Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Ayuni segera di masukkan di ruangan bersalin, sudah ada beberapa Dokter yang menunggu, di dalam sana. Andre minta mendampingi Ayuni, bahkan Papa pun tidak mau kalah, tapi Dokter hanya bisa membolehkan Andre saja yang masuk.


Ayuni ingin dari awal melahirkan normal, dia tidak mau operasi Caesar, jadi semua sudah di persiapkan Ibu Andre.


Papa Ayuni sangat kalut, dia terus berjalan kesana kemari, rambutnya yang sudah sangat kacau, terus di kuceknya.


Mama dan semua keluarga yang baru datang, sangat kaget melihat rambut Papa Ayuni sudah seperti Monster. Mama hanya bisa menutup wajahnya, dengan telapak tangannya, jika ada yang bertanya yang mana Suami anda, mungkin mama Andarani akan menyangkalnya.


"Aaah....!!! Papa...malu - maluin saja."


Ujar Mama Andarani kesal.


Papa semakin seperti orang tidak waras. mondar - mandir dan mulutnya terus mengumpat


"Aiiishh.....Mengapa lama sekali...."


"Aiiishh....Apa Andre becus menjaga anakku..."


"Aiiiiishh....Kenapa aku tidak mendengar apa - apa...Apa anakku baik - baik saja di dalam sana dengan cucuku....?"


Mama hanya bisa duduk dan menatap jengah Suaminya, dan sesekali menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Dia sangat menyesal tidak membawa sisir, setidaknya rambut badai suaminya bisa dia rapikan.


Nasib Andre jauh lebih buruk, tangannya keatas sudah merah - merah di cengkram istrinya, rambutnya sudah sangat berantakan di jambak Ayuni, bahkan bekas gigitan di lengannya terdapat beberapa tanda, tidak dia pedulikan lagi, rasa sakit di badannya tidak sebanding dengan penderitaan istrinya. Bahkan Andre sangat cengeng ikut menangis bersama Istrinya. Apalagi Istrinya akan melahirkan dua bayi kembarnya, Andre sangat frustasi.


"Terus Bu Ayuni...tarik nafas. hembuskan lagi..tarik nafas..hembuskan lagi...Yaahh!!

__ADS_1


berkuat lagi...yaaaah....!!!!!!"


Dokter terus menyemangatinya, bahkan Andre pun, tak sadar menarik nafas juga dan menghembuskan nya dan berkuat, dia sangat menghayati proses melahirkan istrinya. Dengan teriakan panjang Ayuni, Bayi pertamanya lahir, kemudian menyusul lagi bayi keduanya. Andre menangis tersedu - sedu...sangat bahagia melihat kedua bayi nya telah keluar dengan selamat, dengan suara tangisan yang amat kencang.


Semua keluarga besar yang mendengar tangisan kencang dua bayi ini pun, bersorak kegirangan dan saling berpelukan.


Ayuni bermandi peluh dan segera di bersihkan oleh perawat, Andre sungguh tak menyangka, betapa menderitanya seorang perempuan melahirkan, dia akan lebih menyayangi istri dan kedua bayinya. Tak berhenti dia mengecup kening istrinya.


"Trima kasih sayang...Trima kasih sayang...Anak kita sangat tampan dan cantik sayang...trima kasih...."


Andre terus mengecup kening istrinya, yang sudah mulai tersenyum, walau masih sangat lemah dan lesu.


Ayuni mengingatkan Andre agar memperdengarkan Adzan di telinga kedua Bayinya.


Ayuni menitikkan air mata bahagia, dia saat ini, telah menjadi seorang wanita yang sempurna, memiliki Suami dan anak.


Setelah memperdengarkan Adzan di kedua telinga anaknya, Bu Dokter menyuruh perawat menyimpan kedua bayi itu, di atas dada polos ibunya tampa penutup , dengan telungkup di sana. agar ada interaksi yang kuat antara Ibu dan anak. Kedua bayi itu, sangat tenang memeluk Ibunya, Andre dan Ayuni menangis bahagia, membelai sayang kedua bayi mereka.


Beberapa saat kemudian, Ayuni sudah di pindahkan di sebuah ruangan yang luas, lengkap fasilitas mewah. Semua keluarga berkumpul di sana.


Kedua bayi Ayuni, telah di bawah di ruangan bayi, semua keluarga sudah datang menjenguknya, walau hanya bisa memandang dari luar jendela yang berkaca.


Semua sudah berkumpul di ruangan Ayuni, saat ini Ayuni menerima banyak kecupan dan ucapan selamat dari semua keluarga.


Tiga hari Ayuni di rawat di rumah sakit, dia sudah belajar menyusui anaknya di bantu suaminya. Papa dan Mama mau bermalam tapi karna ingin melihat kedua anak mereka merasa bebas dan leluasa menjadi orang tua yang sebenarnya.

__ADS_1


Semua bergembira dan berbahagia, menyambut kedua penerus mereka, Park She Hyo, satu Minggu ke depan, mengadakan pesta menyambut kedua cucunya dan acara syukuran serta acara aqiqah nya.


Waktu terus berlalu dengan cepatnya, Andre semakin dewasa dan sangat perhatian kepada Ayuni dan kedua anaknya, setiap Ayuni menyusukan bayinya Andre selalu ada menjaga nya, bahkan terkadang membantu menghisap ****** Ayuni jika lambat lagi mengeluarkan ASI-nya, atas anjuran Dokter. jadilah Ayuni menyusui tiga orang. Andre tak mau jauh - jauh dari istri dan kedua anaknya.


Perayaan pesta untuk kedua bayi menggemaskan itu, sudah berlangsung dengan sangat meriah, Dea hanya bisa video call dengan Ayuni dan kedua bayinya, Karna kandungan dia agak lemah, tidak di anjurkan dokternya bepergian jauh.


Semua begitu ceria dan bahagia dan tak terasa, acara pun telah usai, keluarga pun, sudah beristirahat di kamar masing - masing.


Hari berlalu semakin cepat, berganti Minggu dan tak terasa sudah 1 bulan berlalu. Andre sudah sangat merindukan sarung Abang Joni nya, dari tadi dia sudah merengek, dan selalu menggosok Abang Joni di bokong Ayuni yang sedang menyusui bayinya.


Ayuni juga sadar, sudah satu bulan tidak memberi jatah Suaminya, walau kadang dia puaskan dengan mulut dan lidahnya tapi tetap saja Andre merindukan sarungnya. Suaminya memang pejantan handal.


Air susu Ayuni, semakin hari menipis, dia terpaksa membantu ASI-nya dengan susu formula, Karna kedua bayinya sudah semakin kuat minum susu.


Setelah bayinya tertidur dan menyimpannya di ranjang bayinya. yang ada dua di kamarnya.


Ayuni mendekati Suaminya yang sudah melepas seluruh pakaiannya, Abang Joni pun sudah sangat fit tegak seperti Monas.


Ayuni pun menggoda Suaminya dan membuka seluruh pakaiannya. Benar saja tatapan suaminya begitu liar dan ganas menatapnya dan langsung bangun dan menerkam tubuhnya dan menindihnya.


Seluruh wajah dan tubuh Ayuni, tidak luput dari sapuan liar bibir dan lidah suaminya, bahkan bagian tubuhnya sudah penuh dengan tanda merah, dari hisapan luar suaminya. Andre benar - benar menikmati tubuh istrinya dengan pelan dan pasti, dia benar - benar ingin menikmati tubuh itu sepuasnya. Andre terus menghisap **** ***** istrinya mengoreknya dengan lidah dan jemarinya dia sungguh sangat merindukannya. Setelah Istrinya mendapatkan penuntasan dengan jeritan kecilnya, Andre pun dengan sangat pelan dan semakin maraton berpacu dan berjuang menggempur pertahanan istrinya dengan jeritan kecilnya yang terdengar sangat berat dan sangat menikmatinya. Satu bulan sudah, dia bersabar menunggu dengan sangat sabar, dan akhirnya bisa menikmatinya kembali.


Malam semakin larut, berapa kali Andre terbangun memberikan minuman susu dot untuk anaknya, dia tidak mau menganggu istrinya, agar besok pagi bisa menggempur lagi pertahanan istri yang begitu di cintainya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2