
Part 40
Sementara di kediaman Ayuni, Andre sedang di pijit punggungnya oleh Ayuni, sambil mereka menonton TV bersama.
Andre duduk di lantai beralaskan karpet, dan bersila. sedangkan Ayuni diatas kursi dan menjepit badan Abangnya, di sela paha nya.
Ayuni dengan manja, sesekali memeluk Abangnya dari belakang, jika sedang kecapaian memijit.
"Abang, sudah agak enakkan, punggung dan leher kamu Abang?" memeluk Abangnya manja, Andre mencium pipi Adiknya gemas.
" umph......
Belum, sekarang kepala Abang juga kamu pijitin dong."kata Andre, dengan manja, membawa tangan adiknya ke kepalanya.
Ayuni, mulai meremas kepala Abangnya dan rambut Abangnya, dengan gemas.
"Abang, kenapa lama sekali Abang Jomblo? cari pacar dong Abang. Saat ini Ayuni merasa bukan adik lagi, tapi seperti pacar Abang, apalagi sekarang kayak istri saja. Semakin hari Abang manja sekali sama Ayuni." Kata Ayuni, dengan wajah cemberut.
Hati Andre sangat senang dan berbunga mendengar penuturan Adik yang dicintainya.
Andre berdiri, dan menarik adiknya turun mengantikan posisi duduknya dan posisi terbalik sekarang. Andre yang duduk diatas. Pahanya menjepit adiknya dan mulai memijit adiknya dengan lemah lembut.
Giliran Abang yang pijit, Dasar bocah, kerjanya mengeluh terus" Kata Andre, sambil tersenyum.
Andre mulai memijit punggung Ayuni, leher dan kepalanya, Andre pijit lembut secara bergantian, Lengan Ayuni melingkar dan memeluk paha kakaknya, sambil menonton.
Papa dan Mama datang bergabung.
"Wah, enak sekali di pijit," Kata Mama dan segera duduk bersila di karpet sejejer dengan Ayuni. Menyuruh suaminya memijitnya.
"Papa, duduk di sofa, di belakangku....." Mama juga mau dipijit." teriak Mama Manja.
Andre dan Ayuni. Terkekeh. "he he.."
Papa segera bergabung, dan duduk sejajar dengan Andre.
"Beginilah, Andre jadi suami harus sayang istri, kalau tidak di turuti, nanti tidak di kasih jatah di tempat tidur." Kata Papa sambil memijit punggung istrinya.
Ayuni mengucek telinganya.
"Papa, mulai deh, bicara Dewasa, Ayuni sudah besar Papa bukan anak Balita lagi. Kata Ayuni dengan wajah cemberut.
Papa dan Andre tertawa.
" He he.....Oooooh rupanya ada orang yang dewasa dirumah ini, tapi tingkahnya kok, kayak Balita yah,. Kata Papa, mengelus dagunya.
Andre, mencubit pipi Adiknya gemes, dan mencium gemas pipinya.
"Iya Pa, bau Ayuni Masih bau anak baby." Kata Andre.
" Coba Papa mau cium juga." Tiba - tiba Papa berteriak.
"Aduuuuuh, sakit !, Andre menoleh, melihat Papanya, ternyata Mama sudah mencubitnya.
"Cepat pijit, mau di cubit lagi." Kata Mama kesal.
"Siap! ibu komandan, gara - gara Andre nih Ma."
__ADS_1
Jawab Papa membela diri. Papa dan Andre saling berpandangan dan terkekeh. He he.
Tidak berselang lama Andre juga berteriak.
"Aduuuuuh, sakit." Ternyata Ayuni juga mencubit Pahanya.
"Siapa suruh, mengatakan saya bau anak baby" Kata Ayuni kesal.
"Benar - benar bocah" Kata Andre mengelus pahanya yang sakit, di cubit Ayuni.
Papa pun tertawa.
" He..he. belajar sabar Andre, supaya jika sudah menikah tahu namanya mengalah." Menepuk bahu anaknya.
Mereka pun, mulai memijit, punggung dan leher kedua wanita cantik itu, yang sangat mereka cintai.
Papa pun berkata kembali.
" Mama, nanti Malam giliran Papa di pijit yang di bawah yah!" Mulai berbicara nakal.
Ayuni pun berteriak kembali, sambil mengucek kupingnya.
"Papa......!!"
Papa, Andre dan Mama tertawa.
"He..he..he..." Andre mencubit lembut pipi adiknya, yang sedang cemberut.
Mbok Inah, datang membawa cemilan dan minuman.
"Bukan, acara pengajian, sudah tahu mijit, nanya." Kata Papa serius.
Bibi Inah tertawa, memperlihatkan gigi ompong nya.
Mereka pun tertawa bersamaan.
"He...he...he..."
Keluarga itupun tertawa bahagia.
Mama segera naik duduk, di sela Paha suaminya. Dan langsung di peluk mesra suaminya, dari belakang.
Sedangkan Ayuni tidak mau mengalah, mengikuti Mamanya, Andre pun memeluknya dari belakang juga. Ayuni dan Mama bersandar di badan lelaki yang sangat mencintai mereka, sambil menonton Tv.
Bibi Inah tersenyum dan beranjak pergi.
" Aden Andre dan Non Ayu sangat serasi, semoga mereka bisa menjadi suami istri kelak yang bahagia, Karna mereka tidak bersaudara kandung." Gumam Bibi Inah dan berlalu meninggalkan keluarga bahagia itu.
Andre sesekali mencium pipi Adiknya.
Papa dan Mama sesekali melirik anak mereka, sambil tersenyum. Mereka sangat berharap Andre dan Ayuni bisa saling mencintai nantinya, dan menjadi pasangan yang mereka idamkan.
Papa, sudah mengelus dada bagian depan istrinya. Andre melihatnya. Dadanya berdetak tidak beraturan. Dan mengalihkan pandangannya.
Mama segera berdiri dan mengajak suaminya.
" Papa, Ayo kita ke kamar." Kata Mama berdiri dan mengajak suaminya.
__ADS_1
Setelah Papa dan Mamanya menjauh, Ayuni mengomel.
" Mereka mau bertempur lagi." Kata Ayuni dengan nada kesal, ternyata diapun melihat, Papanya mengelus bagian depan Mamanya.
Andre tertawa geli, dan memiringkan kepala Ayuni dan menciumnya gemas.
" Umph......
Bocah ini, otak mesum yah." mencium adiknya berulang.
Ayuni tertawa, kegelian. Hidung mancung Abangnya menusuk pipinya.
Andre memeluk adiknya erat, dia tidak sadar mengelus juga, di depan dada adiknya.
Ayuni bersandar di Dada Abangnya, menyadari Abangnya memegang bagian depannya. Diapun menepuk punggung tangan Abangnya.
"Abang, berhenti mengelus dada Ayuni, Abang sama saja Papa" Kata Ayuni dengan wajah cemberut.
Ternyata dia pun melihat perbuatan Papanya, tangan Papanya bermain di depan dada Mamanya. Ayuni hanya memutar bola matanya, dengan malas, sekarang Abangnya mencontohnya. "Kayaknya Abang mau di suruh cepat menikah saja". Gumamnya dalam hati, kesal.
Andre tersadar, ternyata perbuatan Papanya dilihat juga Ayuni. Andre melepaskan tangannya. Dadanya berdetak tidak karuan, dia benar - benar tidak sengaja melakukannya. Untung Ayuni sangat polos dan tetap bersandar di dada Abangnya.
Tidak berselang lama. Ayuni tertidur pulas di dada Abangnya. Andre menyadarinya.
Bocah ini, gampang betul tertidur," Membaringkan adiknya di atas pangkuannya, dan berdiri menggendong adiknya membawanya ke kamarnya.
Sesampai di kamar, dengan pelan dibaringkan adiknya. Andre menatap wajah adiknya, membelai rambutnya, dan mengusap pipinya.
Andre mencium kening adiknya, turun ke hidungnya , kedua pipinya bergantian dan mengecup bibir adiknya dengan lembut, yang sudah menjadi candu untuknya, kembali mengecupnya berulang.
'Ayuni, Abang sangat susah untuk tidak mencium mu, semakin hari kamu semakin menggemaskan." Andre bergumam dalam hati dan mengecup bibir adiknya kembali, dan membuka bibir adiknya dengan bibirnya dan menghisapnya lembut.
"Abang.........!
Sudah mencium ku, aku tidak bisa bernafas, aku mau tidur." Kata Ayuni, masih memejamkan matanya.
Andre tersentak, perbuatannya di ketahui adiknya, dia memperhatikan wajah Ayuni yang tetap memejamkan matanya, dan tetap tenang melanjutkan tidurnya. Diapun tersenyum, mengelus pipi Adiknya, dan bergumam dalam hati. "Sungguh polosnya, kamu Ayuni, aku sangat mencintaimu."
Ayuni bergumam dalam hati, Dua lelaki ini, Dewa dan Abang Andre, sama saja egoisnya. Yang satu menciumku karna memanasi wanita lain, dan yang satu menciumku, keenakan menjomblo, bibirku dianggap, pengganti bibir pacarnya. Kasian suamiku nanti mendapatkan bibirku, sisa dari dua pria egois ini. Ayuni mengomel dalam hati. Membiarkan Abangnya, mengelus pipinya, mencium pipinya dengan lembut.
Andre pun, berbaring di samping adiknya. Menarik adiknya dalam pelukannya.
Saat ini Ayuni belum tertidur, dan diapun merasa senang di peluk kakaknya, mendengar detak jantung kakaknya, membuatnya nyaman, hangat, dan terlindungi, dan akhirnya tertidur pulas dalam pelukan Abangnya.
Ayuni dari kecil sudah terbiasa tidur dengan Abangnya. Sampai dewasa pun, mereka terkadang tertidur bersama.
Saat ini jam dinding menunjuk angka jam 1 siang. Mereka tertidur pulas, saling berpelukan.
Bersambung
Dukung Author Yah,
Dengan Vote,Like dan comment
Agar Author lebih semangat melanjutkan BAB selanjutnya.
Love you All
__ADS_1