
Part 94
Jangan lupa mampir melihat Karya Terbaruku.
"Haruskah Masih Memilihmu Sayangku"
Di Jamin Baper dan selalu tertawa.dan ada juga sedihnya.komplit dan sangat seru.
Lanjut Part 94
Park She Hyo. Mengambil handuknya, dan memasangnya kembali. Di badannya. Dan mengambil handuk kekasihnya dan melingkarkan nya kembali, ke pinggang kekasihnya.
"Sayang, jangan salah faham. Sahabatku tidak seberuntung diriku, dengan cepat mendapatkan kamu sayang, Jika Mi Young, dia harus sangat berjuang untuk mendapatkan sahabatmu yang sombong itu."
Dengan bibir yang di manyungkan ke depan. Kesal dengan Jeoung Hyuk, yang menolak cinta sahabatnya.
Cho Jae Hyun terkekeh.
"Ooh Begitu sayang,"
Akhirnya dia lega. Memangnya dia cowok murahan yang pusaka antiknya, bisa di pimjamkan."
"Memangnya apa yang harus kulakukan.?"
Tanya Cho Jae Hyun, Serius.
Mi Young butuh kamu. Dia mau catat. Apa yang di suka dan tidak di sukai Jeoung Hyuk. Untuk menarik perhatiannya agar jatuh cinta kepada nya.
Cho Jae Hyun, Terkekeh.
__ADS_1
Kalau begitu sayang, biar ku Chat saja nanti Mi Young, Apa yang di sukai dan tidak disukai Jeoung Hyuk. Berikan saja nomer ponselnya.
"Oooh Iya sayang, kamu benar."
Kata Park She Hyo, senang. Dan segera mengambil ponsel Cho Jae Hyun, dan menyimpan nomer ponsel sahabatnya.
Cho Jae Hyun, segera berdiri dan mengambil pakaian kerjanya dan memasangnya di depan kekasihnya.
Park She Hyo, pun membuka handuknya dan memakai pakaiannya. Sesekali kedua tangan Cho Jae Hyun, menjelajah di tubuh indah itu.
Park She Hyo pun, sesekali berteriak kegelian. Dan cepat memakai pakaiannya. Tubuhnya saat ini, sudah menjadi candu berat kekasihnya.
Merekapun sarapan pagi ringan, dengan Mie bungkus dan telur dadar. Dan mereka pun berpisah. Cho Jae Hyun tidak mau naik mobil Park She Hyo. Harga diri diatas segalanya.
Di Korea Kemapanan seorang pria adalah prioritas utama. Dan saat ini dia, belum bisa membeli sebuah mobil. Sangat tidak pantas dia harus diantar jemput oleh mobil kekasihnya.
Dan Park She Hyo, menghargainya. Dia juga tidak mau media melihatnya dan menjadi pemberitaan besar.
Selain memiliki banyak usaha investasi di farmasi dan pemilik banyak rumah sakit swasta. Ayahnya juga memiliki investasi di produser Film dan sarana media dan informatika. Ayahnya termasuk Taipan yang kaya raya
,****
Cho Jae Hyun, sudah di tempat kerjanya. Dia sangat sibuk hari ini. Banyak paket barang yang masuk. Dia sibuk mencatat. Waktu terus bergulir dan waktu istrahat untuk mereka makan dan beristirahat untuk 1 jam. Sudah waktunya mereka nikmati.
Semua aktivitas di hentikan. Dan semua mencari cara tersendiri, untuk beristirahat. atau langsung menyantap sarapan, yang sudah di siapkan kantor. Yakni Catering untuk pekerja kantornya. Atau menikmati jajanan di luar gedung, tempat mereka bekerja
Cho Jae Hyun, Segera mencari sahabatnya. Dan akhirnya menemukannya dan berpapasan dengannya.
"Hai!!!, akhirnya aku menemukanmu."
Kata Cho Jae Hyun tersenyum lebar.
"Aku tidak suka melihatmu, tersenyum selebar itu,!!!
__ADS_1
Dan jangan coba - coba membujukku, untuk menyukai sahabat pacarmu."
Dengan berkata pelan, tapi sangat tegas.
Cho Jae Hyun, Merangkul pundak sahabatnya, dan mendekatkan wajahnya sangat dekat, dengan Jeoung Hyuk. Seperti mereka saat ini mau berciuman saja.
Tiba - Tiba ada suara wanita, yang mereka kenal dengan baik membentak mereka, seperti biasanya.
"Jangan berbuat mesum disini....!!
Di kamarmu sana!!!!.
Ini kantor!!.
Mendengus kesal.
"Ciihh......, Apa enaknya main pedang pedangan, cuma buat ngilu dan sakit saja."
Kata Chung Cha, memutar malas kedua bola matanya.
Wanita yang sudah berkepala 4. Tapi belum memiliki kekasih, Karna sangat galak, itu mendengus kesal.
Dia bekerja di bagian admint komputer, bagian barang di dalam gudang. Sangat banyak yang tidak menyukainya, Karna sangat galak, dan kata - katanya tidak memiliki saringan.
Jeoung Hyuk Dan Cho Jae Hyun, terkekeh seperti biasanya. Mereka malas menggubris ucapan Chung Cha, yang sudah biasa terdengar di telinga mereka
Jeoung Hyuk, menepuk halus. Pusaka antik sahabatnya. Memperlihatkan Chung Cha.
Chung Cha, mendengus kesal kembali. Sudah capek menghina mereka, tapi tidak pernah di gubris.
Tapi dia pun sangat terangs*ng, Melihat tangan Jeoung Hyuk, memegang pusaka antik Cho Jae Hyun. Pria yang sangat tampan itu. Tapi sayang menyukai sejenisnya. Dan mereka berdua sangat tampan. Dan akhirnya dia menumpahkan kekesalannya dengan terus menghina mereka.
Padahal Cho Jae Hyun Jeoung Hyuk adalah lelaki perkasa yang sangat normal.
__ADS_1
Bersambung