Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 142


Semua sudah sibuk mempersiapkan pernikahan Andre dan Ayuni. Mama Andarani dan Park She Hyo. Janjian ketemu di rumah She saja. Merencanakan Konsep undangan dan Dekorasi. dan Catering dan Tempat Acara. bahkan mencari Desainer terbaik untuk gaunnya. Semua sangat sibuk dan Park She Hyo, sudah menyuruh Asistennya, melaksanakan mulai besok rencana yang mereka susun malam ini. Mereka sudah tidak ingat anak mereka belum pulang. Mereka sibuk dengan dunia masing - masing.


****


Di sebuah rumah sederhana, di dalamnya terlihat Andre dan Ayuni masih tertidur dan masih betah berpelukan dengan erat.


Beberapa saat kemudian Andre terbangun. Dia pun tersenyum melihat Ayuni masih dalam pelukannya. Diapun mengecup sayang kening Ayuni berulang - ulang. Dia tidak pernah membayangkan mimpinya menjadi kenyataan. Ayuni akan selalu ada di dekatnya, bahkan tiap malam akan menemani tidurnya. Bahkan akan melahirkan anak - anaknya.


Andre tersenyum dan memberi kecupan di bibir adiknya. Karna terus menciumnya, Ayuni pun terusik dan mata indah itupun, mengerjab


dan terbuka sempurna. Ayuni tersenyum manis, Andre sangat gemas mencium gemas wajah adiknya. Menyapu bersih dengan bibirnya, dengan cepat, dan sengaja membuat bunyi cecap yang sengaja di buatnya.


"Abaaang.....sudah menciumku...!! aku lapar...Abaang. Makanan tadi belum sempat aku makan.


Andre tersadar dan cepat melepaskan pelukannya, bangun dari tempat tidurnya dan menarik tangan adiknya. Membawanya keluar kamarnya dan duduk di meja makan.


Andre berjalan ke dapur, menyiapkan makanan dan mulai memanaskan makanan.


Andre mulai membawa satu persatu mangkuk yang sudah terisi makanan. Andre sangat ahli memasak, karna sering bantu Papa Ayuni di Restoran mereka. Dan Mama di dapur. Di Kulkas pun penuh bahan makanan. Pelayan dari Nyonya sering datang menanyakan bahan dan makanan apa yang Andre butuhkan. Melihat Andre bisa memasak sendiri.


Sangat cepat Andre mempersiapkannya. Andre segera membawakan adiknya, dan ngotot mau menyuapinya.


Ayuni pun, kesal.


"Abaang...aku..mau makan sendiri...."


"Bocah ini bawel sekali siiih...biarkan Abang menyuapi mu. Jangan cemberut terus...Apa mau ku cium lagi.?"


Ayuni terpaksa tersenyum. Daripada di cium terus, kapan bisa makan.


"Dia sangat candu menciumku...bisa - bisa aku di gendong lagi di kamarnya."


Kata Ayuni, dalam hati dan tersenyum manis.


"Jangan tersenyum begitu...wajahmu..sangat menggemaskan....aku..jadi ingin sekali, mencium mu lagi..."


"Abaang...Ayuni....jadi pusing. Tidak senyum salah dan senyum pun salah...Apa Abang sedang cari gara - gara sama Ayuni....?"


Andre pura - pura kesal.


"Cepat makan...aku..juga mau di suapi makan..."

__ADS_1


Ayuni menatap jengah. Abangnya sungguh sudah memiliki penyakit Bucin.


"Ayuni....Mulai sekarang panggil aku sayang...dan aku juga akan memanggilmu..dengan banyak panggilan romantis..."


"Tidak mau....Abaang sajaa!!"


"Bocah ini jika di bilangin susah sekali siih...


Pokoknya panggil, sayang...sayaaang. sayang....sayang ..pokoknya sayang...!!!"


Melototkan matanya, yang bukannya menakutkan malah menambah aura gantengnya.


Ayuni terpingkal.


"Hahaha...haha..., Abaang ka....!.."


"My..Sweety...My..Honey...My..darling...My..


Love....Panggil..aku...sayaaaaang...sayaaang.."


Aku...mau..dengar..sekarang..."


Menaikkan alisnya, dan menatap Ayuni dengan Intens


"Iyaaaa...sayaaaaangku....Puaaas..."


Andre tersenyum lebar.


"Sangaaaat..teramat....puas...sekali..Ingat yah...biar di depan orang tua kita..panggil sayang..."


"Abaang..Nggak mau !!!!"


itu memalukan...."


"Jangan membantah...buka mulutmu..."


Ayuni memasang wajah cemberut dan membuka mulutnya.


Andre kesal melihat wajah cemberut Ayuni.


"Kalau begini...aku..terpaksa mencium mu..lagi, memakai lidah...."


"Iya..deeh..."

__ADS_1


Ayuni mengangguk dengan tersenyum, walau sedikit di paksakan.


Andre tersenyum dan mulai menyuapi adiknya makan. Setelah kenyang, Ayuni gantian menyuapi Andre. Mereka sudah bertukar senyum dan tertawa bersama.


Selesai makan, mereka duduk di sofa menonton TV, dan berbincang. Sesekali ada canda dan tawa di antara mereka. Malam semakin larut, Andre mulai menggoda Ayuni.


"Ayuni...Mengapa Mama belum nelpon yaah..?


Apa dia tidak takut. membiarkan kita berdua saja, begini berduaan sampai pagi..?


"Memangnya Mau..ngapain..?


Apa ada rencana mu...sayangku..yang perlu Mama khawatirkan.?"


Ayuni menatap Andre dengan tatapan manja..


Andre mengusap rambutnya dan memandang Ayuni penuh cinta.


"Seharusnya siih...Mama seharusnya harus..khawatir..Karna aku..adalah lelaki yang sangat normal..."


"Abaang....!!!!!"


Bukan Mama yang seharusnya khawatir...Saat ini, akulaah...yang...sekaraang....khawatir...


Bercerminlah Abaang...lihat wajahmu..


sungguh sangat mesum....!!!"


Andre terpingkal dan Ayuni menatap jengah dan bergidik ngeri.


Andre terus tertawa.


"Abaang...tawamu...saja...saat ini..di telingaku...terdengar .....sangat....mesum.."


Menyimpan kedua tangannya. Menyilang di depan dadanya.


Andre tertawa dan langsung berdiri dan menggendong Ayuni yang langsung meronta. Andre menggendong adiknya dan membaringkannya dan langsung menindihnya dan terus menciumnya.


Andre sama sekali tak berpikir mesum, Dia hanya mencium adiknya, dan sedikit berbincang.


Akhirnya mereka tertidur lelap. Ayuni tertidur dalam pelukan hangat Andre.


Mereka telah terlelap tidur. Sedangkan Mama Andarani terpaksa bermalam di rumah Park She Hyo. Hari esok akan jauh lebih melelahkan. Mengatur pernikahan kedua anak kesayangan mereka, akan membuat mereka akan super sibuk.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2