
Part 128
Di Korea ini, Tokoh yang ada di karya Author ini., berbahasa Korea. Tapi Karna Author mu ini, hehehe .. tidak tahu bahasa korea. Daripada puyeng.. My Readers juga puyeng..dan ribet cari kamus, begitu juga Author. Jadi Author mu ini..memakai bahasa Indonesia yang kita paham saja Okeyy...My Love Readers.🥰🥰🥰
Jangan lupa Like,Vote dengan Comment yah..Karna rating novel ini masih
rating 5.Hik...hikk..hikk. Jadi nangis nih. bantu perbanyak like dengan Vote dan commentnya yah❤️❤️🥰🥰🙏🙏🙏
Lanjut Part 128
Jeoung Hyuk terus berjalan dan masuk ke sebuah Lift dan disusul Park She Hyo dan Mi Young. Mereka hanya bisa diam tampa suara. Setelah sampai di lantai yang terdapat pemuda itu. Di dalam CCTV. Jeoung Hyuk keluar dan berjalan setengah berlari di susul istri dan Park She Hyo. Sampailah dia di depan ruangan, tampa mengetuk langsung masuk dan berteriak.
Membuat seorang lelaki setengah baya, tersentak dan langsung berdiri dan berlari membungkuk hormat.
Melihat Pak Jeoung Hyuk dan Nyonya Besarnya. Menatapnya seolah telah melakukan kesalahan yang sangat besar. Dia sangat ketakutan.
"Mana...Pemuda itu sekarang...;? cepat katakan!!!"
Pria setengah baya itu, menatap kebingungan dan sangat ketakutan.
Diapun mulai berhalunisasi tingkat tinggi dan sedikit Narsis. pikirannya menerawang.
"Apakah pria Magang itu...******* dan membawa Bom untuk meledakkan gedung ini, bagaimana ini...mana ini lantai 11...
Pikirannya semakin berimajinasi tingkat yang lebih tinggi lagi.
"Ataukah...dia pembunuh berantai...."
Diapun mengigit jari, dan Seluruh tubuhnya bergetar, kerongkongannya terasa tercekat. Diapun bersuara terbata - bata. Rasanya dia kesulitan mengatur nafas, saking kagetnya.
Jeoung Hyuk memukul meja dan membuatnya berteriak narsis.
"Buuuk....!!!!!!"
"Aaaappa...aaaa...Diaaaa...Teerrroooriiiisss...."
Mulutnya bergetar dan suaranya terbata - bata..bahkan lututnya bergetar.
Jeoung Hyuk, memukul meja sangat keras. Dia bertambah ketakutan
Pria setengah baya itu, langsung jatuh dan bersimpuh di lantai. Jeoung Hyuk mengangkat kasar dan meremas kedua bahunya.
"Sekarang dimana...pemuda yang tadi kami lihat masuk..ke ruangan mu...?"
Dengan suara merendah tapi mata melotot.
__ADS_1
"Aaanaak...Magaaang..itu...Di gudaang...."
"Cepat telpon orang disana. Tahan pemuda itu..sekarang!!!!!!!!!!"
Pria setengah baya itupun. segera berlari ke mejanya. Dan menelpon.
Jeoung Hyuk berlari keluar, sambil berteriak
"Park She...tunjukkan arah gudang."
Park She pun mengarahkan Jeoung Hyuk, terus berlari ke arah yang di tunjukkan Park She.
Sampailah mereka di sebuah pintu yang sangat lebar dan terbuka. Mereka berlari masuk. Mereka membuat semua karyawan kebingungan. Mereka terus masuk dan memegang bahu setiap pria yang membelakang mencari sebuah wajah.
Mereka terdiam, terpaku, tubuh mereka terasa mati suri. Air mata mulai mengucur deras di ketiga wajah itu bersamaan. Mereka mulai bergetar dan masih mematung.
Yah, hanya sebuah tatapan dari seorang pemuda tampan yang membuat pemilik perusahaan mereka, dan kedua sahabatnya. terpaku dan menangis. Siapakah Pemuda ini?
Apa yang dia lakukan?
Sehingga Nyonya Besar bercucuran air mata. Bahkan Seorang Pria walau sudah agak berumur tapi, masih sangat tampan. juga bercucuran air mata. dengan wanita di sebelahnya. Bahkan Asisten dan staff penting dan seorang Dokter wanita yang baru datang. juga menangis.
Pertanyaan yang belum ada jawaban.
Begitulah kira - kira yang ada di pikiran semua karyawan yang ada puluhan, di ruangan itu.
Andre merasa hawa hangat mengalir di seluruh tubuhnya, pelukan wanita itu, sangat hangat, dan menenangkan jiwanya. Diapun tampa sadar memeluk wanita itu dengan erat.
Wanita itu terus memanggilnya dengan panggilan suami. Yang hampir semua karyawan di sana tersentak kaget.
Apakah itu suaminya, kenapa kelihatannya masih sangat muda. Begitulah kira - kira lagi yang ada di benak penonton.
"Hehehe...maaf My Readers Author mu ini agak kepo. hehehe. Harap maklum. Hehehe"
Bahkan seorang pria setengah baya, membuka data pria muda itu, dan selalu menatap usia pemuda itu yang baru berumur 25 tahun.
Dia pun mengucek matanya dan melihat sambil melotot. Tak percaya dengan matanya. Bahkan memakai lagi sebuah kacamata dan melihat lebih jelas, tapi tetap angka itu tidak berubah, tetap angka 25 tahun.
Akhirnya dia pun menggaruk kepalanya, semakin di garuk semakin gatal. kepalanya saat ini sangat gatal. Sepertinya kutu karyawati sedang bertamu di kepalanya.
Pikiran Andre pun. Menerawang.
"Apa dia Ibuku...yang selama ini kucari dua tahun ini. selama aku di Korea dan mulai mencarinya. Apakah Ayahku begitu mirip denganku...?"
Andre pun menitikkan air mata dan makin mempererat pelukannya. Dan berkata dengan suara pelan tapi terdengar jelas di telinga Park She Hyo, Jeoung Hyuk dan Mi Young dan beberapa orang di dekat mereka.
__ADS_1
"Apakah...kau..ibuku...?"
Semua tersentak.
Jeoung Hyuk dan Mi Young bahkan Park She Hyo baru menyadari. Bahwa Kenapa Cho Jae Hyun begitu awet muda.
Park She Hyo, melepaskan pelukannya. Dia menatap lekat - lekat wajah di depannya.
"Yah...Jika ini suaminya...mengapa tak ada berubah. Pemuda ini memang masih sangat muda. Dia sangat mirip Cho Jae Hyun. Pertama kali mereka berpacaran. Tapi itu sudah 26 tahun lalu."
Andre memegang kedua pipi itu, dengan lembut dan mengusapnya.
"Apa Anda mengenal Ayahku.....? Cho Jae Hyun......"
Deg...
Duwaaar!!!"
Jeoung Hyuk dan Mi Young Tampa sadar berlari memeluk kedua Ibu Dan Anak yang akhirnya bertemu.
Mi Young memeluk Park She Hyo dan Jeoung Hyuk memeluk Andre dan menciumi rambutnya penuh kasih sayang. Mereka menangis histeris.
Park She Hyo histeris. teriakannya sangat menyayat hati. Dia bahkan menjerit dan telah bercucuran air mata.
Dengan tangan yang bergetar dan suara tangisan yang sangat menyayat hati.
Dia memegang wajah anak yang selama ini di carinya, terus mencium seluruh wajah yang sangat dia rindukan. tampa Jeda terus menciuminya. Tak ada celah sedikitpun di wajah Andre yang tidak di sapunya dengan bibirnya.
Dia menangis dan meratap dengan suara yang sangat memilukan dan menyayat hati.
"Oooohh...anaaaakkkuuuu....akhir...nyaaa, akuuu....menemukanmu.....anaaakkuuuu....
"Ummh..umh..mmph...mmh....mmmph....."
Terus mencium wajah tampan itu, yang ternyata anak yang sangat dia rindukan.
"Jeoung Hyuuukk...Mi....Youuung....Anakku.....sudah adaaaa di pelukankuuu sekaraaang..."
Jeoung Hyuk dan Mi Young hanya bisa menangis tersedu - sedu. Bahkan seluruh karyawan yang ada di sekitar mereka juga menangis tersedu - sedu.
Jeoung Hyuk pun enggan melepaskan pelukannya juga Mi Young.
Jeoung Hyuk merasakan kehangatan yang dulu dia rasakan jika memeluk Cho Jae Hyun. Rasa itu telah hadir kembali. Memeluk Putranya sama hangatnya memeluk sahabatnya Cho Jae Hyun.
Park She Hyo, tak merasa bosan menciumi seluruh wajah anaknya. wajah itu penuh juga dengan air mata.
__ADS_1
Kesedihan dan kerinduan Andre selama ini pada ibu kandungnya. telah dia tumpahkan. Ibu dan anak itupun saling melepas rindu. Sesekali Andre pun mencium wajah ibunya.
Bersambung