
Part 135
Andre hanya bisa menunduk, saat ini dia pasrah. Walau langit runtuh pun saat ini, dia tidak bisa lagi berlari. Hanya bisa pasrah dengan apapun yang akan terjadi saat ini.
Tatapan adiknya, membuat tubuhnya seperti lumpuh tak bertenaga, lidahnya kelu. Dia sudah pasrah mendapatkan hukuman dari Ayuni, yang membuatnya akan hancur dan terluka dan mungkin seumur hidupnya tidak akan bisa menerima wanita, manapun di hidupnya. Dia hanya bisa membawa kenangan bersama adiknya.
Tak terasa air matanya mengalir di kedua pipinya. Andre terisak dan berkata lirih.
"Maafkan...Abaang...Ayuni"
"Sejak kapan Abaaang...mencintaiku...tadi di samping kolam. Abang sudah tahu, aku bukanlah adik kandung Abang Andre, Mengapa Abang menciumku dan menipuku.?
Andre hanya bisa berkata lirih.
"Iya....Abang...salah..."
Mendongakkan wajahnya menatap adiknya sendu.
"Aku sangat mencintaimu Ayuni....Kamu. adalah...hidupku...nafasku..."
"Cukuuup...Abaang...!!!!!"
Membentak Abangnya.
Andre semakin menitikkan air mata.
"Maafkan...Abaaang...Ayuni...Abang sudah berapa kali mencoba melupakanmu...Abang sudah sangat berusaha melupakanmu...Dengan banyak mencari wanita dan berpacaran.
Mencoba tidak mendekatimu....Karna jika Abang ada di dekatmu, Abang selalu ingin...mencium mu.
Semua cara sudah kulakukan... tapi hatiku sudah menjadi milikmu...sewaktu Papa dan Mama mengadopsi ku..sewaktu umurku 7 tahun.
Kamu tahu...Ayuni...sejak saat itu, Abang sudah menyukaimu...melihatmu bertambah besar membuat cinta Abang semakin besar. Dan saat ini, jika bisa memilih kematian akupun akan memilihnya.
"Cukuuup ....Abaaang...jangan..berbicara lagi.Huhuhu...huhu....Cukup.... Abaaang....Aku..tidak akan membuat temanku Dea.... terluka."
Andre memegang bahu Ayuni dan mengguncangnya lembut.
"Mengapa kamu masih memikirkan orang lain, seharusnya kamu memikirkan bagaimana.... Abang tidak bisa lagi mencintai orang lain.
__ADS_1
Jangan Setega itu Ayuni pada Abang..
Aku sungguh mencintaimu..."
Ayuni menatap Abangnya dengan air mata yang semakin deras mengalir di kedua pipinya, begitupun dengan Andre. Mereka sudah di puncak kesedihan, mereka saling bertatapan dengan air mata yang terus mengalir deras dari kedua pipi mereka.
"Lupakan..Ayuni..Abaang...!!!"
Andre menatap Adiknya dengan tatapan yang shock dan terpukul.
"Aku...tidak .bisa...kamu..tidak bisa memaksaku...Hahh!!!!"
Berteriak marah.
Ayuni pun menatap Abangnya dengan tatapan yang marah.
"Harus bisa...Karna Ayuni..tidak mencintaimu...Abaang!!!!"
Andre tersentak, Kata - kata Ayuni seperti palu besar yang menghantam dadanya. Air matanya semakin deras mengalir.
Hidupnya kini terasa gelap gulita. Gairah hidupnya telah sirna. Seluruh tubuhnya terasa lemah tak bertulang. Dia pun berkata Lirih.
Menatap mengiba dan mencoba memeluk Ayuni, tapi Ayuni berontak dan berdiri memandang Abangnya dengan air mata yang masih bercucuran.
"Abang Andre ..akan..tetap...jadi..Abangku.
tidak lebih.....
Belajarlah menerima kenyataan ini Abang. Besok Ayuni pulang...Ayuni mau kuliah di Indonesia.
Abang..belajarlah.....melupakanku..."
Andre sangat terpukul dengan kata - kata Adik yang begitu di cintainya...Dia...hanya bisa menangis dan menatap adiknya yang sudah berlalu meninggalkannya.
"Mengapa..hatiku...sangat sakiiiit...Aku sudah mempersiapkan hatiku, agar tiba masa seperti ini.."
Andre terus menangis, badannya terguncang, hatinya remuk redam. Dia memukul dadanya, yang terasa sangat sakit.
Mengapa...penolakan Ayuni..Begitu..sakit....?
__ADS_1
Huhu..huhu...Mengapa Aku tidak bisa menerimanya....?
Bukankah aku..sudah..mempersiapkan hatiku untuk ini.....
Tapi...mengapa... harus sesakit ini....?
Aku...benar...benar telah kehilangannya..."
Andre terus menangis. Dan memukul dadanya yang terasa panas dan sakit.
Sedangkan Ayuni, terus berjalan keluar bahkan melalui keluarganya, yang sudah menyambutnya. Berjalan sambil berbicara.
"Aku...mau..pulang...ke..Indonesia...sekarang juga...!!"
Ayuni terus...menangis dan berjalan keluar.
Papa dan Mama segera menyusul, begitu juga Park She Hyo dan kedua sahabatnya.
"Ayuni...tunggu..Mama..Sayaaang..."
Jeoung Hyuk segera menyuruh supir mengantar mereka.
Ayuni masuk ke dalam mobil dan terus menangis. Papa dan Mama hanya bisa ikut menangis, tapi tidak berani berbicara. Membiarkan anak kesayangannya menenangkan dirinya.
Sepeninggal Ayuni dan keluarganya. Andre pun dengan mata yang sangat sembab, berjalan keluar rumah. Teriakan dan tangisan Park She Hyo meminta maaf tidak dia hiraukan. Saat ini Andre sudah merasa seperti, sebatang kara di dunia ini.
Mi Young memeluk Park She Hyo. yang terus menangis.
"Maafkan..Ibu...Sayaaang.....Maafkan....ibu.....huhuhu....huhu ..." terus menangis.
Andre mengambil mobilnya dan naik ke mobil.
"Jeoung Hyuk...tolong ikuti, anakku,
Huhuhu..huhu..aku tidak ingin...anakku..
melakukan hal yang tidak ku inginkan."
Jeoung Hyuk Segera berlari menaiki mobilnya dan menyusul Andre.
__ADS_1
Bersambung.