Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 120


Ibu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ayah makin serius memandang anak bungsunya.


"Ayah bingung... Aishhh!!! Jangan membuat kami bingung....baiklah kamu cerita pelan - pelan Apa masalahnya kami akan mendengar"


"Tapi Ayah...Walau Ayah dan Ibu kaget, Jangan memotong ceritaku, Karna aku tidak mau siaran ulang. Jadi jika kalian tidak terima


Tutup saja mulut kalian."


"Aaaaaaaahh.....ibu....jadi tegang. Tunggu Ibu atur nafas dulu."


Dan Ayahpun mengikuti..Mereka pun latihan pernafasan bersama. Keluarga Dimas sangat modern dan sangat kocak dan sangat menyayangi kedua anaknya.


"Sudaaaah....Kalian seperti mau melahirkan saja.."


Ayah dan ibu terkekeh dan menutup mulut mereka, takut Dimas marah karna mereka tahu Dimas sangat Bar - bar juga manja dan kekanak - kanakan serta sangat egois.


"Aku cerita nih....ingat jangan di potong ceritanya."


Dimas pun bercerita dari awal sampai akhir, tentang awal bertemu di tempat Disco dan pengaruh minuman dan Irene yang berpikir Dimas adalah Andre dan Dimas memanfaatkannya. Dimas sudah bercerita Kronologisnya. Dan Ayah dan Ibunya selalu menutup mulut hanya mata yang selalu melotot dan kepala menggeleng dan mengepalkan tangan ingin sekali memukul anaknya yang sangat memalukan, dan mencoreng nama keluarga mereka.


Dimas selesai bercerita. Diapun berbalik melihat Ayah dan Ibunya sudah menatapnya dengan sangat mengerikan. Ayah dan ibu pun kompak memukuli anaknya dengan tamparan.


"Anak...ini...!!!! Oooooh membuat kita sangat...malu...."


"Plaakk..plaak.."


Teriak Ibu. Sambil menampar kepala dan punggung anaknya.


"Ooooh....!!!! dimana mau kutaruh mukaku sekarang."


Teriak Ayah. Sambil menampar bahu, serta punggung. dan paha Dimas.


"Plak..plak....Plaakk..."

__ADS_1


Dimas hanya bisa menangkis tamparan Ayahnya dan ibunya kadang di kepala dan kadang di punggung dan pahanya.


"Aduuuh....sakiiiit!!!"


Setelah puas Ayah dan Ibu Sama - sama menghempaskan punggung mereka kebelakang.


"Ayaaaah....Aku mengidam apa Yaaah...Kenapa punya anak seperti ini"


Kata Ibu Frustasi.


"Sayaaang.....Mungkin ini salaaahkuuu...terlalu memanjakannya."


Merekapun saling curhat.


"Sayaaang....Apaaa...yang harus kita laku...kan sekarang...?"


Kata Ibu merengek.


"Sayaaang....kepalaku...pusing..aku sangat malu dengan temanku. Kata - kata Apa yang harus ku katakan.?"


Ayah ingin mengejarnya tapi Ibu menahannya dan menarik tangan suaminya dan duduk disampingnya. Menyandarkan kepalanya di dada suaminya dan memijit kepalanya yang tiba - tiba sakit. Begitupun Suaminya juga memijit kepalanyanya yang tiba - tiba sakit juga.


Beberapa hari kemudian Ayah Dan Ibu Andre bertemu dengan Orang tua Irene dan membicarakannya. Awalnya mereka marah tapi Ayah dan Ibu Dimas selalu datang meminta maaf dan akhirnya mereka melunak, dan berjanji membujuk Irene agar mau menikah dengan Dimas


Sore itu Irene berdebat dengan orang tuanya.


"Irene tidak mau menikah dengan bajing*n itu Dady!!!Titik.


"Kamu harus menikah Irene. Kamu jangan membuat malu Keluarga Hahh"


Begitulah setiap hari mereka bertengkar. tak terasa 1 bulan berlalu dan 2 bulan berlalu. dan Usia kandungan Irene sudah masuk 3 bln. Akhirnya Irene terpaksa menerimanya. Dady dan Momy nya tidak mau lagi mengajaknya berbicara


Dia tidak bisa terus terusan perang dingin dengan orang tuanya dan sudah lama tidak bertegur sapa. Karna Irene anak semata wayang dan selama ini sangat manja pada orang tuanya.


Dan melihat perjuangan Dimas yang selalu berusaha menemuinya dan memberinya perhatian. Dan kata - kata Bucin untuknya membuatnya sedikit ada rasa suka yang mulai tumbuh di hatinya. Dimas sangat Bucin dan sangat memperhatikannya.


Dimas selalu fokus mengikuti Irene.

__ADS_1


Kedua sahabatnya pun sudah mengetahuinya dan selalu mendukungnya. Andre dan Anton selalu menyemangatinya.


Irene terkadang tersenyum sendiri jika mendengar kata - kata Bucin Dimas.


"Sayang....apa anak kita menanyakan ku...pasti dia rindu denganku Karna aku juga sangat merindukannya.


Sayang...apa anak kita sudah makan...


sayaaang apa anak kita tidak rewel sayang, kasian mamanya pasti kerepotan.


Dan Irene terus menjawabnya dengan kata - kata marah dan pedis tapi Dimas selalu tersenyum.


"Dimas sangat mencintaiku sedangkan aku mencintai orang yang sama sekali tidak memikirkan ku."


Irene sudah mulai membuka hati.


Dan akhirnya dengan pertimbangan, dan pertemuan intens yang sengaja Dimas terus lakukan, Karna selalu membuntuti Irene. Bahkan mendatanginya ke rumahnya, dan melihat keakraban Dimas dengan Orang tuanya. Irene pun menerima Dimas dan menyetujui Menikah. Dan mereka sudah mulai saling menyapa dan mulai bercanda.


Saat ini cinta Irene sudah mulai tumbuh di hatinya dan Dimas melihat Irene sudah mulai mencintainya dia sangat bahagia.


Malam itu di Rumah Dimas dan Irene Sudah Ramai datang perias ruangan dan membuat banyak Dekorasi. Dan Catering pun sudah mulai menyiapkan makanan.


Malam itu Dirumah Dimas Di adakan Akad Nikahnya dan pelaminan nya. Untuk menerima tamu dan perjamuan makan dan minum. Di rumah Irene. Atas permintaan Dady Dan Momy Irene.Karna Irene Anak semata wayangnya.


Para tamu - tamu penting kalangan pengusaha dan pejabat. Bahkan Pak Gubernur. Dan Wakilnya serta Pak Walikota dan Wakilnya serta Pasangan mereka dan pejabat penting lainnya, ikut hadir.


Juga para artis dan produser tampak juga datang. Karna Irene Adalah Artis. Semua bahagia. Andre pun datang dengan adiknya. Dan Irene sudah mulai bisa mengikhlaskan Andre dan sudah mulai mencintai Dimas. Semua bahagia Dimas dan Irene selalu tersenyum.


Setelah semua para tamu undangan pulang. Irene dan Dimas memasuki kamar pengantin mereka. Dan mulai mengganti pakaian. Mereka juga membersihkan riasan nya. Irene memakai pakaian tidur yang tipis. Dimas memeluknya dari belakang. Dan mengelus perut Irene.


"Saya janji sayangku..Aku akan mencintai kalian seumur hidupku, mengecup bahu istrinya dan mengecup leher istrinya yang sudah mulai bisa menerimanya."


Irene berbalik dan Dimas langsung melahap bibir Istrinya dengan rakusnya. Mereka terus berciuman dan berakhir bertukar keringat kembali, pergulatan pun di lanjutkan di ranjang pengantin mereka. Dan Dimas lebih lembut melakukannya Karna ada calon baby nya di janin istrinya. Hanya deru nafas dan rintihan lembut yang keluar dari kedua bibir mereka. Malam terus merangkak naik dan Dimas terus mendaki dan mereka saling memacu untuk mencari penuntasan, di akhiri keluhan panjang keduanya pertanda permainan melelahkan dan membahagiakan mereka telah berakhir.


Dimas mencium kening istrinya, dan mereka turun di pembaringan untuk membersihkan tubuh mereka di dalam kamar mandi. Sesekali terdengar tawa renyah mereka. Dan untuk hari - hari berikutnya mereka akan saling mencintai satu sama lain


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2