
Part 49
Ayuni membawa Abangnya ke kamarnya, sesampai disana, masuk dan duduk di sofa yang ada di ruangan kamar Andre.
Andre mengikuti Ayuni duduk di sofa.
"Ada apa sih, Ayuni." Kata Andre agak ketus.
"Abang, Ayu mau kasih berita baik untuk Abang," Kata Ayu mengelus kedua pipi Abangnya.
Andre tersenyum tipis.
"Apa kabar baiknya, tidak pakai imbalan perjodohan lagi ?" Kata Andre ketus.
"Ayuni terkekeh, He..he..!!
Andre makin curiga, mendelik tajam melihat adiknya tertawa.
Ayu memegang tangan Andre dengan lembut, menggenggam dan mengelusnya.
Andre bertambah curiga, serta memasang wajah cemberut dan bertanya kesal.
"Ayu.......!! Sudahlah Abang mau tidur" Melepas tangan Ayu, tapi ditarik lagi oleh Ayuni.
"Abang Andre, yang tampan dan baik hati, baiklah Ayuni mulai yah, memberitahu.
Andre hanya membuat bibirnya terbuka sedikit, dengan wajah tidak percaya, dengan kata - kata Ayuni.
__ADS_1
"Abangku tersayang, selama ini Ayu banyak salah sama Abang, Ayu minta maaf yah Abang." Memeluk Abangnya, merapatkan duduknya ke Abangnya, memeluk pinggang Abangnya dengan erat.
Andre menjepit dengan ibu jari dan telunjuknya, kedua pipi adiknya bersamaan, membawanya mendekat ke wajahnya.
"Hai bocah nakal, kamu salah makan apa, Abang jadi tambah curiga, ada yang di sembunyikan di otakmu ini." menatap adiknya dengan serius.
Ayuni melepaskan tangan Abangnya.
"Abang......!!
Ayu serius, Ayu mau minta maaf sama Abang." Menatap Abangnya dengan mata yang sudah berkaca - kaca mau menangis.
Andre kaget melihat adiknya mendadak sangat sedih, segera memeluknya dan mengelus punggungnya.
"Maafkan Abang sayang, habisnya kamu sering meminta yang aneh - aneh, Abang sangat sayang sama kamu, jadi untuk apa minta maaf." Mengecup kening adiknya.
"Abang mulai sekarang Ayu tidak akan memaksakan kehendak, Abang Andre benar, cinta tidak bisa dipaksakan. Memang Ayu akui, Ayu sangat egois karna belum merasakan namanya mencintai, tapi tahukah Abang, Dea membuka pikiran Ayuni dan Dea sudah pasrah dan tidak akan memaksakan cinta Abang untuk Dea, jika memang berjodoh pasti Abang Andre akan tetap menjadi miliknya." Kata Ayuni dengan bijak dan masih memeluk Abangnya.
"Abang Andre sangat senang mendengarnya. Ternyata adik kecilku ini, sudah beranjak dewasa, trima kasih sayang, sudah dewasa untuk Abang." Melepas pelukannya, menahan kepala Ayuni, dan menciumi seluruh wajah adiknya.
Ayuni hanya bisa berteriak kegelian, sedangkan Andre terus menciumi adiknya dengan gemas.
Andre sangat senang, adiknya yang manja dan ke kanak - Kanakan sudah beranjak dewasa. Diapun berhenti mencium adiknya dan merangkulnya kembali.
"Semoga hanya kamu Ayuni, jodoh Abang." Gumam Andre dalam hati, Andre mengecup keningnya adiknya dengan mesra.
*************************************
__ADS_1
Sedangkan di suatu tempat lain, di sebuah rumah yang asri yang cukup besar.
Tampak seorang pemuda, yang sangat tampan duduk di teras rumahnya, pikirannya menerawang.
pemuda tampan itu, adalah Dewa. Saat ini dia memikirkan Dea.
"Dea, aku sungguh sangat mencintaimu, mengapa hati mu sangat susah, untuk kamu buka untukku. Sekian lama, hati ini mencari orang yang di cintai, tapi mengapa hatimu telah di miliki orang lain.?" Gumam Dewa dalam hati, saat ini hatinya sangat sedih.
"Ayuni sangat cantik dan manis, tatapan matanya terkadang melihatku dengan penuh cinta, Apakah dia menyukaiku? tetapi aku tidak mencintainya, aku hanya menyayangi dia, selayaknya perasaan adik dan sahabat." kata Dewa dalam hati, Dewa terus menarik nafas dalam - dalam.
"Andre sangat tampan, tapi akupun juga tidak jauh beda dengannya. Apa susah bagi Dea melupakannya? dan kembali kepadaku, membuka hatinya untukku. Apakah Andre akan berubah mencintai Dea,? Apa alasannya, dia tidak menyukai Dea,? bukankah Dea begitu cantik, mengapa tidak bisa membuatnya jatuh cinta. Ada apa dengannya, siapakah yang dia cintai sebenarnya?" Dewa menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Ayuni sangat cocok dengan Abangnya, mereka sangat serasi, seandainya mereka bukan saudara kandung, aku akan ada harapan memiliki Dea" Dewa tambah kesal dan mengucek rambutnya dengan kesal.
"Mengapa aku jadi memikirkan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, cinta ini betul membuat aku gila." Dewa segera menghentikan lamunannya dan berdiri, mulai melangkah gontai masuk ke dalam rumahnya, terus ke kamarnya dan menghempaskan badannya dengan kasar di pembaringannya.
Dewa mencoba menutup matanya, dan mengusir bayangan wajah Dea yang terus terbayang di pelupuk matanya, walau sudah terpejam.
Setelah berjuang cukup lama menghilangkan bayang - bayang Dea, Dewa pun akhirnya tertidur lelap.
***********************
Bersambung
Dukung Author dengan Vote, like
Dengan Comment.
__ADS_1
Saat ini Author sangat berharap, kisah ini memiliki banyak pembaca. Tolong di share yah.
Love You All.