Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 39


Dewa, kamu dari tadi melihat kesana kemari, kamu lihat hantu yah" Kata Dea mengagetkan Dewa yang lagi terpukau dengan megahnya rumah Ayuni.


"Hantu Apaan, " Kata Dewa tertawa.


"Hantu mba Marni " Jawab Dea tertawa, He..he..


Dewa pun tertawa.


"Ha...ha...! Pelayan kamu itu lucu juga yah,"


"Dia itu menyebalkan, paling Kepo dan paling cerewet," Kata Dea dengan raut wajah cemberut.


"Oh ya, apa dia sudah menikah, kayaknya sudah agak berumur Mbak Marni." Kata Dewa.


"Belum menikah, dia itu Kasturi. Jangan sekali - kali bilang dia berumur, apalagi di hadapannya, pasti dia mengamuk, karna dia selalu anggap dirinya muda dan cantik." Kata Dea dengan serius.


"Apaan sih, artinya Kasturi Dea?" Dewa mengernyitkan kening.


"Kasturi Itu, artinya " Kembang Tua selalu berseri" Kata Dea tertawa. He...he....


Dewa pun tertawa, dan mencubit pipi Dea, saking gemasnya.


"Aduuuuuh....


Sakit Dewa, pipiku nanti melar" Kata Dea Manja, melepaskan kedua tangan Dewa, dari pipinya.


"Kamu menggemaskan jika tertawa " Kata Dewa tersenyum.


"Dewa, kamu sangat berani dan nakal, mencium Ayuni, kamu sangat agresif seperti itu, dan tumben Ayuni pasrah. Mungkin sedang memastikan hatinya, apa dia menyukaimu, atau tidak, ternyata Ayuni sama saja Abangnya tidak peka." Kata Dea serius, dengan menopang wajah cantiknya dengan telapak tangannya.


"Aku pun sama Ayuni, memastikan apa aku ada rasa dengan dia atau tidak. Tapi hanya rasa gemas saja, hatiku tidak bergetar." Kata Dewa dengan suara pelan.


Mata indah Dea, membulat indah, dan berteriak.


"Apa.....


Dewa, apa aku tidak salah dengar hah.....!


Makhluk secantik Ayuni, tidak membuat hatimu bergetar, kayaknya kamu butuh psikiater Dewa." Kata Ayuni tegas dan memukul bahu Dewa.


Dewa meringis dan tersenyum.


"Aduh! Aku akui Ayuni sangat cantik dan sangat menggemaskan, tapi aku tidak mencintainya dan kayaknya dia pun tidak menyukaiku." Jawab Dewa, membela diri.


"Jadi kamu mencintai siapa Dewa." Kata Dewa serius.

__ADS_1


"Kayaknya aku jatuh cinta padamu Dea." Kata Dewa dengan tersenyum manis.


Dea membulatkan kembali mata indahnya.


" Jangan ngaco kamu Dewa, kamu pergi sana cari psikiater, kamu khan tahu Dewa, saya mencintai Andre, dan akan selamanya mencintainya." Jawab Dea, serius.


"Jika Andre terus menolak kamu dan menikah dengan orang lain, aku akan selalu ada di sisimu." Menatap Dea serius.


"Jangan ngaco kamu Dewa, aku yakin Andre akan jadi milikku, dan kamu pun harus bisa memiliki Ayuni." Kata Dea menatap tajam Dewa.


Dewa terdiam dan mencoba mengalihkan pandangannya. Di sudut hatinya yang lain begitu perih dan menyakitkan.


Dewa menarik nafas dalam.


"Sudahlah Dewa, jangan terlalu berpikir, aku sangat mendukungmu, mendekati Ayuni, kamu sangat bodoh dan buta jika tidak tertarik dengannya." mengusap punggung tangan Dewa.


"Sudahlah, aku malas membahasnya, saat ini hatiku hanya milikmu." Kata Dewa dengan nada pelan.


Dea memasang wajah cemberut.


"Jangan memaksa, kamu tahu khan sifat aku bagaimana, aku malas basa - basi. dan cenderung judes dan tegas serta berpendirian teguh." Kata Dea tegas.


"Terserah kamu saja, itulah sifat kamu yang membuatku jatuh cinta." Kata Dewa, menatap Dea penuh cinta.


Dea mengucek rambutnya sangat kesal mendengar ucapan Dewa.


Dewa mengangkat bahunya, dan berdiri meninggalkan Dea, yang sedang menghentakkan kakinya, sangat kesal dengan Dewa.


"Aku pulang dulu" Kata Dewa sambil berlalu.


"Terserah kamu saja, kamu sangat menyebalkan." Jawab Dea kesal.


Dewa pura - pura tidak mendengarnya, dan terus berjalan keluar dari Istana Dea.


Dewa naik di motornya, dan menyalakan motornya dan melajukan nya keluar dari halaman rumah megah Dea.


Dewa terus membawa motornya, berbaur di jalanan kota dengan kendaraan lainnya.


Hiruk pikuk kendaraan dan suara pedagang meneriaki pembeli untuk menjajakan jualannya, tidak terdengar lagi di telinga Dewa.


Kata - kata penolakan Dea selalu terulang dan terngiang terus menerus di telinganya, hatinya sedang tidak baik - baik saja saat ini. Hatinya begitu sakit dan terluka.


Selama ini wanita yang selalu mengejarnya, saat ini dia pun di posisi yang sama. "Apa ini karma?" gumamnya dalam hati yang di penuhi kepedihan.


Sampailah Dewa dirumahnya yang cukup besar dan asri.


Dewa memarkirkan motornya di garasi, tampak ada 2 mobil pribadi disana.

__ADS_1


Dewa, melangkah memasuki rumahnya, tampak Mama Dewa menghampiri.


"Sayang, kenapa lambat pulang dan muka masam begitu sayang." Kata Mama Dewa, memeluk anak kesayangannya.


Dewa membalas pelukan Mamanya.


"Dari rumah Dea Ma." Jawab Dewa.


"Kayaknya anak Mama sedang jatuh cinta" tersenyum menatap anaknya.


"Iya Ma, tapi cuma Dewa sepihak saja." Jawab Dewa, menghempas pantatnya di sofa panjang, di ruang tamunya.


Dewa memang sangat akrab dengan Mama nya, selain Mama yang baik untuknya, Mamanya juga sahabat terbaiknya.


"Sesuatu yang kita inginkan, biasanya butuh extra perjuangan nak, anggaplah itu hanya halangan yang kecil saja, dan pasti kamu bisa melaluinya, yang penting jangan putus asa apalagi putus harapan." Kata Mama Dewa, memberi kata - kata motivasi untuk anaknya.


"Sekian lama aku mengidamkan wanita seperti Dea, tapi sayang dia mencintai orang lain. Dan aku akan mencoba sabar dan tegar menghadapi, setiap penolakannya." Jawab Dewa.


" Nak, jangan menghalalkan segala cara untuk mewujudkan tujuanmu, kamu cuma akan hancur, tapi selama kamu berjuang di jalan yang benar, terkadang harus kita memiliki jiwa besar untuk mengikhlaskan, terkadang cinta tidak selamanya memiliki tetapi melihat orang yang kita sayangi lebih baik dan bahagia bersama orang lain, itu lah cinta sejati. Kata Mama Dewa dengan menarik nafas dalam - dalam.


Kita harus tulus, ikhlas dan sabar. Sebenarnya itulah perjuangan seorang pecinta sejati.


Mama Dewa terus, memberi wejangan yang baik untuk anaknya, dalam hatinya terasa sakit, dia pernah di posisi Dewa, tapi dengan ikhlas dia bisa menerima, walau sampai saat ini, cinta itu masih ada di dalam hatinya. Tapi memiliki suami yang sangat mencintainya dan anak seperti Dewa yang sangat menyayanginya itulah bayaran dari keikhlasannya, yang sangat dia syukuri. Gumamnya dalam hati.


"Doakan Dewa Ma, agar Dea bisa memilih dan mencintai Dewa, Saya akan mencoba ikhlas jika memang semua jalan buntu untuk ku, bersama dia tidak ada lagi, tapi jika ada celah biar sekecil apapun Dewa tetap berusaha dan berjuang" Kata Dewa, dengan suara agak serak menahan kepedihannya.


Mama Dewa memeluk anaknya dan mencium keningnya.


" Iya sayang, Doa Mama akan selalu ada untukmu, sayangku. Semoga kamu bisa mendapatkan cinta sejati kamu sayang, teruslah berjuang jika masih ada jalan ke arah tujuanmu sayang. Doa Mama akan selalu menyertai setiap langkahmu, sayangku." Memeluk anaknya penuh sayang.


Ibu dan anak itu pun saling berpelukan. Hati Dewa terasa damai, di pelukan Mamanya. Dan Mama Dewa menitikkan air mata, dan cepat menghapusnya.


Dia tidak ingin anaknya melihatnya bersedih, Mama dewa berdoa dengan khusuk di dalam hatinya. Kepada sang pencipta Yang Maha Kuasa, semoga anaknya menemukan kebahagiannya dan memiliki cinta sejatinya dan hidup bahagia selamanya.


Mama Dewa melepaskan pelukannya, dan menyuruh anaknya makan.


"Sayang ayo pergi makan sayang" kata Mama Dewa membujuk anaknya.


Bersambung


Dukung Author dengan vote, like


dengan comment.


Agar lebih semangat lagi menulis Bab selanjutnya


Love You All

__ADS_1


__ADS_2