Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 121


Setelah dari acara pesta Dimas dan Irene. Ayuni sudah berada di kamarnya. Saat ini, Ayuni membersihkan riasannya. Setelah itu ke kamar Abangnya untuk berbagi cerita. Jadi Ayuni ke kamar Abangnya. Yang akhir- akhir ini terkesan menghindarinya.


Ayuni ngedumel dalam hatinya.


"Apa dia juga sudah bosan denganku, Hahh...!seperti pacar - pacarnya yang lain. Dasar...Playboy kelas kakap. Biar sama adik sendiri bosan!! Ciihhh...!"


Kedongkolannya kepada Abangnya sedikit terhibur, mengingat kembali keramaian pesta dan perjamuan dan seluruh konsep pernikahan Irene dan Dimas. Membuatnya terkesima dan terpana. Ayuni yang polos sangat ingin bercerita dengan Abangnya. Jadi dia putuskan untuk ke kamar Abangnya.


Saat ini Ayuni sudah ada di kamar Abangnya. Andre menatap adiknya sedikit kesal.


"Kenapa kesini...Pergilah tidur"


Ucapnya kesal.


"Memangnya gampang mengusirku, jika sudah di dalam kamar mu ini, Abang!! Kenapa Abang menghindari ku...Dasar Play boy kelas kakap. Sudah bosan juga denganku, seperti pacarmu yang lain. Dan mencampakkan ku seperti sampah. Ciiih.....Abang Play Boy. Berikan aku kebebasan pacaran Abang... Karna Abang sudah tidak peduli denganku!!!"


Ayuni sangat bawel dan nyerocos Tampa henti. Menumpahkan kekesalannya.


Andre tersentak. Dan cepat menepuk busa empuk kasurnya. Di sampingnya. Menyuruh adiknya segera duduk di sebelahnya.


"Iyaaa...Deeeh....Adikku yang sangat cantik dan manis sedunia....Abang ngaku salah...Pasti kamu sangat merindukan ku."


Melebarkan tangannya ingin memeluk adiknya yang sangat di cintainya.


Ayuni yang polos cepat marahnya dan cepat pula baiknya.


Ayuni berlari dan melompat memeluk Abangnya.


"Abaang....aku merindukanmu..."


"Aku Juga sangaaat merindukanmu sayang."


Andre mendekap adiknya sangat erat. Cukup lama mereka berpelukan melepas rindu.


Sudah lama Andre selalu menghindari adiknya. Bibir Ayuni seperti ada magnet yang selalu membuatnya ingin menciumnya.


"Aku benar - benar sangat mencintaimu Ayuni. Dan tak mampu mengendalikan diri. Aku harus ke Korea melanjutkan kuliah. Aku harus berpisah dulu dengannya. jika Ayuni sudah tamat SMA. Dan jarang bertemu denganku. Semoga dia merindukanku dan rindu berubah cinta."

__ADS_1


Ucapnya dalam hati.


Andre tersenyum sumringah.


Ayuni melepas pelukannya dan langsung naik dan duduk di pangkuan Abangnya.


Andre tersentak.


Ayuni mencubit kedua pipinya dan menguyel - nguyelnya.


"Abangku...ini. Jika tersenyum sangat manis dan tampan. Pantas saja semua cewek klepek - klepek."


Ayuni merasa Abangnya selalu menghindarinya. Tidak mau menciumnya dan tidur bareng lagi. Entahlah Ayuni merasa, sudah terbiasa dengan ciuman Abangnya dan terkadang rindu. Berapa kali dia minta di cium Abangnya, tapi kakaknya cuma mendorong dahinya, dengan telunjuknya. Bahkan ingin tidur dengan Abangnya seperti dulu, tapi Abangnya selalu mengusirnya.


Andre sangat Gemas. Dan ingin sekali mencium adiknya, tapi di tahannya.


Ayuni pun gemas melihat bibir Abangnya yang sangat merah alami. Dan sedikit tebal bagian bawahnya, sangat empuk dan seksi untuk menciumnya.


Ayuni langsung mencium Abangnya dengan gerakan cepat, yang tak bisa Andre hindari. Ayuni memeluk erat tengkuknya. Andre mencoba melepasnya, tapi sentuhan bibir Ayuni yang sudah sangat dirindukannya, selama berbulan - bulan menghindarinya. Tidak mampu lagi di tahannya. Dia pun mendekap erat pinggang dan punggung adiknya bersamaan dengan kedua tangannya.


"Mmmphh.... mmmphh....."


"Mmmpphh"


Ayuni melepaskan ciumannya. Nafasnya terasa mau habis diapun tersengal.


"Uuuuhh .huhhh...huhh...."


Andre tersenyum melihat adiknya.


"Kamu yang memulai...Ayuni...jadi nikmatilah dan bertanggung jawablah... Karna aku sudah tidak bisa menahannya lagi."


"Mmmpphh.... mmmphh..."


Andre menarik tengkuk adiknya dan menciumnya dengan sangat rakus kembali. Dia melahap bibir adiknya, seperti orang yang sangat kelaparan. Ayuni kewalahan dan sesak nafas.


Andre melepasnya dengan masih menarik bibir adiknya dan kembali mengecupnya, dengan menekan lama bibirnya ke bibir adiknya dan melepasnya.


"Mmmphh....

__ADS_1


"Bagaimana bocah mesum. Apa kamu menyukainya? Ini yang kamu yang mulai memancing...Jadi jangan salahkan Abang.


Apa kamu masih mau lanjut dan kita berciuman sampai pagi.?"


Mengelus bibir Ayuni dengan tatapan penuh gairah dan gemas, dan bibir Andre sengaja dia buat seperti ingin mengigitnya.


Ayuni bergidik ngeri dan menutup mulutnya, dan menggeleng dan cepat turun dari pangkuan abangnya. Karna dia juga sudah merasakan ada pergerakan liar di bawah sana.


Dia berdiri dan menatap celana Abangnya dan celana bagian depan di area pribadi kakaknya, sudah mulai menggunung dan sesak.


"Apa yang kamu lihat bocah mesum..."


Melihat selangkangannya. Andre tersentak.


"Dasar bocah mesum"


Tatapan mereka saling bertemu. Ayuni dan Andre saling canggung dan dada merekapun bersamaan berdegub kencang, mereka pun tersipu dan bersemu merah.


Sudahlah kamu ke kamarmu Ayuni. Abang mau tidur.


Andre cepat mengusir adiknya. Saat ini dia merasa malu.


"Ayu...tidak mesum...Abang tuh yang mesum. Dasar otak play boy"


Andre segera bangun dan Ayuni berlari dan langsung menutup pintu.


Andre mengucek rambutnya dan berteriak kesal dan membanting tubuhnya di kasurnya dan menutup kepalanya.


"Aaah...mengapa aku terpancing olehnya. Lihat saja....Barangku sudah tidak bisa aku kontrol. Ayuni melihatnya lagi...Buat malu saja... Aiiiisshhhh...."


Andre terus berguling dan menendang. Dia sangat malu terciduk Ayuni.


Sedangkan Ayuni memegang jantungnya.


"Kenapa dadaku berdebar.? Aaah...tidak mungkin aku menyukai Abangku sendiri. Aku cuma mau bercerita, tapi mengapa kami ciuman lagi."


Ayuni mengucek rambutnya kesal, dan diapun ke kamarnya dan tertidur pulas.


*****

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2