Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 45


Andre sudah ada di ruang makan keluarga, Mama dan Papa tampak sudah siap untuk makan, Mereka sangat senang anak sulung mereka sudah bangun.


Mama berdiri dan memeluk anak kesayangannya, dan menepuk pantat Andre, kayaknya kebiasaan Mama ini tidak bisa dia hilangkan.


"Cepat duduk dan makan, mana Adikmu, sayang?." Tanya Mama, penuh rasa sayang.


"Sudah mau kemari Ma" Jawab Andre. segera duduk di meja makan.


Benar saja Ayuni sudah datang, Papa segera menyambutnya, dengan memeluknya. mencium keningnya, membawanya duduk di sampingnya.


"Sayang, apa sudah baikan, tadi Papa sangat panik mendengar kamu sakit perut, Papa dan Mama berlari ke kamarmu, melihatmu sudah tidur nyenyak membuat kami lega."Membelai sayang, rambut anaknya.


Papa segera mengisi piring dengan nasi dan lauk, dia pun menyuapi anak kesayangannya makan. Setiap Ayuni sakit Papa, yang boleh menyuapi Ayuni. Pak Jeong Lee sangat memanjakan anaknya jika sakit dan terkadang sangat lebay.


"Sayang, apa tidak ada badanmu yang lain sakit sayang. kasian anakku sayang, maaf sayang tadi kamu kesakitan, papa tidak ada di sampingmu." Membelai rambut Ayuni, penuh sayang.


Ayuni sangat lahap, di suap Papanya. Mama dan Andre sangat senang melihatnya.


keesokan harinya, semua keluarga sepakat Ayuni tidak ke sekolah dulu, Papa menyempatkan waktu ke sekolah Ayuni meminta ijin sakit.


Sorenya Dea datang membawa segala macam buah - buahan dan snack.


Sepulang sekolah, Dea diantar supir pribadinya, dan segera masuk kerumah Ayuni, sudah menganggap rumah sendiri, Dea berpapasan dengan Bibi Inah yang tersenyum. Mama Ayuni baru dari kamar Ayuni, langsung memeluk dan menyapa Dea.


"Hai, Dea, senangnya melihatmu sayang, Ayuni ada di kamarnya." Kata Mama ramah, serta menerima bingkisan Dea.


"Ooh iya, Mama. Makasih!! Kata Dea manja.


Dea melangkah ke kamar Ayuni, dan berpapasan dengan Andre yang baru dari kamar Adiknya.


"Hai, Abang Andre, senang melihatmu," langsung memeluk Andre.


.Dea sangat senang dan memeluk Andre, yang tampak risih dan cepat melepaskan pelukan Dea.


"Hai, Dea..., Abang buru - buru ada urusan sedikit," memberi alasan, melepaskan pelukan Dea.


"Iya, Abang saya ke kamar Ayuni dulu." Kata Dea dengan tersipu.

__ADS_1


Andre cepat meninggalkan Dea, takut dia minta yang macam - macam lagi. " Bocah ini, selalu cari cara untuk memelukku" kata Andre dalam hati


Dea sangat senang dan berbunga bisa memeluk Andre. Wajahnya tersenyum ceria sampai di kamar Ayuni.


"Ayuni....."


berteriak kesenangan memeluk sahabatnya yang sedang duduk di sofa dalam kamarnya yang luas.


"Dea...."


Senangnya kamu datang," Mereka berpelukan. Dea langsung duduk di sofa dan bersila diatas sofa menghadap Ayuni.


Ayuni juga mengikutinya, duduk bersila berhadapan.


" Bagaimana keadaanmu Ayu, apa kamu baik - baik saja?" Menatap sahabatnya dengan penuh perhatian.


"Iya Dea, aku sudah sehat kok," Kata Ayuni ceria.


"Tadi aku ketemu Abang kamu Ayu, dan langsung kupeluk, aduh senangnya..!" memegang kedua pipinya dan tersipu.


"Aaaah... Kamu Dea modus terus" dan terkekeh "He..he..! "


"Ayu, seingat aku dulu kamu, waktu tabrakan Dewa kamu menyukainya? Tapi kenapa sekarang tidak lagi, kamu sama saja Abang kamu, cepat bosan dengan lawan jenis" Kata Dea dengan wajah cemberut.


"Ayu panik juga dengar pertanyaan Dea, "Anak ini, tidak pernah puas jika tidak menyelesaikan pertanyaan yang belum terselesaikan." Kata Ayu dalam hati.


"Ayu, kamu tahu tidak, Dewa menyukaiku, sudah sin*ing kayaknya dia, sudah tahu saya suka Abang Andre,masih juga mau menunggu jika aku dan Abang kamu ,tidak jadian, benar - sin*ing itu anak." Kata Dea cemberut.


Ayuni sangat sedih, tapi menutupinya dengan mencoba bercanda.


"Sama saja denganmu Dea, mengejar cinta seorang play boy kayak Abang Andre." dan tertawa He..he.. tertawa diluar, tetapi teramat sakit di dalam hatinya.


"Ayu, apa kamu tidak bisa pura - pura suka Dewa agar dia mengincar kamu, bukan aku." Kata Dea serius.


"Sudahlah Dea, nikmati saja, jika rasa suka itu bukan mainan, jika kamu tidak berjodoh dengan Abang Andre, setidaknya kamu mendapatkan cinta yang tulus dari orang lain." Kata Ayu dengan pelan, mengatakan hal itu, membuat hatinya sangat perih.


"Ayu, aku akan terus berjuang untuk Abang Andre, Tolong Ayu jujur denganku, benarkah kamu tidak suka sama Dewa?" Menatap Ayu dengan cermat.


Ayu turun dari Sofanya, dan berjalan membelakangi Dea.

__ADS_1


"Sudahlah Dea, jangan membahasnya, saat ini aku belum merasakan apa - apa dengannya, entahlah suatu hari nanti," Kata Ayuni ketus padahal dalam hati, sangat sedih mengatakan hal itu.


"Tapi kenapa kamu mau di cium olehnya, dan kamu kelihatan menikmati ?" Kata Dea Sewot.


Ayuni panik, dan berlari menutup mulut Dea.


"Dea.....!!


jangan bahas disini nanti kedengaran Abang Andre." Menutup mulut Dea.


Dea melepaskan, dan bertanya kembali, dengan suara yang sangat pelan.


"Coba jelaskan, kenapa kamu mau di cium hot, seperti itu?"


Ayuni menggaruk kepalanya, "Aduh Dea ngotot sekali jika tidak aku jawab." gerutu Ayuni dalam hati.


"Baiklah, aku menjawab pertanyaan kamu," kata Ayuni dengan suara pelan.


Dea, aku mau di cium karna aku penasaran bagaimana rasanya berciuman seperti itu, jadi aku layani. Namun rasa cinta itu belum ada cuma rasa penasaran saja."Kata Ayuni, pelan.


Dea tertawa dan memukul Ayuni dengan bantal sofa, dan tertawa.


"Ayu......!!


Kamu Play Girl sama saja Abang mu, dan tertawa.


" Ha..ha....ha..., mereka tertawa bersama, sambil saling membalas saling melempar bantal kursi.


Suara tawa mereka bergema dalam rumah, sampai di telinga Andre, dia pun menggaruk kupingnya, dan mengomel.


"Aish...., Kedua bocah ini, kalau ketemu membuat telinga aku sakit saja.


Bersambung.


Dukung Author dengan Vote. Like


Dengan Comment, agar Author semangat melanjutkan Bab selanjutnya.


love love you all

__ADS_1


__ADS_2