
Waktu terus bergulir, tak terasa dua bulan berlalu. Ayuni dan mertuanya bahkan Andre sedang menghadiri perayaan kelahiran bayi Dewa dan Dea.
Keluarga Pak Dean Baskoro merayakan pesta yang meriah, untuk kelahiran cucu tampannya.
Ayuni membawa kedua anak kembarnya, Alexa dan Aryan.
Semua senang dengan Alexa, Karna sangat mudah tertawa dan wajahnya sangat imut, cantik dan menggemaskan. Bahkan Papa Dean sangat menyukainya.
Papa Dea dan Dewa silih berganti menggendongnya.
"Calon menantuku cantik sekali..."
Kata Dewa gemas dan mencium bayi cantik Alexa.
Semua terpingkal mendengarnya, bahkan bayi tampan Dea yang baru berumur satu Minggu, tersenyum lebar.
"Lihat Anakku, tersenyum, aaaaahh.... masih kecil sudah tahu cewek cantik..!
Semua terpingkal kembali mendengar ucapan Dea, yang sangat menggelikan.
Andre menatap serius.
"Dewa, Dea...Kamu pikir gampang mendekati anakku, Alexa ku, kesayanganku...Jika anakmu...serius pun, belum tentu ku terima, berhati - hatilah sangat banyak ujian yang akan kuberikan kepadanya..."
Kata Andre serius, kemudian tersenyum.
"Dulu aku mengejar mu sampai mau gila, semoga anakku lebih gila lagi mengejar anakmu...kali ini kamu harus jadi besanku..."
Semua terpingkal kembali, mendengar kata - kata Dea.
"Akhirnya aku juga jadi korban Dea, menyukai Dewa tapi dia menyukaimu, aku akan mendukungmu menjadi besanku..."
Ayuni yang menggendong Alexa, memberikannya pada Dea, dan menggendong bayi tampan Dea yang di beri nama Afkar Maulana Sagara, dan mendekatkan dengan Alexa Afseen Mysha yang langsung menggoncang badannya sangat senang, menundukkan wajahnya dan mencium bayi tampan Dea.
Semua terpingkal kembali, hanya Andre yang manyun.
__ADS_1
"Sayang, walau dia tampan, jangan duluan dong nyosor nya, kamu tega mempermalukan Dady mu sayang!"
Kata Andre kesal.
Semua tertawa geli, malam itu penuh tawa, kesedihan yang pernah mereka lewati seolah tak pernah ada. Menggendong Bayi tampan Dea, dan mendekatkannya dengan Bayi cantik Alexa Afseen Mysha.
Sedangkan Bayi Aryan Abrizam menatap dengan kesal dan jutek di dalam gendongan Papa Ayuni, seperti marah pada Alexa sangat gampang memberikan ciuman pertamanya.
Andre menoleh dan mendapatkan wajah jutek Aryan, dan mendapat ide.
"Coba lihat wajah Aryan, sepertinya Aryan juga marah, waaah...sepertinya Afkar harus bekerja keras... mendapatkan bayi Alexa ku."
Ayuni menatap kesal suaminya.
"Memang wajah Aryan, selalu jutek kok.."
Ayuni mencoba membela Afkar, tenanglah Afkar aku mendukungmu, "
Mencium pipi Afkar yang langsung tersenyum.
Kata Ayuni tertawa.
Dimas pun tak mau kalah. Diapun mempromosikan Bayi tampannya. Ariel Asham.
"Sepertinya Afkar juga harus bekerja keras, Bayi tampanku Ariel Asham, adalah saingan terberatnya,"
Andre menatap jengah.
"Semoga saja anakmu tidak mesum seperti dirimu, "
"Andre jangan mengancam ku, kamu pikir aku takut denganmu."
Menatap kesal dan membulatkan matanya, Andre sangat kesal.
Sebelum Tom Dan Jerry bertengkar, Anton pun menengahi. Dan mempromosikan Bayi tampannya juga. Attar Syah.
__ADS_1
"Sudahlah...kalian jangan bertengkar, Apa kalian lupa Aku punya bayi Attar Syah,? dia juga sangat tampan, Alexa akan sangat banyak pilihan kawan."
Ibu She, mulai menggaruk kepalanya, dan menengahi.
"Sudahlah...jangan bertengkar lagi, kita cuma punya tugas menjaga mereka dengan baik, biarlah mereka tumbuh dewasa dengan harapan dan cita - cita mereka, dan menjadi diri sendiri."
"Iya benar, kalian ini hanya penjaga, bukan penguasa mereka, berikan perlindungan yang baik, yang penting masih batas kewajaran."
Kata Papa Ayuni dengan bijak.
"Benar kata Papa Ayuni, Ayo kita berfoto bersama."
Kata Papa Dea tersenyum sumringah, dan memanggil seorang fotografer profesional memfoto mereka. Yang memang Papa Dea sudah menggunakan jasanya, untuk acara penyambutan cucu pewaris grup Baskoro.
Sang Fotografer segera mengarahkan. Semua pria berdiri dan memberi kursi, di depan mereka untuk semua wanita cantik mereka untuk duduk, di hadapan pasangan masing - masing. Semua tertawa ceria.
Lampu kamera bersinar beberapa kali, untuk pengambilan gambar yang terbaik, berapa kali bertukar posisi dan bahkan berfoto secara berpisah.
Cinta Yang Tertukar di antara mereka telah memiliki akhir bahagia, saat ini mereka memiliki cinta tulus dan murni pada pasangan masing - masing. Persahabatan di antara mereka tak akan pernah pudar karna usia, tetapi akan semakin kuat, dan kokoh, ibarat Pohon besar, maka akan kuat pulalah akar pohonnya.
Anak - anak mereka yang tampan dan cantik, akan tumbuh dengan cerita mereka sendiri, dan semoga berakhir bahagia seperti orang tuanya juga. Mereka akan tumbuh menjadi pewaris - pewaris yang tajir dan melintir yang memiliki wajah yang cantik dan tampan rupawan, seperti orang tuanya.
TAMAT
My Readers trima kasih telah memberikan waktu untuk membaca karya Author mu ini..Tampa kalian apalah artinya Author walaupun sehebat apapun.
Berilah komentar di akhir cerita Cinta Yang Tertukar ini, sebagai salam perpisahan Author mu ini, Berilah saran dan dukungan untuk karya ini, walau masih rating rendah, tapi Author senang sudah memiliki fans yang setia dan selalu mendukung karya ini.
Semoga karya ini akan di gemari, walau sudah tamat. Dan akan tetap mendapatkan tambahan dukungan dari My Readers yang belum membacanya.
Masih ada cerita bonus 1 part, untuk anak - anak mereka yang telah tumbuh dewasa. Jika memang banyak penasaran lanjutan cerita mereka, teruslah dukung Authormu di Cinta Yang Tertukar 2. Jika masih penasaran sih🤭🤭 lanjutan ceritanya. hihihi,🥰🥰
Salam terbaik untuk semua nya, terimakasih telah sabar menunggu setiap lanjutan part-nya.
Love Love You All.,,❤️❤️
__ADS_1
Muach...muach...muachhh🥰🥰🥰🥰