Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 70


Ketiga sahabat karib itu masih tertawa terpingkal - pingkal dan terhenti karna mendengar suara yang menegur mereka.


"Wah, seru banget nih, kelihatannya."


Mereka Berbalik tampak gadis cantik yang sedang menyapa. Siapa lagi kalau bukan Irene Iraila.


Mereka pun terdiam. Dan Anton menepuk bahu temannya.


"Aku pergi dulu sobatku!" Dan berlalu pergi.


Dimas merangkul bahu Andre, menatap wajah artis cantik itu.


"Andre, pulang kampus antar aku yah, jalan - jalan makan ke restoran Papamu, atau ke warung makan Papamu yang ternyata cukup banyak cabangnya di kota ini. Bahkan Papamu baru buka usaha Cafe juga. Dan restoran cabang juga. Kata Irene.


Dimas dan Andre saling berpandangan dengan kebingungan. Andre berpikir dalam hati. " Bagaimana dia tahu usaha papaku.?"


Andre cepat menjawab untuk menghindari ajakan Irene.


"Maaf aku mau jemput adikku dan dia minta di ajak berbelanja." Kata Andre mengelak.

__ADS_1


"Andre, kamu memiliki adik yang sangat cantik, aku jadi iri dengannya. Ooh ya, Ayuni sangat cantik, apa bisa ku ajak, jadi artis. Wajahnya sangat cantik, dia pasti jadi saingan beratku." Kata Irene memuji Ayuni.


Andre dan Dimas terlonjak kaget, wajah mereka tambah kebingungan.


"Apa Irene, Tante google yah, Bersaudara dengan Paman google."Pikiran Dimas tambah ngaco. Diapun menggaruk kepalanya, yang tidak gatal.


"Maaf Irene, jangan sekali - kali kamu ajak adikku, apalagi jadi artis. Dia sangat berharga untukku dan keluargaku. Kami sangat menjaga pergaulannya. Jadi tolong jangan bahas itu jika kamu tidak ingin melihatku marah dan tidak akan menegur kamu lagi." Kata Andre menatap tajam dan marah.


Irene menatap penuh selidik. "Kenapa dia begitu marah yah? Apakah adiknya begitu istimewa di hatinya ". Kata hati Irene mulai berkicau.


Dimas mengangguk dengan cepat. Dia tahu sahabatnya berapa kali putuskan pacarnya, Karna adiknya. Sesuatu terbersit dipikirannya. Numpang lewat seperti iklan.


"Jangan - jangan Andre memiliki penyakit jiwa yah, menyukai saudara kandungnya?. Baiklah akan kutanyakan, tapi aku harus beli helm baru dulu." Pikiran Dimas lebih kacau lagi.


"Baiklah Andre, aku tidak akan membahasnya lagi." Mencoba melunak.


Tapi lain kali, kamu harus membawaku jalan - jalan yah. Katanya manja, dan langsung mengecup pipi Andre dengan gemas.


Andre tersentak, dan berjalan mundur.


Dimas melepaskan rangkulannya di bahu Andre dan menyodorkan pipinya ke Irene.

__ADS_1


"Aku juga minta penyemangat di pipiku dong.!!" Menyodorkan pipinya.


Tetapi Irene, langsung melenggok pergi meninggalkan mereka.


"Aish....!! Kurang tampan bagaimana aku di matanya, Dady dan mom ku selalu memujiku sangat tampan. Kayaknya Mata Irene ada masalah. Mengusap dagunya dan menggeleng kepalanya, tampa menyadari Andre sudah meninggalkannya.


Dimas berbalik dan melihat Andre sudah menjauh, diapun berteriak memanggilnya.


"Andre.....,


Tunggu aku...!!!" Diapun berlari mengejar sahabatnya.


Andre dan Dimas mengikuti aktivitas kuliah dan menyelesaikan beberapa tugas. Dan akhirnya Andre melihat jam tangannya dan keluar untuk menjemput adiknya. Dan Andre memang mengatur jam kuliahnya, agar tidak telat menjemput adik, yang begitu dia cintai.


Diatas motor sportnya. pikirannya teringat waktu bersama adiknya di kasurnya. Melihat tangannya. Andre pun mengingat telah meremas kedua buah indah adiknya.


Dadanya bergemuruh dan berdetak.


"Sungguh sangat nyaman dan menyejukkan hatiku menyentuhnya, walau sering kurasakan di punggung dan dadaku, jika memeluk Ayuni. Tapi menyentuhnya sungguh sangat nyaman." Menghela nafas.


"Semoga Ayuni menerimaku kelak, menjadi Suaminya, agar apapun yang ada di tubuhnya, hanyalah milikku seutuhnya. Aku mencintaimu Ayuni Wardana, amat sangat mencintaimu sayang,"

__ADS_1


Andre mendesah dalam hati. Memasang kunci motornya dan mulai melajukannya meninggalkan kampusnya.


Bersambung


__ADS_2