Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 161


Dewa mengikuti langkah Istrinya. Dea mulai masuk ke kamarnya dan langsung masuk ke kamar mandi mencuci mukanya. Dewa pun menunggunya dan duduk di tepi ranjang pengantin mereka yang banyak bunga - bunga di atasnya, dan di tengahnya bunga yang di susun berbentuk lingkaran Hati..


Setelah Dea keluar dari kamar mandi, Dewa pun tersenyum kepada istrinya yang masih tersipu malu.


Dewa masuk ke kamar mandi juga dan membersihkan wajahnya.


Dea tampak kesulitan menarik turun resleting pakaian belakangnya. Cukup lama berusaha sampai tak sadar Dewa sudah ada di belakangnya membantunya.


Dewa sedikit canggung, begitupun dengan Dea. Dewa menarik resleting kebawah dan Dea tak kuasa menolaknya.


Dada Dewa berdesir lembut melihat punggung istrinya yang sangat putih dan mulus tampa sadar mengecupnya.


Dea ingin menolaknya tapi tubuhnya merespon lain dari keinginan hatinya, bahkan kompak dengan lidahnya yang berubah kelu dan tidak bisa bicara.


Melihat istrinya yang tidak menolaknya. Dewa semakin menyingkap pakaian Dea di belakang. Mulai mengecup ke atas berganti ke bawah. Sentuhan bibir Dewa membuat desiran lembut pula di hati Dea. Bahkan tampa sengaja, Dea malah membantu membuka bajunya dan menurunkan nya ke bawah.


Seperti biasa Dea sangat frustasi, hatinya menolak tapi tubuhnya malah merespon kebalikannya. Tubuh polos dengan Bra merah berenda dan pembungkus bawah yang berwarna merah maroon berenda pula. Membuat tubuh putih mulus itu, semakin bersinar. sepertinya memang pakaian dalam yang couple itu,, yang membuat Dewa semakin mabuk kepayang.


Dewa semakin lupa bahwa bumi yang di pijaknya, pikirannya melambung tinggi ke nirwana. Ciumannya pun tentunya semakin panas. Setiap jenjang lekuk tubuh belakang Istrinya di sapu bersih dengan bibirnya, dan naik ke leher belakang istrinya dan membalik tubuh istrinya, dengan nafas yang sudah memburu.


Dewa langsung menyiksa bibir istrinya dengan remasan bibirnya yang ganas dan membara. Lidahnya tak kalah saing berpacu dengan bibirnya menyapu dan meremas bibir Istri yang sangat di cintainya. Lidahnya pun mulai menyusup masuk ke dalam rongga mulut Dea, meliuk dan meronta di dalam sana. Dea pun mencoba mengimbangi tapi Dewa adalah pejantan handal, kebanyakan Dea hanya bisa pasrah menerima cambukan bibir suaminya yang membara dan bergelora.

__ADS_1


Dewa tak tahan lagi, Diapun membuka pakaiannya dengan tergesa - gesa. meninggalkan sisa satu pembungkus bawahnya. Yang walau terbungkus tapi Si Joni Dewa sudah sangat kuat dan menantang, Sarung pembungkus pun tak bisa lagi menutupinya. Barang itupun sudah meliuk dan berputar di perut Dea yang membuat Dea sangat risih, dan malu, tapi ciuman maut suaminya tak bisa dia tolak lagi.


Dewa mencium dengan ganas sambil, menuntun istrinya ke ranjang, membaringkannya dan menindihnya.


Dea sangat risih dengan sesuatu yang menonjol di bawahnya, perkakas pribadi suaminya sudah menantang dan menyiksa area intimnya yang walau masih ada pembungkus menutupinya, tapi tarian si Joni membuatnya mengeluarkan suara lembut mendayu memanggil nama suaminya.


Dewa semakin menggila dengan panggilan itu, ciumannya semakin ganas menyapu bersih turun ke bawah leher istrinya, mengecup dengan bibirnya, sesekali lidahnya meliuk menikmati leher istrinya yang begitu nikmat dan harum. Ciumannya mulai turun lebih ke bawah menikmati selangka dada istrinya, nafasnya semakin berat dan memburu.


Kedua bukit kembar yang lembut milik istrinya sangat indah di pandangannya, kedua tangannya mulai nakal meremas, dan membawa bibirnya mengecup kedua daging lembut itu, yang masih terbungkus Bra berwarna maron berenda.


Tangan nakalnya pun, mulai membuka pengait belakang Bra, Mata Dewa semakin liar dan membara. Melihat dua bukit yang sangat indah dengan kedua pucuk yang kemerahan. Tampa ampun Dewa langsung menyusu silih berganti.


Dea sangat malu, tapi sudah terlanjur basah. Hisapan dan tarian lidah Dewa di kedua pucuk ranumnya yang silih berganti, membuat tubuhnya bergetar nikmat, desiran lembut di dadanya bertambah menyiksa tapi begitu menikmatinya, dan Dea merasa bagian bawahnya pun telah basah karna kenikmatan yang di rasakan nya. Sungguh indah dan seumur hidupnya belum pernah dia rasakan.


Tubuh Dea semakin bergetar, tarian lidah dan hisapan di pucuk dadanya dan tarian tangan Dewa di area intimnya, semakin menimbulkan badai nikmat yang sangat besar di tubuhnya.


Tampa sadar Dea mengerang nikmat, dan terus memanggil nama Dewa, dengan suara berat tapi sangat lembut, Karna berperang dengan badai nikmat yang menerjang tubuhnya.


Dea tersentak, merasakan sesuatu seperti cacing kecil mulai keluar masuk ke dalam area intimnya, terus keluar masuk dari dalam sana. Dan seumur hidupnya dia mendapatkan penuntasan yang sangat indah yang membuatnya meratap dengan indahnya.


Dewa sudah tak tahan lagi dan mulai membuka kain penutup itu, begitu juga dengan kain penutup Abang jago yang sudah diambang batas kesabaran tertingginya.


Dewa sudah mulai melakukan ritual penyatuan, walau selalu kalah, tapi tetap berjuang keras saling berpacu, Suara jeritan Dea yang kesakitan, menggigit punggung Dewa, membuat Dea, menitikkan air mata. Mahkotanya telah berhasil direnggut suaminya di malam pertama mereka.

__ADS_1


Dewa menghentikan aktivitasnya, membiarkan abang jago nya, berdiam diri di dalam sana, bibir dan mulutnya kembali menyusu kembali, bermain nakal di kedua pucuk kemerahan milik Dea, bibir, remasan mulutnya dan tarian lidahnya, di kedua pucuk kemerahan itu, membuat sakit yang di rasakan Dea di mahkotanya, berangsur menghilang tergantikan nikmat yang membuatnya melayang tinggi kembali ke nirwana, Terhempas badai nikmat yang membuatnya kembali meratap dengan indahnya.


Tampa sadar membantu Dewa mulai bergerak perlahan dengan ritme pelan dan akhirnya semakin maraton mengejar penuntasan dan berperang dengan badai nikmat yang mulai menerjangnya.


Dewa terus berpacu dan sesuatu dari dalam tubuhnya akhirnya telah tertumpah ke dalam rahim istrinya, Dewa menjemput kenikmatannya dengan erangan berat dan langsung menyiksa bibir istrinya dengan cambukan bibirnya yang sangat ambisi dan membabi buta.


Dea pun merasakan hal yang sama, mereka bersamaan melawan badai nikmat yang menerjang tubuh mereka secara bersamaan, dengan agresif Dea membalas lebih agresif tangkapan bibir Suaminya. Mereka berciuman sampai hampir kehabisan nafas, dan melepaskan ciuman bergelora itu, dengan nafas tersengal.


Dewa melepaskan tubuh istrinya, menghempas tubuhnya ke samping istrinya, kemudian menarik tubuh yang polos itu, ke dalam pelukannya. mencium kening Dea, menarik selimut menutupi kedua tubuh yang sudah polos mereka, yang sudah bermandi peluh karna olahraga nikmat yang baru mereka lakoni.


"Sayaang.....Trima kasih....telah mengijinkan aku mengambil hak ku sebagai suami mu sayang.. Kamu sangat menggairahkan ku sayang....


Apa kamu ijinkan aku mengulangi lagi, senam cinta kita lagi sayang...,?


Aku masih sangat kuat lho sayang.."


"Dasar mesum.."


Mencubit pinggang suaminya, Dewa tertawa dan menyingkap selimut dan memperhatikan tubuh Dea dengan tatapan buas kembali. Dea risih dan mencoba menutupi kedua area sensitifnya dengan kedua tangannya, tapi Dewa sudah melihatnya, dan Abang jago sudah menantang kembali untuk berperang dan Dewa pun menindih tubuh Istrinya kembali dan aktifitas senam cinta mereka pun, terulang untuk kedua kalinya.


Setengah jam berlalu, sepasang pengantin baru ini, melakukan senam cinta kembali, saling bersaing, untuk saling memuaskan satu sama lain, dan menjemput badai nikmat untuk kedua kalinya secara bersamaan meratap indah dan terkapar kembali, dengan nafas tersengal.


Benih cinta dari Dewa sudah dua kali menyiram rahim istrinya kembali. Dewa benar - benar ingin istrinya cepat hamil seperti Ayuni.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2