Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang tertukar


__ADS_3

Part 57


Andre menatap Papanya kesal.


"Andre yang menarik dan memisahkan mereka Pa, Untung Andre datang tepat waktu, bagaimana jika Ayuni terluka dan lawannya sangat besar dan gemuk!!" Kata Andre kesal.


"Apa.... !!,


Mama tidak sangka anak Mama punya nyali sebesar itu sayang!!" Kata Mama masih teriak.


Papa mengucek telinganya, karna telinganya terasa pekak mendengar suara teriakan mama.


Sedangkan Mama masih melongo dengan bibir terbuka.


"Sayang, coba jelaskan, pasti anak Papa ada alasan yang kuat." Masih membela anak kesayangannya.


Ayu pun berlari dan duduk memeluk Papanya sambil menangis. Andre pun, agak melemah, air mata Ayuni sungguh senjata yang sangat ampuh untuk meluluhkan hatinya yang marah.


Andre sangat marah Karna dia sangat mencintai adiknya, bagaimana jika Ayuni terluka, Andre tidak akan bisa memaafkan dirinya.


Andre pun duduk di sofa sebelah adiknya, tatapannya sudah mulai sayu, melihat adiknya menangis rasanya ingin memeluk dan menciumnya.


"Menangis lah sayang, puaskan dirimu menangis, jika sudah terasa lega, bercerita lah. Kata Papa Ayuni penuh sayang dan membelai rambut anak kesayangannya dan sesekali mencium pucuk kepala anaknya.


"Huwaaa uwaaaa,........." Ayuni menangis kencang. Bibi Inah berlari dari dapur, sangat kaget mendengar nona mudanya menangis kencang.

__ADS_1


Andre pun merasa bersalah, membuatnya adiknya menangis, tapi kesalahan Ayuni bisa membahayakan dirinya di kemudian hari. Untunglah masih teman sekolahnya, yang menjadi lawannya, yang sebenarnya bisa bertindak kasar, hanya karna melihat Ayuni temannya jadi lawannya, hanya mengikuti permainan Ayuni saja.


"Sayang, sudah dong nangisnya, kita mau tahu lho sayang, apa permasalahannya." Kata Mama khawatir.


"Huwaaa.....Papa..., Uwaaaa....,


"Papa.....,


Ayuni mau buang ingus dulu.


Berdiri dan berlari ke dapur.


Andre tersenyum geli, "Dasar bocah, disaat sedih begini, masih sibuk urus ingusnya.".


Papa dan Mama saling berpandangan dan terkekeh. dan cepat menghentikan tawa mereka, karna Ayuni sudah datang mendekat. Dengan wajah yang sudah basah, habis mencuci mukanya.


Papa membasuh wajah anaknya dengan telapak tangannya, untuk mengeringkannya dan mengecup sayang kening anaknya dan memeluknya.


"Coba jelaskan sayang, permasalahannya." Kata Papa sangat penasaran disertai anggukan kepala Mama dan Bibi Inah, yang sudah duduk di samping Mama, bersamaan.


"Tadi itu, pulang Sekolah, saya dan Dea lagi tungguin Abang Andre. Sudah lama saya berdiri menunggu, Abang Andre tidak nongol juga. Ayuni sangat khawatir." Menghela nafas.


"Ayu, sudah mencoba menelpon Abang Andre, berapa kali, tapi tidak diangkat. Ayuni sangat khawatir takutnya Abang Andre, kecelakaan di jalan dan saat ini sedang menderita. Karna biasanya Abang Andre tidak pernah terlambat menjemput Ayuni. Ayuni menangis kencang, dan Dea pun menangis, katanya dia belum mau jadi janda muda....., nanti dia jadi janda kembang. " Ayuni terdiam mendengar suara tawa Papa dan Mama sudah pecah.


"Haa...ha..ha .....!! Bibi Inah pun tertawa keras, sedangkan Andre hanya mendengus kesal.

__ADS_1


Mama pun mengatur nafasnya, untuk berhenti tertawa. Tapi akhirnya tidak bisa menahannya. Mereka pun tertawa bersama kembali, bahkan Ayuni juga ikut tertawa. Hanya Andre yang makin kesal melihat mereka tertawa.


"Pantas saja, Dea memanggilku Suami. Dasar bocah itu, sangat menyebalkan, tidak mau jadi janda, memangnya dia mendoakan aku cepat mati. Bocah itu, tidak ada bosannya mengangguku." Sungut Andre kesal dalam hatinya.


Mama dan Papa serta Bibi Inah, sudah bisa menahan tawanya, dengan tersenyum geli, Mama bertanya kembali.


"Ayu, tapi kenapa bisa, kamu berkelahi.?"Tanya Mama penasaran.


"Pada saat kami menangis berpelukan dengan Dea. Eeh..,


Roy, Dedy dan Basuki menertawakan kami. Emosi kami langsung naik di kepala, jadinya Saya dan Dea langsung menyerang mereka. kami lagi bersedih mereka malah menertawakan kami. Khan tidak lucu Mama. Kata Ayuni membela diri.


"Iya... Itu benar, tapi kamu cuma salah faham, bukan kalian yang mereka tertawakan.! Mereka cuma menertawakan Basuki, yang ****** ***** yang dipakainya terbalik, dan ingat Ayu, Abang sangat kesal, Karna Abang khawatir, untung itu teman Sekolah kamu yang menjadi lawanmu Ayuni Wardana!!' bagaimana jika orang jahat di luar sana yang kalian keroyok, kalian bisa terluka. Dan berakhir tragis."


Andre membentak marah. Matanya menatap tajam Ayuni, dengan sorot mata yang sangat tajam menusuk, memendam amarah yang dipendamnya.


Papa dan Mama hanya bisa saling berpandangan. Mereka tahu Andre sangat mencintai adiknya, jadi sangat wajar dia marah, Karna rasa khawatirnya yang terlalu berlebihan pada adiknya.


"Sayang, benar kata Abang kamu, jangan cepat melakukan tindakan berbahaya seperti itu nak, Mama tidak ingin kamu mengulanginya yah, lain kali belajarlah mengendalikan emosi dan berpikir jernih." Kata Mama menetralkan suasana tegang antara Andre dan Ayuni.


"Iya sayang, keselamatan kamu di atas segala - galanya, jika ingin bertindak ingatlah kami semua, yang sangat menyayangi kamu. Kata Papa merangkul anaknya lebih erat.


Ayuni hanya bisa menganggukkan kepalanya, dan berkata lirih.


" Iya Papa, Mama dan Abang Andre, Ayuni janji tidak akan mengulanginya." Kata Ayuni penuh penyesalan.

__ADS_1


"Syukurlah nak, kamu menyadarinya. Lihat Abang kamu, dia sangat khawatir dengan kamu. kesana minta maaf sama Abang kamu. Kata Papa, menyuruh Ayuni.


Bersambung


__ADS_2