
Part 122
Waktu bergulir dengan cepatnya hari wisuda Andre telah tiba. Saat ini mereka sudah selesai menerima piagam sarjana mereka.
Saat ini ke tiga bersahabat ini, sudah di dampingi keluarga masing - masing.
Sedangkan Ayuni pun sudah naik kelas 11. Tingkat 2 SMA. Hari ini semua keluarga berkumpul. Bahkan Dimas dan Istrinya Irene tambah mesra dan harmonis. Dimas selalu memegang dan mengecup tangan istrinya.
Alisa pun tampak lengket seperti prangko, dengan Abangnya dan banyak yang tidak mengenal Alisa, adalah adik Andre. Mengira pacar baru Andre.
Mereka banyak memuji kecantikan Ayuni, Ada yang menyimpan dalam hati dan kebanyakan pula saling berbisik antar teman alias berguncing.
Mereka menganggap, Alisa pacar Andre dan tidak ada duanya di banding pacar - pacar Andre terdahulu. Dan mendoakan mereka bersatu juga di pelaminan. Bagi pandangan yang Baper. sedangkan yang lain hanya bisa menatap iri dan ada juga yang sedih.
Ketiga sahabat itu, selalu bercanda dan berfoto. dengan keluarga masing - masing. Kemudian mereka berbaur dan berfoto kembali dengan sahabat dan keluarga sahabat masing - masing.
Andre, Anton dan Dimas pun berfoto bertiga dengan berbagai gaya. Tapi kebanyakan foto mereka selalu berpelukan. Mereka adalah sahabat sejati, dan sedikit Narsis dan Kekanak - kanakan. Keluarga mereka hanya bisa tertawa dan terkadang menggelengkan kepala, bingung dengan berbagai gaya mereka berfoto, yang terkadang norak dan aneh dalam berfoto. Terkadang seperti sahabat dan terkadang seperti kekasih. serta terkadang lagi seperti musuh bebuyutan.
Sesekali Andre menggosok pipinya, dengan wajah kesal. Karna Dimas selalu menciumnya. Dan gaya saling mencekik dan banyak expresi lainnya, yang akan menjadi foto kenangan yang bahkan anak dan cucu mereka kelak akan terpingkal dan bingung melihat foto kenangan mereka.
Merekapun akhirnya memutuskan pergi makan di restoran, bareng semua anggota keluarga. Ke tiga sahabat itu.
Mereka bertukar cerita. Apa yang akan mereka lakukan selepas kuliah.? Irene sepertinya sudah tidak memiliki rasa cinta pada Andre. Tatapan penuh cinta saat ini. selalu untuk suaminya tersayang, selalu tampak di wajahnya. Begitupun Dimas yang semakin Bucin dan romantis pada istrinya.
Andre sangat mengagumi pasangan itu, dan membayangkan dirinya nya lah di posisi Dimas. Membayangkan Ayuni menjadi istrinya dan mengandung anaknya. Sungguh khayalan yang sangat indah. Senyum sumringahnya selalu terhias di wajahnya. Dan dia selalu meremas lembut jemari adiknya.
Tak terasa waktu terus bergulir dan hari sudah semakin Sore dan akan segera menjadi Malam.
__ADS_1
Dimas bertanya ke Andre.
"Andre kamu khan jadi, lanjut kuliah di Korea. Jadi rencana kapan berangkat. Waaah... kami pasti akan sangat kehilanganmu.... kawan."
Kata Dimas dengan raut sedih.
Ayuni menatap Abangnya, dia tersentak dia tidak pernah menyangka Abangnya akan meninggalkannya. Dia menatap lekat dan sendu. Dia belum sanggup kehilangan Abangnya.
"Iya kawan. Hanya 2 Tahun kok, baru kembali lagi mengurus bisnis Papa."
Kata Andre tenang.
Sedangkan Ayuni bertambah gusar dan kalut. Hatinya mulai sakit dan perih. melihat kakaknya lekat dan bertambah sendu.
Dimas pun berkata kembali.
Anton tersenyum dengan kekasihnya.
"Tunggu aku menikah kawan, baru kamu ke Korea."
Kata Anton ceria.
Andre mengangguk.
Papa dan Mama sudah melihat wajah Ayuni sedikit mendung. Mereka pun berkata
"Baiklah...Dimas selamat Yah. Kami mau permisi dulu."
__ADS_1
Kata Mama Ayuni, langsung berdiri dan jadilah acara salam - salaman dan pelukan di antara ketiga keluarga ini dan pasangannya.
Mereka pun berpisah dan kemungkinan ketiga sahabat karib ini akan jarang lagi bertemu.
Papa melihat Ayuni yang matanya sudah mulai berair.
Begitu juga Mama. Mereka mengerti Ayuni tidak mau kehilangan Abangnya. Dan Andre sudah bulat tekad ke Negara Korea, dan Andre sudah membicarakannya dengan Papa dan Mama dengan mendatangani kamar Papa dan Mamanya, seminggu lalu. Tetapi Ayuni tidak mengetahuinya.
Andre datang ke kamar orang tuanya dan membicarakannya. Dan waktu itu, Sama dengan perasaan Ayuni saat ini, dengan perasaan Mama Andarani, Mama juga menangis tersedu - sedu, tidak bisa jauh dari Putra kesayangannya. Jadi dia mengerti perasaan Ayuni, yang belum tahu Abangnya akan pergi dan tiba - tiba Dimas membahasnya sedangkan dia tidak tahu apa - apa.
Papa menepuk Andre dan mengkode kalau Adiknya sudah menangis.
Andre menoleh, dia tersadar dan melihat wajah Ayuni sudah tertunduk dan sudah di penuhi air mata. Diapun memeluk erat adiknya dan mengelus bahunya dan mengecup rambutnya dan Ayuni tambah menangis.
"Huwaaa...huwaaaa...., Aku tidak mau...
Abang meninggalkanku...."
Menangis kencang, dan memeluk erat Abangnya dan menjadi tontonan.
Papa dan Mama segera ke Mobilnya. Papa Menepuk bahu Andre dan memberi isyarat untuk menenangkan Adiknya. Sedangkan Mama Andarani sudah menangis juga, dan suaminya cepat merangkulnya dan membawanya ke mobilnya.
Dimas dan Anton dan keluarga hanya bisa menatap sendu. Mereka sangat mengerti Andre sangat disayangi Adik dan Mamanya. Dan sekarang kedua wanita itu sudah menangis.
Dimas sangat menyesal membahasnya. Tapi sudah terlanjur keceplosan dan memang dia orangnya sangat Bar - bar dan apa adanya.
Andre segera membawa adiknya masuk juga ke dalam mobilnya. Dan Mobil Papa dan Mamanya sudah duluan perginya. Mereka memang datang dengan membawa mobil masing - masing.
__ADS_1
Bersambung