Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 33


"Kamu pria yang sangat menyebalkan, jangan menggangguku, dasar tebal muka." hardik Adelia marah


Yang dimarahi hanya senyum - senyum bahagia.


"Kamu juga sayang. sangat menggemaskan dan bertambah cantik. aku makin mencintaimu." kata Dean memuji, dia ahli merayu, di kamus playboy dia, wanita suka di rayu dan puji.


Sebenarnya Adelia, mendengar pria tampan itu memujinya, hatinya berbunga dan rasa senang menyeruak di dadanya. Tetapi lelaki itu tidak boleh tahu. Pasti dia lelaki Playboy.


' Jangan memujiku,!! aku tidak suka di puji, minggir kamu sana." mendorong pria itu, dan berjalan kedepan.


Tiba - tiba sudah ada tangan yang merangkul pinggangnya. Adelia berbalik dan mencoba mendorong kuat pria tampan itu, yang sudah melekat seperti prangko di pinggangnya.


Mereka pun saling dorong mendorong.


Seseorang ibu yang sudah agak tua, melewati mereka, dan berdiri mematung dan menegur mereka.


"Eeh kalian, kenapa bertengkar begitu, menghalangi jalan saja." kata ibu tua itu, kesal.


Dean pun langsung memeluk dan mencium pipi Adelia dengan gemes dan mengulangi untuk kedua kalinya.


Adelia mendelik tajam, dan meremas tangan pria tampan itu dengan keras.


Kurang ajar, dia selalu mencari kesempatan untuk menciumiku. kata Adelia dalam hati.


Dean membela diri, kepada ibu tua itu.


"Maafkan kami ibu, istriku lagi marah, maklum dia lagi mengidam anak kami yang pertama. Jadi bawaannya ngambek begitu."


Adelia hanya bisa melongo dan berkata dalam hati dengan kesal.


hah.... istri.... mengidam.... dasar pria sin*ing, jadi pacar saja, saya belum menerimamu. Gerutu Adelia dalam hati.


Ibu tua itupun tersenyum. "Jaga baik - baik istrimu yang cantik itu, kalian pasangan yang sangat serasi.


Dean mengambil kesempatan, memegang wajah Adelia dan mencium keningnya. Adelia hanya bisa tersenyum dipaksakan.


"Dengar itu sayang, kata ibu itu, nanti anak kita jadi anak pemarah," mengelus perut Adelia, penuh sayang.


Adelia hanya melotot dengan bibir yang di paksakan senyum. dan setelah ibu itu berlalu.


Adelia menjewer kuping pria tampan itu. pria tampan itu pun berteriak kesakitan.


"Aduuuuuh..... Sakiiiiiit." teriak Dean, memegang tangan Adelia yang menjewer kupingnya.

__ADS_1


Sebenarnya Adelia mau tertawa, melihat tingkah konyol pria tampan itu, yang sangat lucu tingkahnya.


Berteriak seperti anak kecil yang di jewer kupingnya sama mamanya,.yang mulai menarik hatinya. Tapi Adelia sangat gengsi mengakuinya. Bisa besar kepala nanti pria ini.


Adelia melepas tangannya yang sedang menjewer pria tampan itu.


"Makanya......jangan menggangguku, dasar pria mesum."


Dean mengusap kupingnya, yang terasa panas dan perih dan menatap Adelia, dan memperlihatkan hpnya.


"Saya akan menyebarkan foto mesra kita ini, di media sosial"


"Adelia mengambil hp pria itu, dan langsung menghapus foto itu, yang mencium pipinya.


Bisa mampus aku, jika Papa melihatnya. Pasti langsung menikahkan aku, kata Adelia dalam hati.


"He he..., sekarang fotonya sudah aku hapus." Kata Adelia, tertawa senang.


Dean tersenyum mengambil hpnya, menekan sesuatu di hpnya dan memperlihatkan lagi pada Adelia.


"Ini fotonya, biar kamu hapus ribuan kali, tetap akan muncul di hpku." kata Dean dengan senyum kemenangan


"Hah...." Adelia mengucek rambutnya kesal.


"Apa mau kamu hah!! jangan menggangguku." kata Adelia sengit.


"Baiklah apa mau kamu?" kata Adelia ketus.


" Ayo, kita ke lantai atas, mencari cafe, kita bicara disana." tersenyum manis.


Adelia memasang wajah cemberut.


"Baiklah, tapi jangan berbuat macam - macam kepadaku." mengangkat satu jarinya, menunjuk tajam pria itu.


"Tidak bisa, status kita adalah pacar, jadi aku boleh mencium kamu." tersenyum nakal.


Adelia mengucek rambutnya, sebenarnya dia sudah mulai menyukai di cium pria tampan itu, karna selama ini dia tidak pernah berpacaran.


Papanya sangat otoriter padanya dan selalu menyuruh beberapa pengawal menjaganya.


Waktu sekolah banyak yang menyukainya dia adalah gadis tercantik di sekolahnya dan di kampusnya, tapi mereka selalu di hardik bahkan ada yang di pukuli, makanya Adelia tumbuh menjadi gadis yang keras kepala dan cuek.


Adelia mengikuti langkah pria tampan itu, terus berjalan dan menaiki tangga eskalator. Bahkan pria tampan itu, merangkul pinggangnya, Adelia tidak peduli lagi.


Silahkan berbuat semau kamu, tunggu, pengawal Papaku melihatmu. dan wajah ganteng kamu itu, "bonyok" Adelia berkata dalam hati, wajah cantik itu tersenyum.

__ADS_1


Melihat Adelia tersenyum, Dean sangat senang dia langsung mencium pipi Adelia. dia heran kenapa wanita galak ini, berubah jinak. Apa ada yang di rencanakan olehnya? Dean mengernyitkan keningnya.


Mereka pun berjalan masuk ke cafe, Dean menarik kursi dan mempersilahkan gadis cantik itu untuk duduk. Terus terang baru kali ini ada wanita yang membuat jantungnya berdebar.


Apa benar kata Gilang, gadis cantik ini akan menjadi pawang aku. aishhhhh.....berarti aku buaya dong. Dean segera membuat tamat khayalannya dan menggaruk kepalanya


" Apa mau kamu, jangan banyak basa - basi? kata Adelia dengan nada kesal.


Dean tersenyum. dan mengedipkan matanya.


"Sayang, kenapa tidak sabar begini, apa kita cari hotel untuk menginap malam ini." kata Dean manja.


Adelia marah, mata indahnya melotot tajam.


"Jangan macam - macam denganku, aku gadis baik - baik." kata Adelia marah.


Dean tersenyum. saya tahu kamu membohongiku. Jika kamu itu, istri orang. Tampa aku bongkar pun, kamu sudah berterus terang.


Adelia terdiam, kebohongannya terbongkar.


" Sudahlah apa mau kamu? jangan berbelit - belit." Adelia mengucek rambutnya kesal.


Dean tersenyum. Gadis cantik ini suka sekali mengucek rambutnya, dia tambah cantik dan menggemaskan. ingin sekali ku cium bibir manisnya itu.


"Perkenalkan, namaku Dean," menjulurkan tangannya.


Adelia dengan malas menjabat tangan pria menyebalkan itu.


"Adelia" melepaskan tangannya, tapi langsung di genggam dan di cium oleh Dean.


Adelia menarik paksa tangannya. Dadanya berdegup kencang saat bibir pria itu mencium tangannya.


"Sayang, saya ingin kamu berpura - pura jadi pacarku. Agar Papaku tidak menjodohkan aku dengan wanita pilihannya." kata Dean dengan tersenyum ramah.


Adelia mengernyitkan kening. ternyata pria ini memiliki nasib sepertiku, kayaknya bisa aku mamfaatkan dia.


"Baiklah. kayaknya kita memiliki nasib yang sama, kita bisa saling membantu agar tidak di jodohkan." Kata Adelia dengan senyum manisnya.


Dean melongo, dia tidak menyangka gadis yang mulai menarik hatinya ini memiliki nasib buruk seperti dirinya.


Tbc


Dukung Author dengan vote, like


dengan koment

__ADS_1


"


__ADS_2