
Part 60
Setelah beberapa jam kemudian, Andre dan Dea masih posisi saling berpelukan.
Ayuni terbangun, mata indahnya mengerjap
Ayuni menatap Abangnya. "Abang kamu sangat tampan dan menggemaskan, kasian istrimu nanti, aku telah menyentuh apa yang seharusnya miliknya." Ucap Ayuni pelan.
Ayuni mengernyitkan keningnya. "Kayaknya bukan aku saja yang menyentuhnya, bahkan Abang Andre, mungkin saja, telah merusak pagar salah satunya pacarnya, dia Khan playboy." Ayuni berbicara pelan kembali.
Andre, sebenarnya lebih duluan terbangun daripada adiknya, hanya dia masih betah memeluk adiknya, dan dia dari tadi mendengar ucapan adiknya, dia pun sangat kesal, Ayuni berpikir dirinya sangat mesum.
Andre mendorong keningnya pelan ke kening adiknya.
"Aduuuh Abang, sakiiiiiit.... kening Ayu." mengelus keningnya. Menatap manja Abangnya.
"Dasar Bocah mesum, tidak ada yang pernah menyentuhnya, selain kamu!! Aku cuma ingin mencium kamu, kenapa kamu......,
Aish...!!!" Menggaruk kepalanya kesal.
Bocah mesum ini, sudah melecehkanku. Menatap adiknya dengan bergidik ngeri.
Ayuni tersenyum, tersipu.
"Senyum kamu itu, benar - benar sangat mesum." Menatap tajam adiknya. Menjauhkan sedikit kepalanya dari Ayuni, tapi mereka masih saling berpandangan.
"Abang kayaknya kita berdua butuh psikiater, kayaknya kita berdua sudah tidak waras. Abang Playboy dan aku perawan frustasi, mau pacaran Abang larang, bahkan menikmati ciuman Abang, yang seharusnya tidak boleh." Kata Ayuni dengan serius dengan wajah polosnya.
Andre tertawa geli dalam hati. Adiknya memang sangat polos. Tapi dia hanya memandang biasa pada adiknya dengan tatapan dingin.
"Abang, ijinkan aku pacaran yah..!" Kata Ayuni dengan tersenyum merayu.
Andre tentu saja terbakar cemburu, mana mungkin membiarkan Ayuni berpacaran sedangkan dia sangat mencintainya.
"Bocah ini, Hah....!!! Menyebalkan sekali.
Abang tidak akan mengijinkan, kamu masih Bocah kecil yang sedang belajar. Biarkan saja Abang yang jadi kelinci percobaan kamu, jadi pacar kamu, kapan pun kamu mau mencium seorang pria, kamu bisa mencium Abang. Seharusnya kamu bersyukur Abangmu yang sangat tampan dan rupawan ini, mau dicium oleh Bocah mesum kayak kamu." Kata Andre dengan wajah yang bangga.
__ADS_1
Ayuni memonyongkan bibirnya, mengejek Abangnya.
Andre sangat gemas melihatnya. Memeluk kembali adiknya mengigit bibir bawah adiknya, dan menariknya dengan bibirnya yang menjepitnya kuat.
Bibir bawah Ayuni tertarik keluar. Diapun menarik kepalanya mundur takut Abangnya memakan bibirnya lagi.
"Abang kayaknya sangat butuh psikiater, Abang sudah tidak waras lagi, Ayu malas bicara dengan Abang. Ayu mau mandi dan makan." Kata Ayuni, mulai duduk di pembaringan Abangnya.
"Abang coba lihat bibirku, Apa tidak bengkak," memoyongkan lagi bibirnya.
Andre sangat gemas melihatnya, diapun pura pura memegang rahang adiknya.
"Coba saya lihat baik - baik," Setelah dekat dengan bibir adiknya. Andre segera menarik tengkuk kepala adiknya dari belakang dan membenamkan bibirnya kuat ke adiknya.
Ayuni yang merasa tertipu, memberontak memukul dada Abangnya, yang sudah mencium bibirnya dengan sangat rakus.
"Hmmp...hmmp....., Abang!!
Andre melepas ciuman ke adiknya. Ayuni hanya bisa melotot kesal melihat Abangnya.
Ayuni mendengus kesal, dia beranjak dari tempat tidur Abangnya dan setelah berada jauh dari Abangnya, Ayuni berteriak kesal.
"Dasar Abang mesum, play boy dan tidak waras," Menjulurkan lidahnya dan berlari.
Andre hanya bisa melotot dan berteriak.
"Awas kamu Ayu. Dasar bocah menyebalkan." Andre pun terkekeh.
Ayuni ke kamarnya mandi, dan berganti pakaian. Memakai baju kaos putih dan celana hotpant warna hitam. Memperlihatkan kulit pahanya yang begitu mulus, putih dan bersih.
Ayuni berjalan keluar kamarnya, perutnya saat ini sangat lapar.
Sesampai diruang tengah, sudah ada teman kuliah Abangnya, yang selalu menggoda Ayuni dan sangat tergila - gila dengannya.
Dimas sangat terpesona dan menelan saliva melihat Ayuni, sangat seksi dan sangat cantik. Rambut panjang yang masih basah, dan kulitnya yang sangat putih bersih seperti salju. Pahanya begitu mulus dan putih. Dia terus menatap Ayuni tampa berkedip dari atas ke bawah, kemudian dari bawah ke atas selalu berulang. dan tersentak mendengar teriakan Ayuni.
"Abang Andre....!!!
__ADS_1
Ini kak Dimas sedang menelanjangi aku!"
Ayuni berteriak kesal. Sedangkan Andre juga sudah dalam perjalanan untuk mencari makan juga, mendengar teriakan adiknya segera berlari, mempercepat langkahnya menuruni tangga.
Dimas melotot kesal, sedangkan Ayuni menjulurkan lidahnya. dan berbalik dan melihat Abangnya sudah ada di belakangnya.
Andre melihat Dimas masih jauh dari adiknya, dan melihat pakaian adiknya yang memang sangat seksi. Wajarlah Play boy seperti Dimas terpikat.
"Jangan salahkan mataku Andre, salahkan dirimu, mengapa memiliki adik yang sangat cantik begini dan sangat seksi." Kata Dimas membela diri.
"Tapi matanya itu Abang, melihatku seperti melihat makanan yang ingin di makannya, dan melihatku seperti pisang dan matanya menguliti pisangnya, dan Hmmmp...hmph.."
Andre memeluk adiknya dari belakang dan menutup mulutnya yang terus meracau.
"Dimas berhenti matamu melotot melihat adikku seperti itu," kata Andre yang terbakar cemburu.
"Aish...!! Kalian ini seperti sepasang kekasih saja." Menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Andre, biarkan aku jadi pacar adikmu, besok akan langsung aku nikahi dan akan aku jadikan istriku dan ratuku, aku rela jadi pelayannya walau aku suaminya, aku akan pensiun jadi playboy dan aku hmph..Hmmmp....
Andre sudah membekap mulut sahabatnya dan menyeretnya ke taman belakang.
Ayuni tertawa dan menjulurkan lidahnya. dan berteriak.
"Kalian berdua memang sahabat yang sangat serasi, sama - sama Playboy, tidak bisa di percaya. Dasar gombal, Buaya kampus, Ayuni terus berteriak, tidak sadar Papa dan Mamanya sudah ada di belakangnya, melongo melihatnya. Dan Ayuni berhenti berteriak, dan tersipu malu.
"Eeh....
Papa, Mama....mereka sangat menyebalkan sih, Mama. Ayuni cepat berlari ke dapur mengambil piring, tujuannya sekarang hanya makan.
Papa dan Mama hanya bisa menggeleng kepala.
"Pa kok Ayuni kita sejak berantem, dengan temannya jadi galak yah pa.! Tanya Mama khawatir.
Papa hanya bisa mengangkat bahunya, tidak mengerti dengan perubahan anak kesayangannya.
Bersambung.
__ADS_1