Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 77


Dimas dan Anton seperti biasanya, sangat suka


di traktir Andre padahal orang tua mereka juga sangat tajir. Dan tidak pelit dengan Anak mereka.


"Andre. Nanti malam kita ke Mall C W. Disana banyak di jual barang branded." Kata Dimas.


Andre menganggukkan kepalanya.


"Semoga dapat wanita cantik disana, dan mau ku ajak Bobo bareng lagi'." Kata Dimas mulai mesum.


Anton terkekeh dan Andre mencibir.


"Usahakan pakai sarung, untuk menjaga botolmu itu, menepuk barang berharga temannya"


Kata Anton Terkekeh.


"Ooh iya, aku lupa kayaknya stokku habis."


Andre , tolong kamu belikan yah, jika pulang nanti."


Kata Dimas memancing perang.


Dan betul saja Andre sudah mengepalkan tinjunya, dan Dimas berlari di belakang Anton.


"Andre, kamu selalu marah, kenapa harus marah. Santailah bro."

__ADS_1


Dengan wajah tidak bersalah seperti biasa.


Andre hanya mendengus kesal.


"Jam 8 : 30 nanti malam, kita janjian ketemu di depan Mall itu okey." Kata Anton, mengalihkan kemarahan Andre.


Diantara mereka berdua, Anton yang selalu mendinginkan suasana dengan sifat sabarnya.


Andre mengangguk dan mereka pun mengikuti mata kuliah seperti biasanya dan Andre pulang menjemput adiknya disekolah nya, dan mengantarnya pulang, kerumah mereka.


***


Kediaman Mama Andre di Korea.


Tampak banyak sekali pelayan sedang sibuk mengerjakan pekerjaan masing - masing.


Rumah yang sangat rapi, bersih dan memiliki perabot yang sangat mahal dan berkelas itu. Sangat banyak furniture mahal dan berkelas tinggi dan keramik kristal yang mahal, menghiasi keindahan rumah yang sangat megah itu.


Tampak ada ruangan besar yang di dalamnya, ada lemari yang sangat panjang, berdampingan dan saling berhadapan, berwarna putih bersih, yang seperti terowongan panjang.


Dan di dalamnya puluhan tas branded dan sepatu branded, berjejer di dalam etalase lemari, yang bersusun rak nya. dengan pintu kaca.


Dan tampak di depannya terdapat lemari yang panjang, terdapat ratusan gaun dan pakaian tertata rapi di dalam lemari yang sangat panjang, memiliki pintu yang terbuat dari kayu berkelas. dan pintunya, yang bisa di dorong.


Dan di bagian depan ada juga lemari cantik, yang di desain khusus untuk tempat perhiasan, Jam Tangan branded, dan kacamata. Sangat banyak berjejer. Serta perhiasannya, ada perhiasan berlian yang kualitas baik sampai yang terbaik.


Semua berkelas dan sangat mahal harganya. dalam 1 buahnya saja bisa membeli sebuah rumah dan mobil. Sungguh pemilik rumah ini sangat kaya raya.

__ADS_1


Yah dialah Mama Andre. yang hidupnya dari luar sangat membuat orang sangat iri. Tetapi di dalamnya memiliki hati yang sudah hancur berkeping - keping sejak Suami dan Anaknya tercinta meninggalkannya.


Wanita setengah baya, yang masih sangat cantik itu, duduk merenung seperti biasanya. sesekali air matanya keluar membasahi kedua pipinya yang putih bersih, dia mengingat kenangan indah bersama suami dan anaknya yang telah meninggalkannya, sebatang kara di dunia ini.


"Mengapa harus aku terlahir, di keluarga yang kaya raya ini. sehingga memisahkan ku dengan orang yang sangat kucintai. Aku tidak butuh harta ini, aku butuh suami dan anakku yang begitu kucintai."


Wanita itu adalah Mama Andre, dia terus menangis, setelah cukup lama menangis, dan hatinya sudah mulai tenang.


Wanita ini, diam mematung, dan dia mengingat, masa - masa indah pertemuannya dengan suaminya, kisah cintanya yang sangat indah bersama suaminya, kenangannya melahirkan anaknya dan membesarkan anaknya. sampai berumur 7 tahun dan meninggalkannya.


Flash Back Pertemuan Mama Andre dan Suaminya.


Siang itu, cuaca sangat panas. Seorang pemuda yang sangat tampan. Sedang berjalan di trotoar. Dia memakai baju kemeja biru polos dan celana kain ketat berwarna hitam. Bajunya masuk di dalam celana, sangat rapi dan di hiasi tali pinggang berwarna hitam, yang terlilit di pinggangnya.


Dia berjalan dan menunggu di halte bus. Beberapa pasang mata, yang pemiliknya wanita. Memandang kagum pria yang sangat tampan itu. Berpostur tubuh tinggi, tegap, dan Atletis. Dan tentunya berkulit putih bersih dan berhidung mancung. Dia sangat tampan dan rupawan.


Pemuda tampan itu, menunggu Bus. Tidak berapa lama sebuah Bus, sudah singgah di hadapannya. Dan mulailah penumpang berdesakan masuk dan kebanyakan berdiri di dalam Bus. Termasuk pria tampan itu.


Sedangkan di tempat lain dan di jalur yang sama. Sebuah mobil sedan mewah melaju kencang di jalur yang sama.


Bersambung


Dukung Author Yah, dengan like, Vote dengan comment.


Jangan lupa Readers membaca karya baruku dengan judul "Haruskah masih memilihmu sayangku"


Love love you All

__ADS_1


__ADS_2