Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Pengumuman


__ADS_3

Part 73


Maaf Readers, Karna Author salah pengetikan judul karya terbaru. Judulnya yang sebenar benarnya.


"Haruskah Masih Memilihmu Sayangku"


Dimaklumi yah, Karna menulisnya agak crazy. 😀😀🤭🤭


Berilah Dukungan kalian di karya terbaruku Yah, di jamin ngakak juga, seperti di cerita sebelumnya. cuma sedihnya juga tingkat Dewa. di jamin menangis deh.


Ceritanya sangat kocak dan sedih dan semoga memberi inspirasi Readers untuk selalu tabah menjalani kehidupan. Dan selalu percaya akan indah pada waktunya.


Part 73 lanjut


Mereka pun berpandangan dan akhirnya tertawa senang.


"Abang kita ini, sama Bucinnya dengan Papa dan Mama Dea"


Kata Ayuni Tertawa.


Andre terkekeh mendengar nama Papa Dan Mama Dea. Mengingat mereka berdua, membuat Andre tertawa dan jauh di lubuk hatinya, sangat mengidolakan pasangan itu.


"Kamu tahu Ayuni, aku ingin membentuk keluarga seperti itu denganmu. Cintaku sangat besar untukmu, dan aku pasti lebih Bucin dari papa Dea."


Kata Andre dalam hati dan tersenyum bahagia.


Pesanan sudah di catat dan mereka pun mulai menunggu Minuman dan sedikit cemilan kentang.


Tidak berapa lama, Menu hidangan sudah tersedia di hadapan mereka. Dan Andre suka sekali menyuapi Adiknya. Sambil mencubit pipinya dengan gemas.


Orang yang mengikuti mereka pun, selesai memfoto segera berlalu dan menelpon seseorang.

__ADS_1


Lelaki misterius itu. Mengirim Foto - foto yang berhasil diambilnya, ke sebuah nama yang ada di daftar telepon di ponselnya.


Irene mendengar Ponselnya berdering, dan dia membuka pesan bergambar. Dia mengernyitkan keningnya.


Gambar yang di ponselnya terus dia perbesar dan memperhatikan dengan seksama.


"Mengapa mereka tampak bukan seorang kakak dan adik.? Tapi seperti sepasang kekasih.


Kelihatan jelas dari raut Wajah Andre memandang Adiknya, bukan tatapan seorang Abang ke adiknya. Tetapi tatapan rasa cinta yang begitu besar.


Aku harus mencari data yang lebih lengkap lagi, tentang Keluarga mereka.


Ternyata Irene lah yang selalu menyuruh anak buahnya, mengikuti Andre dan melaporkan apa saja kegiatan Andre.


Sedangkan di tempat lain, di sebuah cafe, Ayuni dan Andre masih sibuk bersenda gurau.


Tiba - tiba ada suara yang mengagetkan mereka.


Suara itu sangat Ayuni kenal. Ayuni berbalik dan menemukan seraut wajah tampan yang dicintainya. Yah dia adalah Dewa.


"Hai Dewa," Kata Andre.


"Hai kak Andre," Membalas ramah dan duduk di hadapan kedua adik kakak itu.


Ayuni menatap Dewa dengan tersenyum manis.


"Kamu sangat tampan Dewa." Lirihnya dalam hati Karna tidak bisa memilikinya.


Saat ini Dewa begitu tampan di mata Ayuni. Memakai kaos putih juga, bergambar mobil sport di padu jaket kulit warna coklat muda, dan celana jeans kain ketat berwarna hitam.


"Boleh aku duduk disini"

__ADS_1


Kata Dewa sopan, takut pada Andre yang sangat menjaga adiknya.


Apalagi jika Andre tahu sudah tiga kali mencium adiknya, dan hanya iseng dan tidak mencintai adiknya, bisa tambah runyam urusannya.


Walau jauh di lubuk hatinya yang terdalam, Mengagumi kecantikan Ayuni dan Dewa tahu, dan menyadari Ayuni lebih cantik dan sangat manis di banding Dea, tapi hatinya hanya bergetar untuk Dea.


Andre mengangguk, Sebenarnya dia sangat cemburu dengan Dewa walau dia tahu Dewa menyukai Dea.


"Bisa saja dia menginginkan adikku jika sudah menyerah mengejar Dea yang sangat menyukainya." Katanya ketus dalam hati.


Dia melihat raut wajah adiknya, tatapan itu mengartikan rasa cinta. dan ada juga kesedihan. "Apakah Ayuni mencintai Dewa.? Saat ini Andre sudah terbakar cemburu. Dan spontan dia pun marah, karna cemburu buta nya.


"Jika tidak terlalu penting menjauhlah dari sini" Bentak Andre kesal.


Dewa tersentak " Mengapa perubahan hatinya, cepat sekali berubah" Dewa melirik Ayuni.


Dan Ayuni pun, cukup kaget juga melihat Abangnya.


"Abang, biarlah dulu Dewa sebentar saja duduk dengan kita, dia teman baik Ayuni juga."


Membujuk Abangnya yang sangat otoriter dengannya.


Andre hanya menatap Ayuni kesal.


Dewa segera menyadarinya dan berdiri.


"Ayuni aku duluan yah, masih ada kebutuhan lain yang ingin kubeli."


Mulai berdiri dari tempat duduknya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2