Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Andre menelpon adiknya, setelah sampai di kamarnya


Andre


"Ayuni....kenapa kamu begitu mempermalukanku...kata - kata menyusu...itu


oooh...tidaaaak...itu sangat memalukan."


Ayuni


"Aku yang seharusnya marah sama Abaang...


kenapa tadi menyusu terlalu keras......dan akhirnya Ayuni keceplosan..."


Andre


"Oooooh....tidaaaak...bocah ini, menyalahkan ku...."


Mengucek rambutnya kesal.


Ayuni


"Apa Abaaang....sedang memarahiku...Hahh...!!"


Ayuni sudah mulai marah.


Andre


Andre tersentak dan cepat melunak dengan kata - kata sangat lembut sekali.


"Sayangku...cintaku....hidupku...kekasihku dan


seluruh nafasku. Aku..tidak marah sayangku..


tapi lain kali jangan curhat di depan keluarga. Jika ada yang kita lakukan sayang. Itu rahasia besar kita sayang...


Biarlah sudah terlanjur sayang...lain kali jangan di ulang yah..."


Kata - kata di luar begitu syahdu dan mendayu tapi di dalam hatinya ingin sekali menpitak kepala Ayuni.


"Beginilah jika mau menikah dengan bocah yang belum dewasa, tapi aku bisa apa...aku begitu mencintai bocah ingusan itu...."


Andre menangis dalam hati.


Ayuni mulai melunak jika sudah di rayu, seperti biasanya.


Ayuni


"Aku juga sangat malu Abaang...tapi nasi sudah jadi bubur..."


Andre


"Iya...sayaaang...ingat malam pertama kita nanti....jadi rahasia kita yaah..."


Ayuni

__ADS_1


Aku...takuut Abaang....kata paman Google..


Akan sangat sakit di awalnya..."


Andre


"Aku janji sayang...aku akan pelan...dan lembut. Kita harus memberikan orang tua kita secepatnya cucu..."


Andre sangat malas berbicara seperti itu, dengan Ayuni...tapi daripada dia curhat sama orang lain...itu akan lebih mempermalukannya.


"Aku sangat bersyukur Ayuni menerima cintaku...tapi ujian kepolosannya ini...dan sifat tidak dewasanya ini...menjadi ujian terberat ku...Sepertinya aku butuh topeng.....yang harus ku simpan di saku celana ku, untuk menutupi wajahku...setiap dia mempermalukanku....Huhuhu..huhu..."


Andre menangis lebay dalam hati dan frustasi.


Ayuni


"Abaaang....Ayuni mau tidur...."


Andre


"Iya...sayang..mimpikan aku sedang memelukmu .sayang..."


Andre sangat kesal sebenarnya, Karna Ayuni selalu memanggilnya Abaang. Tapi saat ini dia malas berdebat.


Ayuni


"Iyaaa....aku tidur dulu...."


Mereka pun saling menutup telepon.


***


"Papa...bagaimana ini...Ayuni kita sangat polos dan sangat jujur...Huhuhu.huhu.....


Ayuni sungguh mempermalukan kita Pa...


Apa kita batalkan dulu pernikahannya...?"


"Tidak bisa Ma...apa kamu tidak lihat kelakuan Andre. Ayuni belum sah jadi istrinya. Beraninya menyusu di anakku..."


Papa Ayuni berkata dengan kesal. Mama Andarani pun marah.


"Mengapa menyalahkan Andre. Ayuni yang salah...Mengapa sepolos itu...?"


Papa melunak.


" Ayo..kita tidur sayaang....besok kita pikirkan lagi jalan keluarnya.."


Menarik istrinya berbaring dan memeluknya.


Mama Andarani memeluk suaminya dan mendesah berat.


"Semoga Ayuni...tidak lebih mempermalukan kita Papa.."


"Iyaaa..sayaang..."

__ADS_1


Mencium kening istrinya dan mulai memejamkan matanya.


Malam semakin larut, semua pun tertidur dalam mimpi indah mereka.


***


Keesokan harinya, habis mandi dan makan. Mama Dan Park She Hyo janjian ketemu di butik. Untuk mengambil pesanan baju untuk Pernikahan Ayuni besok lusa dengan Andre yang di hadiri keluarga dan sahabat mereka saja.


Mama sudah tahu ukuran anaknya, jadi mereka sudah memesan semuanya. Begitupun Ukuran Andre. Karna Mama Andarani biasa suruh menjahitkan baju Couple keluarga jika ada acara Hari Raya Keagamaan. Yakni Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.


Ayuni hanya bisa pasrah, bahkan seharian perawatan kulit di salon. Dia sudah jadi boneka cantik dan penurut oleh kedua Mama Cantiknya. Berapa kali Andre menelponnya. Membuat kedua mama cantik itu jengah. Walau Andre tidak ada, tapi selalu menganggu, akhirnya menyuruh Ayuni mematikan ponselnya, membuat Andre sangat kesal


Diapun menelpon ke Ibunya hanya dapat ceramah begitupun menelpon ke Mamanya. Kedua mama itu kompak, jika mulai hari ini dan besok Hp Ayuni akan di non aktifkan.


Mendengarnya Andre sangat kesal, satu hari tidak melihat Ayuni membuatnya sangat rindu bahkan hanya ingin mendengar suara saja, kedua mamanya tidak mengijinkannya.


Andre hanya bisa kesana kemari di dalam rumah besar ibunya, dan sesekali mengucek rambutnya kesal.


"Aiiiisshhhh.....Mereka sungguh membuatku kesal...Apakah mereka tidak tahu,? aku sangat merindukan Ayuni."


Waktu pun terasa sangat lama berpindah dan yang bisa Andre lakukan hanyalah tidur, dan melakukan aktivitas olahraganya.


***


Di Negara lain, Yakni Negara Tanah Air tercinta, di sebuah kota bernama Bandung dan di sebuah Rumah megah tampak Dea, Papa Dan Mamanya bahkan Dewa pun ada di sana. Tampaknya hubungan Dea dan Dewa mulai ada kemajuan. Tampak senyum dan tawa ceria di sana.


"Sayaaang...kamu ke butik Mama, cari baju untuk persiapan Pesta Ayuni. Mama sudah suruh Desainer Mama membuatkan. Kalian kesanalah memilih yang menurut kalian bagus, karna Mama membuat banyak pilihan model sayang."


Dea mengangguk dan berdiri mengajak Dewa.


Dewa meminta pamit kepada Mama dan Papa Dea, dan berjalan keluar rumah, dan masuk ke dalam mobil pribadi Dewa.


Dewa memasangkan sabuk pengaman Dea dan mengecup bibir Dea dengan lembut. Dea sepertinya sudah mulai membuka hati ke Dewa.


Dewa tersenyum dan mengusap bibir Dea dan mulai memperbaiki duduknya, mulai menyalakan mesin mobilnya dan mulai melajukan nya, masuk dan menyusuri jalur jalan kota yang padat lalu lintas, seperti biasanya.


Beberapa saat kemudian, mobil yang mereka kendarai mulai masuk di parkiran sebuah butik di tengah kota.


Dewa turun dan membukakan pintu wanita yang sangat di cintainya. Merekapun masuk dan Dea melingkarkan tangannya di lengan Dewa. Kedua wajah yang tampan dan cantik itupun di hiasi senyuman yang cerah. Mulai masuk ke dalam butik.


Asisten Mama Dea pun, mengarahkan Dea dan Dewa ke sebuah ruangan. Untuk melihat baju gaunnya dan stelan jas untuk Dewa.


Mama Dea sangat ahli dalam merancang baju dengan desainernya. Dengan hanya melihat saja, mereka tampa mengukur badan, sudah tahu ukuran yang pas, dan ideal untuk langganannya.


Merekapun mulai di perlihatkan satu persatu pakaiannya.


Dea dan Dewa sudah mulai memilih dan saling meminta pendapat masing - masing. Tampak kedua wajah yang serasi itu selalu tersenyum.


Asisten pun meninggalkan kedua pasang kekasih itu. yang tampak di mabuk cinta.


Mereka masing - masing mencoba pakaian dan saling mengomentari. Dan Satu jam berlalu mereka sudah menjatuhkan pilihan untuk masing - masing dua macam pakaian. Dua gaun cantik untuk Dea untuk pesta Ijab Kabul Andre dan Ayuni, dan Pesta Pernikahan Ayuni dan Dea yang akan di adakan besar - besaran. Begitupun sebaliknya Dewa sudah mendapatkan Dua stelan Jas yang serasi dengan Gaun Dea.


Mereka saling memuji dan beberapakali Dea mendapatkan kecupan sayang dari Dewa.


Sepertinya tidak lama setelah pernikahan Andre dan Ayuni, merekapun akan menyusul ke pelaminan juga.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2