
Part 99.
Mi Young sangat serius dengan pekerjaannya. Waktu terus merangkak naik. Dan waktu atau jam kerja karyawan sudah berakhir dan waktunya pulang dan beristirahat.
Mi Young mematikan power komputernya dan semua yang seharusnya dia cabut dari colokan nya.
Mi Young berdiri dan berdiri di samping meja depan Jeoung Hyuk. Tapi Jeoung Hyuk tidak melihatnya. Dia sibuk merapikan mejanya.
Jeoung Hyuk juga sibuk, merapikan dan melakukan aktivitas, seperti yang Mi Young. lakukan.
Chung Soon menyapa Mi Young.
"Mi Young, mari kita pulang, kita singgah makan. Aku akan mentraktir mu, kita bisa lebih mengenal dengan baik. Aku pastikan kamu akan senang mengenalku."
Mi Young, tersenyum manis.
Terima kasih Chung Soon, Lain kali saja yah."
Chung Soon menatap sendu dan mengangguk. Dan berjalan keluar ruangan.
Jeoung Hyuk, tersenyum.
"Rasakan Chung Soon, memang enak di tolak."
"Ehem....."
Jeoung Hyuk sangat kaget.
"Sejak kapan gadis ini berdiri di depanku?."
"Sepertinya sudah ada orang yang diam - diam menyukainya."
Kata Mi Young tersenyum.
Jeoung Hyuk menatap tajam.
"Apa tadi, dia melihatku tersenyum,? waktu tawaran makan siang Chung Soon, dia tolak."
Kata Jeoung Hyuk dalam hati. Diapun berkata lantang.
"Hai, nona Mi Young, Anda jangan kepedean."
__ADS_1
Jeoung Hyuk melangkah ke depan. Mi Young langsung memeluknya dan menyembunyikan wajahnya di dada Jeoung Hyuk, yang di lapisi baju kemejanya.
Jeoung Hyuk kaget. dan mencoba melepaskan pelukannya. Tapi Mi Young memeluknya sangat erat.
"Lepaskan...Wanita ini sungguh tak punya rasa malu."
"My Honey, aku merindukan mu. Satu hari ini, kamu begitu galak denganku."
Jeoung Hyuk tersentuh dengan kata - kata Mi Young, dia sadar kata - katanya, sangatlah kasar dan menyakitkan.
Tapi kedua bola indah Mi Young, cukup besar dan padat, menempel di tubuhnya. Menciptakan aliran listrik yang menyentak dan menimbulkan desiran sensasi yang membangkitkan nafsu birahi nya, yang menyeruak. Bahkan rasanya aliran desiran itu, sudah merayap di tengkuknya dan rasanya ingin, mencium bibir Mi Young dan tangannya
terasa ingin sekali dia gerakkan untuk bermain nakal di Kedua bola indah itu."
Jeoung Hyuk, berteriak melawan birahinya. Dan mencengkram kuat bahu Mi Young. Dan mendorongnya kasar.
"Stooop....Lepaskan...!!!!!
kamu sungguh wanita gila!!!"
Jeoung Hyuk berhasil melepaskan pelukan Mi Young. Dan berlalu meninggalkannya.
"Jika dia terus memelukku seperti itu, pertahanan ku, bisa goyang."
Mi Young mengikuti Jeoung Hyuk dari belakang.
Mereka pun bertemu Cho Jae Hyun, di ruangan depan. Cho Jae Hyun, langsung tersenyum sumringah, melihat Jeoung Hyuk dan Mi Young.
"Hai....,aku sangat senang melihatmu kawan,"
Memeluk sahabatnya. Tapi Jeoung Hyuk, bermuka masam. Cho Jae Hyun. Melepas pelukannya dan mendatangi Mi Young, dan mengajaknya bersalaman.
"Bagaimana perjuanganmu Mi Young"
Mengedipkan matanya.
"Sangat melelahkan, Cho Jae Hyun. Kawanmu sangat sulit aku taklukkan....."
"Semangat lah Mi Young,"
Jeoung Hyuk, terkekeh dalam hati. Mendengar percakapan sahabatnya dengan Mi Young. Tapi sengaja memasang wajah yang masam.
__ADS_1
Cho Jae Hyun. Mendekati sahabatnya.
"Ayolah kawan, jangan membuat gadis cantik ini, bekerja keras mendapatkan hatimu."
"Apa aku memintanya..."
Kata Jeoung Hyuk kesal dan melangkah pergi.
Cho Jae Hyun, mendekati Mi Young.
"Bisa kita bicara, aku ingin menceritakan sesuatu denganmu."
"Baiklah, kita cari cafe untuk berbincang."
Kata Mi Young tersenyum.
Cho Jae Hyun dan Mi Young berjalan beriringan. Mencari cafe yang tidak jauh, dari kantor mereka
Mi Young dan Cho Jae Hyun, sudah ada di depan cafe, merekapun masuk ke dalam cafe tersebut.
Mereka ambil tempat duduk di pojok, Merekapun duduk berhadapan.
"Mi Young, baiklah aku mau bercerita tentang Jeoung Hyuk." Menghela nafas.
"Jeoung Hyuk pernah menjalin hubungan kekasih dengan Soo Jin, selama 5 tahun. Sejak mereka masih di bangku setara SMA. Namun Soo Jin anak orang kaya dan dia dijodohkan oleh orang tuanya. Dan menikah dengan orang lain. Dan tinggal di luar negeri dengan suaminya."
"Sejak saat itu, Jeoung Hyuk menutup diri, dan tidak mau membuka diri. Jadi ku sarankan Mi Young, jika orang tuamu nanti menjadi penghalang mu. Tolong hentikan usahamu, memulai hubungan itu. Sebelum kalian berdua terluka."
Mi Young terdiam. Saat ini dia lebih menghawatirkan sahabatnya, yang akan terluka dengan pria tampan di depannya ini.
"Cho Jae Hyun, jangan khawatir. Ayahku sangat demokratis dan selalu mendukungku. Aku sudah lama di tinggalkan ibuku dari umur 5 tahun."
Mi Young Menghela nafas.
"Ayahku sudah menjagaku dengan menjadi pengganti ibuku, dan menjadi sahabatku. Aku sudah dua kali menjalin hubungan, tapi aku tak serius. dan ayahku tak pernah mencampurinya. Melihatku bahagia, itu sudah cukup baginya. Dan sejak bertemu Jeoung Hyuk, aku benar - benar jatuh cinta dengannya."
Cho Jae Hyun, menarik nafas lega.
"Aku jadi tenang, mendengarnya. Sepertinya, untuk mempercepat perjuangan mu. Kita harus melakukan sedikit sandiwara."
Cho Jae Hyun, mendekatkan wajahnya dan mulai menjelaskan rencananya dan sesekali mereka tertawa kegelian. Sepertinya rencana mereka sangat menggelikan.
__ADS_1
Bersambung