Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 56


Dea menyambut uluran tangan Dedy.


"Dea, aku minta maaf, aku benar - benar tidak menertawakan kamu." Kata Dedy merajuk.


"Iya Dedy, aku juga salah, aku minta maaf juga yah." Kata Dea manja.


"Boleh tidak aku memeluk kamu" Tersenyum nakal.


Dea tersenyum di paksakan. "Coba saja,! jika mau rambut kamu saya gundul!!, dengan nada pelan, serta mengancam.


"Galak amat sih, Dea." Kata Dedy tersenyum kecut. Berlalu mengulurkan tangan ke Ayuni.


Roy pun menjabat tangan Dea dan mengelusnya.


"Maafkan aku sayangku," Kata Roy Manja.


"Kapan aku jadi kekasih kamu," Kata Dea dengan suara pelan.


"Sejak kamu menarik rambut aku," Jawab Roy, tersenyum nakal.


"Sudahlah, aku minta maaf juga, jangan memegang tangan aku terlalu lama, pacar aku ada disini."Kata Dea pelan.


"Baiklah aku juga minta maaf". Jawab Roy kesal, dan berlalu menyalami Ayuni.


Sedangkan Basuki menyalami Dea dan Ayuni, dengan menangis.


Ayuni pun menangis, lama Basuki bersalaman dengan Ayuni, mereka bahkan berpelukan.

__ADS_1


Roy dan Dedy hanya melirik cemburu.


Badan Basuki sangat Besar, badan Ayuni sampai tidak terlihat.


Andre pun marah.


"Jangan terlalu lama kamu, memeluk adikku, Apa kamu mau membunuhnya.!!?". Kata Andre kesal.


Basuki ketakutan, dia segera melepaskan pelukannya ke Ayuni. Dan menunduk.


Pak guru dan Bu guru hanya tertawa geli. Begitu juga dengan Roy, Dedy, Dewa dan Dea.


Basuki hanya bisa menggerutu dalam hati. "Badannya tidak gemuk, tapi kenapa kekuatannya sangat besar mendorong aku," Dia pun bergidik ngeri.


"Kalian sudah saling saling memaafkan, ingat yah, jangan di ulangi lagi." Pak Guru memberi nasehat.


"Iya Pak Guru!!!"


Mereka pun berjejer menyalami tangan Pak Guru dan Bu guru, secara teratur dan berjejer, kemudian berjalan keluar ruangan.


Ayuni memeluk lengan Abangnya, dan berjalan keluar Sekolah sedangkan Roy, Dedy dan Basuki juga mengikuti dari belakang.


Dea dan Dewa berjalan, sambil bercerita.


"Aku tidak menyangka, kamu begitu garang Dea, kamu bisa mencengkram Roy dan Dedy sekaligus. Kekuatan kalian sangat kuat, aku sampai kewalahan menarik kamu dan Ayuni. Apalagi Ayuni, dia bisa menyerang Basuki yang berbadan besar. Kata Dewa terkekeh.


Dea pun terkekeh. "Iya Dewa mengingatnya, aku jadi malu sendiri. Aku takut didekat Andre, nanti dia pikir aku yang mengajari Ayuni berkelahi. Kata Dea khawatir.


"Pantas saja kamu, tidak dekat dengannya, biasanya lengket kayak prangko." Kata Dewa kesal dan cemburu.

__ADS_1


Dea hanya senyum dan tersipu malu.


Dewa hanya bisa mengerutu dalam hati.


"Menyebalkan".


Andre dan Ayuni hanya berjalan bersama tampa ada kata keluar dari mulut mereka. Sesampai di luar Sekolah, Andre memberi helm ke adiknya tampa bersuara.


Dea tegang dan takut menyapa, melihat raut muka Andre yang dingin dan kaku, sepertinya memendam amarah.


Dea hanya bisa melambaikan tangan ke Ayu disambut Ayu dengan tersenyum.


"Cepat naik, dasar bocah menyebalkan." Kata Andre kesal.


Bulu kuduk Ayuni merinding. "Kayaknya perang dunia kedua kayaknya nanti dirumah. Diapun cepat naik di atas motor Abangnya dan memeluknya erat sambil mengelus dada Abangnya, untuk menurunkan emosi Abangnya. Tapi Abangnya hanya diam tampa suara. Ayuni bergidik ngeri.


Sesampai dirumah Abangnya langsung menarik tangannya, masuk dengan sedikit kasar. Ayuni hanya bisa mengikutinya dengan jalan terhuyung.


Papa dan Mama sudah ada diruang tengah, duduk di sofa, kaget melihat Andre menarik adiknya dengan sedikit kasar dan melepaskan tangannya dengan wajah sangat kesal.


"Papa, Mama,!! lihatlah anak gadismu ini, berkelahi di depan sekolah dengan pria teman sekolahnya, saling menarik rambut, buat Andre malu saja. Kata Andre kesal.


Ayuni terdiam menunduk dan Papa dan Mamanya hanya bisa melongo, dengan bibir terbuka, dan tidak percaya, anak yang begitu polos dan manja bisa berkelahi dengan seseorang, bahkan lawannya seorang pria.


"Apa... !!


Ayuni berkelahi ?"


Teriak Mama, tidak percaya, anak manjanya bisa seperti itu.

__ADS_1


"Andre jangan mengada - ngada, Seharusnya kamu selidiki dulu." Kata Papa membela anak kesayangannya.


Bersambung


__ADS_2