Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 36


Dean berteriak memanggil Gilang.


"Gilang apa yang kau lakukan di kamar mandi" Dean mondar - mandir di depan kamar mandi.


"Sebentar, kepalaku pusing mau muntah" sahut Gilang kesal.


"Salah makan apa lagi kamu Gilang" balas Dean.


" Semua ulah kamu" jawab Gilang.


"Kenapa denganku, akhir - akhir ini kamu sangat menyebalkan." Balas Dean.


Gilang keluar, wajah tampannya masih basah dengan air, habis mencuci mukanya, dengan membuka kaca matanya, dia terlihat lebih tampan.


"Kamu yang menyebalkan, dasar Bucin, kata - katamu itu membuatku mau muntah, seperti anak ABG saja."


Dean terkekeh. "He...he...nikmati lah teman, beginilah namanya jatuh cinta. Semua terasa indah." Melihat jarum tangannya sudah menunjuk ke angka 10 pagi, Dean pun segera berlalu meninggalkan Gilang yang terbengong.


Gilang mengernyitkan keningnya. Tumben tidak mengamuk, kata Gilang dalam hati.


Gilang, aku keluar dulu. Cepatlah cari jodohmu, Maya juga boleh tuh, dia cantik, kayaknya dia naksir denganmu. Dia juga teman kita di kampus dan dia selalu dekat dengan kita, dia cuma pura - pura jual mahal, karna takut kamu menjauh, Khan dia tahu kamu anti wanita." dia kembali menepuk bahu sahabatnya.


"Aaaah.....,


sudahlah, tidak usah mengurus hidupku, urus pacarmu saja sana !"Jawab Gilang kesal.


"Dasar lelaki yang tidak peka" kata Dean kesal, meninggalkan temannya, sekaligus asistennya.


Adelia sudah keluar dari rumahnya, diantar supirnya, tujuannya Taman kota.


Begitupun Dean, sudah di dalam mobilnya dan melajukan mobilnya ke Taman kota.


Adelia duluan sampai di Taman kota, dia menunggu di pinggir jalan, tidak berselang lama mobil Dean sudah parkir di sampingnya, membuka kaca mobilnya.


"Naiklah sayang" menatap kekasihnya mesra.


Adelia tersenyum manis, dan membuka pintu mobil Dean, segera masuk dan duduk manis di samping Dean.


Dean memajukan wajahnya, dan memajukan bibirnya ingin mencium kekasihnya dan Adelia pun menyambutnya, bibir mereka saling mengecup mesra.


Dean, terus mengecup kekasihnya, dengan merangkul leher putih bersih milik Adelia. dan menyerang bibir Adelia dengan serangan dari bibirnya yang dia lakukan berulang. Adelia mendorong dada pacarnya menjauh dari bibirnya.


"Sudah sayang, ayo kita berangkat" kata Adelia.


Dean masih ingin berlama - lama mencium kekasihnya, yang sudah menjadi candu untuknya. Akhirnya Dean terpaksa memperbaiki cara duduknya di depan stir dan mulai melajukan mobilnya.


"Sayang, kemana kamu mau membawaku?" kata Adelia penuh selidik.


"Ke Villa aku sayang" jawab Dean.


"Jangan macam - macam sayang, kita belum menikah." Kata Adelia ragu.


" Percayalah sayang, ada pembantuku disana, aku tidak akan macam - macam, kecuali hanya mencium kamu sayang" Kata Dean menggoda.


"Aaaah.... kamu janji hanya mengecup ku saja sayang" kata Adelia manja.


Dean hanya tersenyum lebar, terus melajukan mobilnya ke arah villanya. Adelia mengantuk dan tertidur.


Dean membelai pipi kekasihnya dengan penuh sayang, dan fokus memperhatikan jalan kembali.


Tidak berselang lama, mobil sudah ada di depan pagar tinggi.

__ADS_1


Melihat mobil tuannya, seorang satpam berlari membuka gerbang, masuklah mobil Dean di halaman yang asri, jalanan yang lumayan panjang di sekitarnya banyak pepohonan yang terawat dengan baik.


Mobil terus melaju menyusuri jalan ke depan dan tampaklah rumah yang sangat besar yang megah, tidak kalah mewahnya dari rumah pribadinya.


Dean memarkirkan mobilnya, di depan rumah mewah tersebut.


"Sayang, bangunlah sudah sampai, mengusap pipi Adelia dengan lembut." belum pernah ada wanita yang Dean bawa ke villanya kecuali Adelia.


Adelia terbangun, dia melihat ke depan tampak rumah megah yang sangat besar di hadapannya.


Kayaknya aku mengenal tempat ini, kayaknya aku pernah kemari, tapi lupa, kayaknya sewaktu aku masih kecil. gumam Adelia dalam hati.


Dean sudah diluar mobilnya dan membukakan pintu Adelia.


Adelia keluar, dari mobil. Dean merangkul pinggang kekasihnya, membawanya masuk ke dalam villanya. Tampak beberapa pelayan membungkuk hormat pada tuannya, yang baru datang.


Adelia duduk di sofa ruang tengah, mencoba mengingat, kayaknya aku pernah kemari, tapi kapan? kata Adelia dalam hati.


Pelayannya berdiri berjejer, sekitar 6 orang pelayan. Dean memberi perintah.


"Siapkan saya makanan, kami mau sarapan disini." kata Dean lantang.


Dean memberi kode ke pelayannya, agar segera pergi meninggalkan mereka berdua.


Melihat kode dari tuannya, mereka pun berjejer rapi ke belakang dan meninggalkan ruangan itu, dengan raut wajah kebingungan dan takut mempertanyakan, siapa gadis yang sangat cantik itu, yang di bawa tuannya?


Dean duduk di sebelah kekasihnya, memeluknya dan mencium keningnya, Adelia mempererat pelukannya, kedua tangannya memeluk erat tubuh Dean yang membawa aroma maskulin yang menenangkan jiwanya, hatinya benar - benar telah jatuh cinta kepada Pria yang Tampan, yang ada dalam pelukannya.


Tidak berselang lama, seorang pelayan membawakan minuman, kue serta cemilan buatan koki dapur Villa Dean.


Pelayan wanita yang masih muda itu, tersipu malu melihat kemesraan sepasang kekasih yang sangat serasi itu, segera menghidangkan minuman dan kue yang di bawanya serta cemilan, dan cepat meninggalkan ruangan itu, Sedangkan Dean sibuk membelai rambut kekasihnya dan mencium kening Adelia. Mereka tampak seperti pasangan yang tidak bisa terpisahkan lagi.


Tampa mereka sadari, sudah ada dua mobil mewah sudah parkir di luar Villa Pak Badkoro.


Tampak dua Pasang Suami istri keluar dari dua mobil mewah itu, mereka tampak sangat bahagia. Mereka segera memasuki rumah yang saat ini ada Dean dan Adelia.


Begitupun sebaliknya Adelia sangat kaget melihat kedatangan Papa dan Mamanya, yang tampak bahagia dan tertawa.


Dean dan Adelia saling berpandangan, mereka kebingungan.


"He...he...lihatlah Hendrawan, jodoh takkan lari kemana, lihatlah anak - anak kita. Tampa kita pertemukan mereka lebih cepat akrabnya." kata Pak Baskoro, Ayah Dean sambil tertawa.


Adelia dan Dean saling berpandangan, Adelia menyadari. Apakah Dean lelaki yang mau di jodohkan denganku? gumamnya dalam hati, tidak lama Adelia menjadi sangat malu dan tersipu dan lari ke pelukan Ayahnya. Ternyata Dean yang akan di jodohkan dengannya.


Sedangkan Dean sangat bahagia, wajahnya tersenyum lebar, dia juga mengakui bahwa dia sangat mencintai Adelia dan ingin menjadikannya istrinya, ternyata Ayahnya tidak salah memilihkan jodoh untuknya.


"Lihatlah anakku Baskoro, dia tersipu malu, sekarang kita bahas perkawinan mereka, aku sudah tak sabar menimang cucu, kayaknya umurku tidak akan lama lagi." memeluk anaknya dan mencium keningnya.


"Papa, jangan berkata begitu, Papa pasti panjang umur." kata Adelia, dengan raut sedih.


Pak Hendrawan mengusap kepala anaknya.


Mama Adelia dan Ibu Dean saling berpelukan.


"Papa, pantas saja aku sepertinya pernah kemari". kata Adelia.


" Iya sayang, kami pernah membawamu kemari.


tapi waktu itu umurmu baru 5 tahun, Dan Dean pertama bertemu denganmu, kalian sangat akrab. Papa dan Pak Baskoro adalah teman baik waktu Zaman sekolah. Dan kita dua kali ke Villa ini, Karna Pak Baskoro pindah ke luar negeri jadi kami tidak pernah saling berhubungan lagi, terakhir Pak Baskoro mau investasi ke hotel Papa, jadi kami bertemu lagi." Kata pak Hendrawan.


"Pak Baskoro ingin menjodohkan anaknya dengan kamu nak, setelah melihat fotomu, dia sangat ingin menjadikan kamu menantunya, katanya kamu sangat cantik." Jawab Papa Adelia, dengan tersenyum lebar.


Mereka pun, duduk di sofa dan berbincang, suasana akrab pun terjalin dengan sangat baik, sesekali mereka tertawa senang. Ibu Dean beranjak ke dapur, di ikuti Mama Adelia. Mereka ingin mempersiapkan makan bersama.

__ADS_1


Sedangkan Papa Adelia dan Ayah Baskoro terus berbincang tentang Anak mereka. Sesekali Dean dan Adelia bertatapan dengan mesra, tidak lama mereka akan menjadi sepasang suami istri yang sangat bahagia, Karna ada cinta yang besar di dalam hati mereka.


Pak Baskoro tinggal di luar negeri mengurus usahanya, sedangkan Dean dan Gilang bersekolah dan kuliah disana. Saat ini baru ada 2 tahun Dean dan Gilang di Kota Bandung menggantikan Papa Gilang, yang awalnya mengendalikan dan menjaga perusahaan Papa Dean.


Usaha Papa Dean bergerak di bisnis perhotelan, proverty dan investasi, saat ini Papa Gilang yang asisten pak Baskoro tinggal di luar negeri mendampingi Ayah Dean mengurus bisnisnya disana.


Dean dan Gilang saat ini yang mengurus kembali usaha Ayah Dean yang awalnya di jaga Papa Gilang. Walaupun selama 2 tahun, Dean hanya sibuk dengan wanita - wanita cantik dan Gilang yang di suruh mengurus perusahaan Papanya.


Dean hanya bertugas menandatangani berkas saja, karna semua aset perusahaan itu, sudah di pindah namakan atas nama Dean oleh Ayahnya, Pak Baskoro, kecuali usaha di luar negeri masih atas nama pak Baskoro. Karna Dean adalah Anak semata wayangnya


" Papa aku mau bertanya, mengapa bisa kompak datang kemari?." tanya Dean.


"Adelia ada pengawalnya dan Ayah juga ada pengawal untuk kamu Dean, kami memperhatikan kalian." Jawab Ayah Dean.


Pak Hendrawan menghubungi Papa agar segera datang kemari, untuk mempercepat proses perkawinan kalian, dan pak Hendrawan dan istrinya yang menjemput papa di bandara, dan kedua mata - mata kami berdua menginfokan kalian ada disini, jadi kami langsung kesini bersama - sama untuk menemui kalian" Tersenyum lebar.


Kamipun kompak menyusul kalian kemari." Kata Ayah Dean dan terkekeh." he he...


Kedua keluarga itupun tertawa bersamaan, mereka sangat bahagia.


"he..he...he......


Berjalannya waktu, kedua orang tua mereka mempersiapkan pesta yang sangat meriah untuk anak kesayangan mereka. Dan Orang tua mereka sangatlah tajir dan terkenal di dunia bisnis dan kalangan atas, termasuk salah satu pengusaha yang terkaya di Bandung, Selain bisnis perhotelan juga proverty mereka juga suka berinvestasi ke perusahaan yang mereka pilih, yang bisa menguntungkan. Dengan bersatunya dua keluarga mereka pun tambah kokoh dan sangat tajir.


Bersatunya Dean Baskoro dan Adelia Hendrawan lahirlah seorang putri cantik bernama Dea niata Baskoro. Dan pak Hendrawan, Papa dari Mama Dea sudah meninggal diusia Dea menginjak 7 tahun, dan sewaktu Dea berumur 13 tahun, nenek tersayang pun meninggal dunia dan saat ini Mamanya sudah yatim piatu.


Sedangkan dari Papanya neneknya sudah meninggal tahun lalu, sisa kakeknya yang masih sehat dan ada di luar negeri tapi sering datang ke Bandung, menjenguk cucu tersayangnya.


Dean Baskoro dan Adelia sepakat tidak ingin mendidik anaknya, dengan pengawalan dan aturan ketat. Dia ingin anaknya tumbuh menjadi diri sendiri, periang dan tidak ada tekanan.


Sedangkan Gilang saat ini, tetap menjadi asisten Dean. dan mempercayakan sepenuhnya memegang kendali perusahaan warisan pak Baskoro, dan jika ada kesepakatan bisnis tetap Dean yang menandatangani, juga masalah pengeluaran dana.


Saat ini Gilang sudah menikah dengan Maya dan sudah memiliki anak lelaki, tapi masih berumur 10 tahun, Karna mereka menyusul menikah beberapa tahun kemudian setelah Dean menikahi Adelia, atas desakan Dean.


Sebenarnya Gilang mencintai Maya dari dulu, mereka sama - sama kuliah di luar negeri dan Maya wanita Blasteran. Tapi Gilang di larang keras Papanya untuk mengenal wanita Karna di suruh memprioritaskan Dean dan usahanya. Saat ini dia sangat bahagia dengan keluarga kecilnya.


Masa sekarang


Dean Baskoro memeluk istri yang sangat di cintanya dan anaknya yang sangat di sayangnya. Kedua suami istri itu masih sangat tampan dan cantik, walau sudah memiliki putri yang sudah beranjak dewasa.


" Dea sayang, bagaimana Sekolahmu, apa tidak ada yang membuatmu tertekan nak?" tanya Dean ke putrinya.


"Tidak kok Papa, semua berjalan baik." jawab Dea manja.


"Sayang, saya dengar di pelayan butik Mama, kamu berpelukan dengan Andre, apa kamu sudah berhasil menaklukkan hatinya." kata Mama tersenyum.


"Tidak Mama, saya cuma dianggap adik saja, susah sekali membuatnya mencintai Dea." Kata Dea dengan wajah cemberut.


"Apa perlu bantuan Papa sayang" kata Papa serius.


" Jangan Papa, saya akan berjuang sendiri. Papa jangan khawatir, anakmu ini sangat tangguh." kata Dea dengan senyum lebarnya.


" Andre kayaknya ada yang bermasalah dengan matanya, anakku sangat cantik, mengapa dia belum tergoda." puji Papa sambil tersenyum.


"Papa aja tuh, yang ngotot pacaran dengan Mama, sampai - sampai kejar - kejar Mama segala." kata Mama terkekeh mengingat kejadian pertama kali bertemu Papa Dea di taman.


Papa terkekeh, He...he.. Setiap mengingat itu, aku jadi ingin mencium mu lagi sayang, mencium bibir istrinya. dan mengecupnya berulang - ulang, di balas dengan mesra oleh istrinya.


Bola mata Dea pun berputar malas, saking kesalnya, Beginilah Papa dan Mama selalu Bucin jika sudah membahas kemesraan masa lalu dan masa sekarang, mereka selalu Bucin seperti anak Abg. Melupakan ada anak yang sudah dewasa.


Dea pun segera kabur, ke kamarnya. Karna orang tuanya jika sudah Bucin lupa anak, lupa pelayan dan lupa segalanya. seolah dunia hanya milik mereka berdua yang lain dipikirnya hanya numpang saja.


Dukung Author yah,

__ADS_1


dengan vote, like dan Koment, agar semangat nulisnya.


love you all


__ADS_2