
Part 164
Satu Minggu berlalu, Ayuni dan Andre sudah ada di Bandara mau kembali ke Korea, waktu istrahat 3 bulan dari Ibu Andre, telah berakhir. Papa dan Mama mengantar mereka di Bandara, begitu juga Dewa dan Dea juga mengantar mereka.
Mereka saling berpelukan, dan terlihat sedih melepas kepergian Andre dan Ayuni.
"Andre...jaga baik - baik Ayuni ku..Papa akan sering - sering ke Korea menjenguk kalian."
Ayuni tampak memeluk Papanya, yang sibuk memberi ceramah pada Suaminya.
Andre tersenyum dan mengangguk.
"Tenang saja Papa, saya akan menjaganya melebihi diriku sendiri"
Mama mengacungkan jempolnya.
"Saya sangat percaya padamu sayangku..."
Memeluk pinggang Andre, menyandarkan kepalanya di dada anak kesayangannya.
Dewa pun merangkul pinggang istrinya dan tersenyum manis. Melihat kebucinan keluarga Ayuni.
Pesawat Andre dan Ayuni telah tiba, para penumpang pun di suruh bersiap.
Dea segera berjalan memeluk sahabatnya, Dewa pun memeluk Andre. Semua jadi saling berpelukan. Mereka melepas kepergian Ayuni dan Andre dengan lambaian tangan.
***
Di Korea Andre sudah mulai fokus kerja, Ayuni tidak ke kantor lagi. Andre selalu menyempatkan diri pulang makan siang di rumah Ibunya dan balik lagi ke kantor, Karna usia kandungan Ayuni mulai membesar, Andre sangat menyayangi istri tersayangnya.
Papa Ayuni pun dalam sebulan kadang tiga kali datang menjenguk anak kesayangannya, kadang Mama ikut, kadang juga tidak.
__ADS_1
Papa Ayuni jika datang, anak kesayangannya hanya bisa memakan masakan nya, dia selalu menguasai dapur Park She Hyo, Andre pun tak dia biarkan memasak. katanya harus banyak mengalah karna Papa jarang datang ke Korea. Andre dengan senang hati mengalah dan mendukung Papanya, dan sudah bosan bersaing.
***
Satu, dua, tiga, empat, lima, bulan berlalu tak terasa terus bergulir, Bulan ini sudah bulan untuk Ayuni, menunggu saat - saat akan melahirkan. Ibu Park She Hyo, meliburkan Andre lagi agar fokus menjaga istrinya. Papa dan Mama pun, sudah datang tinggal di rumah besar Ibu Andre, menjaga anak kesayangan mereka. Kakek pun kadang datang bermalam juga.
Suasana rumah selalu ramai dan riang, bahkan Mi Young dan Suaminya juga sering datang berkunjung. Sungguh Ayuni kesayangan semua orang. Sungguh gadis cantik yang sangat beruntung.
Dea pun saat ini, sudah hamil 3 bulan, tidak lama keluarga Pak Dean Baskoro pun, memiliki cucu juga.
Sore itu, Ayuni sedang berbaring di kamarnya. Dia merasa perutnya mulas, tapi dia tidak mau membuat semua panik, dia mencoba menahannya tapi rasa mulas di perutnya semakin menyiksanya.
Suaminya sedang di kamar mandi, tak lama Andre keluar, Ayuni menahan sakitnya, dia tidak mau suaminya akan panik dan hanya akan memakai handuk ke rumah sakit, mana di dalam sana pasti tak memakai apapun.
Betul saja Suaminya sudah melepas handuknya, dan si Abang Joni sudah bergelantungan di bawah sana, sedang tertidur, padahal tadi malam sudah mengambil jatahnya bahkan bangun tidur, mengambil jatah lagi. Setelah Dokter, menyarankan sering berhubungan, di usia kandungan tua nya, Suaminya sungguh mengambil kesempatan itu, dengan baik.
"Sayaang...cepatlah berpakaian, nanti Abang Joni masuk angin...sudah lesu begitu..."
"Apa aku bangunkan dia sayaang, untuk menjenguk anak kita.."
"Cepatlah.....Sayang...aku sangat lapar..."
Melihat wajah istrinya pucat, Andre pun buru - buru berpakaian.
Setelah berpakaian dia pun berbalik, dan kaget melihat Istrinya sudah bermandi peluh dan meringis kesakitan.
Andre terpekik kaget dan secepatnya mendekati istrinya.
"Hahh....!!!! sayang....kamu kenapa sayang....Apa anak kita sudah ingin keluar sayang....,?"
Andre sangat panik, dan segera mengangkat istrinya keluar.
__ADS_1
Papa, Mama, Kakek, Ibu She, Mi Young dan Suaminya lebih panik lagi. Yang berkumpul di ruang tengah, mereka ikut sangat panik, mereka saling bertabrakan, sangat kacau, serta gaduh dan ribut.
Andre tidak memperdulikannya lagi, terus berjalan keluar di susul Papa yang segera membuka pintu dan menemani anaknya di belakang dan saling mendorong dengan Andre, Karna Andre maunya Papanya menyetir tapi Papanya tidak mau, dia ingin bersama anak kesayangannya.
Ayuni sudah sangat kesakitan dan menjambak rambut Andre.
"Andre....cepat stir mobilnya....!!!!!"
Ayuni berteriak kesakitan, Andre langsung langkah seribu keluar dari mobil dengan rambut berantakan, dan cepat masuk ke pintu depan memegang kemudi, dan segera melajukan mobilnya.
Papa pun panik, dan terus membelai perut Ayuni, bahkan terus mengecupnya, dan menghibur cucu dan anaknya, walau hanya bisa pasrah di jambak juga oleh Ayuni. Kedua rambut kedua pria kesayangannya itupun, sangat berantakan, seperti di terjang topan badai. Andre sangat panik terus menjambak rambutnya sendiri dan mengucek nya, sedangkan rambut Papa pun terus di jambak Ayuni.
"Sabar sayang...sabar..sayang..cucuku...
sayang...
jangan nakal, jangan rewel sayaang...kasian Mami mu sayang..."
"Aaaah.....kenapa Rumah sakit itu, terlalu jauh Hahh.!!!!"
Andre terus memaki dan mengumpat sangat kesal, dia sangat frustasi.
Mobil pun akhirnya tiba di rumah sakit, perawat sudah siap menunggu di sana, Ibu She sudah menelpon, Karna dia juga memiliki saham terbesar di Rumah Sakit itu.
Andre segera turun dan berlari menggendong tubuh istrinya, dan menidurkan di ranjang beroda yang sudah di persiapkan oleh beberapa perawat yang sudah menunggu.
Perawat saling melempar senyum geli, melihat kedua rambut pria tampan itu, sudah sangat berantakan seperti di terjang badai.
Andre dan Papa, seolah merasa hanya mereka bertiga yang ada di muka bumi ini, tampa malu lagi meringis bahkan menangis, seolah di pandangan yang melihatnya, mereka juga seperti nya akan melahirkan. Ayuni bahkan sesekali menjambak rambut mereka, yang sudah berada di samping kanan dan kiri ranjang beroda yang memuat tubuhnya. Perawat hanya bisa terkekeh geli, kedua pria itu sungguh sangat menderita, tapi sangat Bucin dan menggemaskan.
Bersambung
__ADS_1