
Part 112
Sudahlah Nyonya, jangan menangis lagi
Bibi tidak kuat Nyonya bersedih lagi.
"Tidak Bibi....Biarkan aku menangis sepuasnya...aku sudah lama memendamnya Bibi....Hari ini akan ku tumpahkan semua kesedihanku Bibi.... Huhuhu....Huhu...."
"Baiklah Nyonya....Menangis lah sepuasnya. Tumpahkan semua kesedihan Nyonya. Bibi akan di sini menemani Nyonya."
Terus membelai rambut, Nyonya mudanya yang kembali memeluknya. Park She Hyo terus menangis tersedu - sedu.
Beberapa saat kemudian. Park She Hyo melepaskan pelukannya. dan menghapus air matanya dan mencoba tersenyum dan memikirkan hal yang membuatnya tidak menangis lagi.
"Sudahlah Nyonya Muda, sudah cukup Nyonya menangis. Nyonya harus sehat dan kuat agar Bisa selalu punya banyak harapan untuk bertemu Tuan Muda, lagi. Nyonya bilang dia mirip ayahnya, dan punya tanda lahir dipunggungnya. Mungkin dia ada di luar negara ini. kita harus selalu berdoa agar dia datang ke negara ini, dan kita bisa menemukannya Nyonya.
Park She Hyo Menatap Bibinya dan mengangguk ,tapi air matanya kembali mengalir di kedua pipinya. Dan cepat menghapusnya kembali.
"Bibi Hong, Apa Mama menelpon.? Mama sekarang sudah lama tinggal di luar negeri di kanada dengan Cinta sejatinya Paman Jin Hang. Mama sangat beruntung memiliki pria yang sangat setia kepadanya, dan tetap menunggu Mama, dan keyakinannya menjadi kenyataan kalau mama akan kembali kepadanya."
"Iya Nyonya, Paman Jin Hang adalah Pria yang sangat baik dan romantis."
__ADS_1
"Bibi... Suamiku juga sangat baik dan romantis tapi aku sungguh tidak beruntung Bibi. Mengapa dia begitu cepat pergi meninggalkanku Bibi.? Tapi dia selalu datang di mimpiku tersenyum. Seolah memberiku semangat untuk hidup mencari anak kami dan memberitahuku. Jika dia selalu setia menungguku di alam sana. Bibi...semoga di alam abadi sana aku akan, selalu bersamanya dan tidak terpisahkan lagi Bibi."
Memeluk kembali bibi Hong dan Bibi Hong membelainya penuh kasih sayang dan berdoa apa yang di inginkan nyonya nya di kabulkan Sang Pencipta.
"Iya Nyonya, Bibi selalu mendoakan yang terbaik untuk Nyonya muda."
Park She Hyo menatap Bibi Hong dengan tersenyum manis.
Terdengar suara gaduh anak - anak yang berteriak memanggilnya.
"Tante She.... Tante She...."
Park She Hyo tersenyum bahagia.
Tidak lama muncullah Dua bocah 5 tahun. Masuk memeluk Park She Hyo. Tak lama Mi Young yang dirangkul suaminya, Muncul di balik pintu dan tersenyum.
"Aaah...sayaaang...kamu habis menangis lagi yah."
Datang mendekati Park She Hyo dan memeluknya manja dan membelai punggung sahabatnya. Merekapun berpelukan.
Jeoung Hyuk datang menarik istrinya.
__ADS_1
"Sudahlah...jangan memeluknya terlalu lama. Nanti dia bertambah sedih.
Sayaaang...aku lapaaar. Siapkan aku makan."
Jawabnya manja dan setengah merengek.
"Ahhh, sayaaang...!! Lihatlah Park She Hyo...Sudah setua ini. Dia masih sangat manja. Dia bukan suamiku tapi anak sulungku. Jika aku mengurus anaknya dia tidak pernah mau mengalah, dengan anaknya. Dasar pria egois."
"Cepatlah sayaaang....,Apa kamu ingin di berikan ciuman disini."
Mi Young menggerutu kesal dan meninggalkan ruangan Park She Hyo. Sedangkan Park She Hyo terkekeh geli. Dan seperti biasa Jeong Hyuk memberi telapak tangannya untuk Park She Hyo. Untuk menepuknya Karna sudah membuat Istri yang sangat di sayangnya kesal.
Park She Hyo. Menepuk tangan Jeoung Hyuk dan berjalan di sampingnya dan keluar dari ruangannya. Tinggal Bibi Hong yang bermain di kamar dengan si kembar.
" Kamu tahu khan Park She Hyo, Mi Young selalu mendukungmu dan membiarkanmu terus menangis, tapi aku adalah kawanmu juga Sahabat Suamimu. Yang lebih senang melihat tawamu dari pada air matamu. Seperti sahabatku yang selalu membuatmu tertawa. Apa kamu ingat. Bagaimana lucunya kami mengatur perkawinan mu dengan Cho Jae Hyun. Kita sampai bermain petak umpet dengan pengawal papamu. Bagaimana kita membuat pasangan pengantin seperti dirimu, untuk menipu mereka dan membuat mereka sibuk mengejarnya padahal kita sedang menipunya dan perkawinanmu dengan Cho Jae Hyun berjalan lancar."
Mereka pun terpingkal bersama.
"Hahaha..haha...
Trima kasih Jeoung Hyuk, kamu adalah teman terbaik kami."
__ADS_1
Setiap mengingat kejadian itu. Park She Hyo selalu tertawa.
Bersambung