Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 80


"Pindahkan Putriku di ruangan besar VIP khusus untuk pemilik."


Perawat itupun keluar memanggil beberapa temannya untuk memindahkan Nona Besar mereka.


Tidak berapa lama, mereka berempat sudah masuk di ruangan, dan 2 orang perawat mendorong ranjang Nona besar. Putri tunggal pemilik Rumah sakit tempat mereka bekerja, dan 2 orang perawat lainnya mendampingi disusul pengawal dan Dokter Serta Orang tua Park She hyo. Berjalan dibelakang ranjang putri kesayangan mereka.


Mereka terus berjalan dan sampailah di ruangan yang sangat besar dengan fasilitas yang lengkap dan mewah. Seperti fasilitas kamar hotel berbintang. Ada sofa, televisi yang sangat besar, AC. Kulkas sangat besar dan lengkap dengan lemari. Dan ranjang yang lumayan besar dan sangat tebal dan empuk. di alasi lantainya karpet tebal.dan sangat empuk tetapi tetap ada roda di bawah ranjangnya.


Para perawat sibuk mengerjakan pekerjaan masing - masing. Mulai mengganti infus dan membenahi peralatan lainnya.


Begitu juga dokter mengecek ulang kondisi Nona Besar. Setelah semua sudah sesuai prosedur perawatan terbaik. Mereka pun membungkuk hormat. Mempersilahkan Tuan Besar dan Nyonya besar mendekati putri kesayangan mereka.


Ayah dan Ibu Park She Hyo, segera mendekati Putri tunggal mereka dan berbincang.


"Sayang, mengapa ini bisa terjadi sayang."


Bertanya pada anak kesayangannya.


"Saya tadi buru - buru menyambung Bus. Tiba - tiba ada juga mobil yang saya ambil jalannya, daripada tabrakan sy banting stir, akhirnya mobil terbalik."


Menjelaskan kronologi tabrakan pada Ibunya, benar murni kesalahannya.


"Sayang, jangan seperti itu lagi, Janji sama Ibu yah" Kata Ibu yang sangat menyayangi putrinya.


"Iya Ibu, Saya janji" Kata Park She Hyo, menyenangkan hati Ibunya.

__ADS_1


"Ayah, mau ke kantor dulu, ada pekerjaan yang ingin Ayah kerjakan".


Mencium kening anaknya, dan istrinya dan meninggalkan kedua wanita yang di cintainya.


Ibu dan anak tersenyum melihat lelaki kebanggaan mereka, berjalan keluar disusul pengawalnya, dan para perawat dan dokter.


Saat ini mereka hanya berdua. Ibu dan anak berbincang dengan akrabnya.


***


Sedangkan di tempat lain Cho Jae Hyun. Sedang sibuk dengan pekerjaannya. Untunglah dia karyawan teladan jadi bosnya mau mengerti dengan keterlambatannya.


Seorang pria hampir seumuran dengannya, berjalan mendekatinya dan menyapanya.


"Cho Jae Hyun, Mengapa kamu datang terlambat? Apa ada masalah?"


"Eeh, Jeoung Hyuk !!


Tadi ada kecelakaan dan aku menolongnya, membawanya ke rumah sakit. Untunglah dia tidak apa - apa."


Katanya senang.


"Apa dia seorang pria atau wanita" Tanya temannya kepo.


"Iya, dia seorang wanita"


Tersenyum manis.

__ADS_1


Jeoung Hyuk, mendorong bahu temannya dengan bahunya, dengan tersipu.


"Aaaaaaaahh..., Aku merasa... Wanita itu sangat cantik. Sahabatku ini, belum pernah tersenyum manis jika membahas seorang wanita. Dia begitu dingin dengan wanita padahal sangat tampan. Aku jadi penasaran melihat wanita nya."


Mengedip - ngedipkan matanya menggoda sahabatnya yang banyak di gilai wanita, tapi tidak pernah menggubrisnya.


Cho Jae Hyun, tersipu malu dan salah tingkah.


Dan temannya semakin menggodanya.


"Aaaah...., kenapa pipimu memerah seperti anak gadis yang jatuh cinta...."


Mencubit pipi sahabatnya.


"Kamu sangat cantik saat ini, dengan pipimu yang memerah"


Terus menggoda sahabatnya yang tidak biasanya, sangat manis dan tersipu Karna seorang wanita.


"Sudahlah, banyak pekerjaanku," Segera berlalu meninggalkan sahabatnya yang tidak akan putus menggodanya.


Cho Jae Hyun, tersenyum manis.


"Benarkah aku menyukainya? Dia memang sangat cantik dan manis. Aku jadi merindukannya."


Cho Jae Hyun, mengusap rambutnya kasar, menghilangkan pikiran yang tidak boleh dia miliki.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2