Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 81


Cho Jae Hyun, bekerja seperti biasanya. Tak terasa waktu bergulir dengan cepatnya. Dan waktunya mereka selesai bekerja.


Cho Jae Hyun, cepat melangkah pulang. Saat ini dia tidak mau sahabatnya menggodanya terus. Dan betul saja Jeoung Hyuk. Sudah berlari mengejarnya.


" Tunggu....,"


Berlari menghampiri temannya dan merangkul bahunya.


"Mengapa aku merasa, kamu menghindari ku."


Menatap wajah sahabatnya dengan seksama mencari penyebabnya kemudian tertawa.


"Hehehe....., Aku mencium aroma jatuh cinta?."


Menepuk bahu temannya.


Cho Jae Hyun, tersenyum.


"Sudahlah, berhenti mengangguku, Kamu sudah seperti ibuku saat ini."


Mereka saling berpandangan dan tertawa. Kedua sahabat itu berjalan sambil saling merangkul bahu. Sepertinya mereka memang sahabat yang baik.


Diluar gedung kerja. Merekapun berpisah.

__ADS_1


"Ayolah teman berikan aku pelukan perpisahan"


Merengek manja.


"Sudahlah, Kadang kau bertingkah seperti Ibuku, terkadang bertingkah seperti pacarku, Adikku, bahkan Ayahku. Kamu sahabat terbaikku kawan."


Cho Jae Hyun mengomel, tetapi tetap memeluk sahabatnya dengan hangat.


Wanita di kantornya sudah lama menggosipkan mereka, dan mencurigai mereka menyukai sesama jenis. Karna mereka sama - sama belum punya kekasih, dan mereka tahu gosip itu, tapi mereka tidak ambil pusing.


Apalagi Jeoung Hyuk, selalu manja ke sahabatnya, membuat mereka semakin mempercayai gosip tentang mereka, adalah benar adanya.


Mereka berdua sangat tampan dan belum menemukan yang srek dengan hati mereka, jadi dengan gosip seperti itu, mereka tidak perlu selalu menolak wanita yang mengejar cinta mereka.


Kedua sahabat itu pun berpisah. Cho Jae Hyun, berjalan ke tempat parkiran Bus, dan menunggu Bus.


Setelah beberapa saat lamanya, Bus pun berhenti dan Cho Jae Hyun keluar dari Bus dengan penumpang lainnya.


Jarak tempat tinggalnya lumayan jauh, dia pun berjalan menyusuri lorong yang cukup panjang dan berbelok kiri dan berjalan beberapa saat dan sampailah dia di tempat kostnya. Sebuah rumah kecil yang terdapat 3 petak untuk 3 penghuninya.


Diapun masuk di kost petak yang kedua, mulai membuka kunci pintunya dan masuk kedalamnya. Sebuah ruangan kecil ukuran 4 kali 7 meter. sudah ada tempat tidur, tempat duduk usang, dapur yang memiliki sedikit perabot ala kadarnya untuk seorang bujang yang hidup sebatang kara. Walau masih memiliki Ayah. Tapi seperti tidak memilikinya. Begitu juga dengan keluarganya yang lain. Dan terdapat juga kamar mandi kecil disana.


Setelah membersihkan wajahnya dan mandi. Diapun memasak ala kadarnya. Dan membawanya ke ruang tengah ada meja kecil disana dan dua kursi usang, di sanalah dia duduk dan menikmati makanannya.


Waktu terus bergulir Siang merangkak jadi malam. Saat ini Cho Jae Hyun berbaring di kasurnya yang kecil, teramat susah dia menghilangkan ingatannya untuk tidur. Saat ini seraut wajah cantik selalu terbayang di pelupuk matanya.

__ADS_1


"Mengapa aku susah melupakan gadis itu. perasaan ini tidak bisa ku biarkan. Sepertinya dia adalah gadis yang kaya raya. Sungguh kami sangatlah tidak sepadan."


Badannya selalu di balik ke kanan dan ke kiri, dia benar - benar sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi berusaha menolaknya.


Saat ini hatinya sedang berperang.


***


Sedangkan di tempat lain, Park She Hyo. Memiliki nasib tidak jauh beda dengannya. Badannya pun berbalik kesana kemari. Wajah pria tampan itu, selalu menghiasi pelupuk matanya.


Dia bangun dari tidurnya dan duduk mengucek rambutnya.


"Mengapa aku susah sekali melupakannya.....,


Aku benar - benar telah jatuh cinta kepadanya."


Mengacak rambutnya kasar, dan menghempaskan tubuhnya ke kasurnya dan mencoba berperang melawan perasaannya saat ini.


Keduanya saat ini, sudah di mabuk cinta pada pandangan pertama. Setelah berjuang mengendalikan perasaan masing - masing, Mereka pun tertidur dengan pulas nya.


Hari demi hari mereka lalui dengan perasaan tersiksa satu sama lain. Bukannya mereka saling melupakan tapi semakin merindukan.


Sebenarnya, Park She Hyo ingin menelpon, supaya pria tampan itu datang menjenguknya tapi itu tidak mungkin dia lakukan. Ayahnya pasti mengetahui. Dan Ayahnya takkan membiarkan dirinya berpacaran dengan orang yang tidak sederajat dengan kekayaan keluarganya.


Ayahnya selalu bilang, carilah pasangan yang sesuai dengan derajat kita. Jangan sekali - kali mempermalukan nama besar keluarga kita. Walau kamu kesayanganku. Aku tidak akan membiarkanmu mempermalukan ku.

__ADS_1


Bersambung


.


__ADS_2