeh.


"He...he...."


Gilang berbalik melihat temannya, tertawa sendiri, mengernyitkan keningnya.


Tidak lama ada orang sinting di sini, ucapnya dalam hati, takutnya terdengar temannya yang memiliki daya pendengaran yang sangat tajam, seperti matanya yang sangat tajam jika melihat kaum hawa yang cantik. Gilang pun berbalik dan tersenyum lebar.


Keesokan harinya Adelia keluar belanja di swalayan besar yang ada dikota, dia menyetir mobilnya sendiri, sebuah sedan mewah keluaran terbaru berwarna merah.


Adelia memarkir mobilnya, di swalayan tersebut dan berjalan ke dalam, wanita ini memang sangat cantik dengan memakai baju blues selutut warna coklat muda sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih.


Hampir semua mata menatapnya takjub, terutama dari kaum Adam. Wajah sangat cantik, kulit putih bersih, berhidung mancung, dengan kacamata menghiasi matanya sangat cocok untuknya, rambut panjang sebahu yang lurus dan terawat dengan sangat baik, dengan badan yang tinggi semampai, dan lekuk tubuh yang sangat sempurna.


20 menit berlalu, Sebuah sedan yang tak kalah mewahnya dengan sedan Adelia tampak memasuki parkiran swalayan.


Setelah terparkir dengan baik, tampak seorang lelaki tampan yang maskulin, berkulit putih, memakai coat hitam, berpadu jaket hitam yang agak ketat di badannya, yang sangat atletis dan bawahannya, Jeans biru gelap serta kacamata hitamnya, menghiasi mata dan hidung mancungnya.


Mulai memasuki swalayan yang ditempati Adelia saat ini.


Pria tampan itu, menjadi bahan perhatian dan santapan mata para pengunjung dan pegawai swalayan dari kaum Hawa.


Matanya celingukan seperti mencari seseorang, Dia mengambil ponselnya dan menelpon.


"Gilang, apa anak buahnya tidak salah informasi. Benarkah pacarku ada


disini ?"~ Dean


Gilang hanya menggeleng, tapi tidak terlihat di mata Dean karna hanya sambungan telepon.


"Iya, anak buah ku dari tadi pagi mengikutinya, gadis itu ternyata terjaga dengan baik juga.


Ternyata ada juga pengawalnya yang menjaganya di kejauhan." menghela nafas.


"Terpaksa anak buah ku menyamar jadi gelandangan dan penjual es cendol karna ulah mu!" ~ Gilang.


kata Gilang kesal. Karna anak buahnya yang biasanya pakai stelan jas lengkap dan berdasi, harus memakai kaos rombengan, dan menyewa gerobak cendol dan minta kenaikan upah.


Masih mau bicara panjang lebar, Dean sudah mematikan ponselnya. Gilang pun mengucek rambutnya kasar.

__ADS_1


"Aishhhhh....


Dean kamu selalu merepotkan ku, dengan masalah perempuan.!"


Dean sangat semangat mendengar informasi, dari sahabatnya. Diapun terus berjalan masuk ke dalam.


Ada beberapa anak ABG berbaju seragam SMA yang datang mengerubunginya.


" Kakak, kamu sangat tampan. Bisa kita kenalan?" menjulurkan tangannya dengan teman - temannya yang sudah tersenyum lebar dan raut wajah kagum.


"Tidak boleh....."hardik Dean kasar.


"Kalian ini masih kecil, kamu tahu saya itu, doyannya sama Tante - Tante yang banyak uang." mengerjai anak ABG itu.


"Kakak jahat....Percuma punya wajah tampan, Matre..!! Kata gadis kecil yang cukup cantik itu kesal.


"Memangnya perempuan saja bisa matre, cowok pun bisa matre... " Kata Dean kesal.


Meninggalkan gadis ABG yang awalnya sangat senang melihat Dean, saat ini sudah berubah menatap sinis dan marah.


Dean terus berjalan mencari pujaan hatinya, dan hatinya sangat senang. Melihat gadis pujaannya sudah ada di depan matanya, sementara memilih bahan produk.


Dean pun berjalan pelan, dan langsung memeluk gadis cantik itu dari belakang.


Adelia sangat kaget, seseorang memeluknya dari belakang, dia pun berteriak.


" Aaaaah....Lepaskan..... Dasar kurang ajar!!."


Adelia terus meronta, tapi Dean makin Mempererat pelukannya lebih erat.


"Pacarku, kenapa kamu marah, kamu milikku saat ini."


Adelia menoleh dan mengenal, wajah tampan yang sangat menyebalkan itu.


"Kamu.......


Cowok sinting itu, "Lepaskan.... jangan membuatku malu."


Adelia melunak dan memohon dengan agak lembut.


Kesempatan Dean mengambil hpnya, mencium pipi Adelia dan menjepret kamera hpnya.


" Bliss...."


Adelia kaget, dan mendorong Dean dengan punggungnya.


Dean melepas pelukannya dan menatap Adelia penuh cinta sedangkan Adelia menatapnya dengan penuh amarah.


Tbc


Dukung Author dengan Vote, like


dengan koment

__ADS_1


__ADS_2