Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 156


Andre terbangun dan ke kamar mandi dan kembali ke ruangan kerjanya. Ternyata hari sudah malam. Diapun membangunkan istrinya dan mereka pun pulang ke rumah Ibu Andre.


Sesampai di rumah, Park She Hyo sudah menunggu di ruang tamu. Merekapun datang dan mencium kedua pipi Park She Hyo, seperti biasanya.


"Duduk dulu sayang, ada yang ibu mau bicarakan."


Mereka pun saling berpandangan dan duduk di sebelah Park She Hyo.


"Ada apa Ibu...Apa ada masalah besar Ibu, atau masalah yang menghawatirkan Ibu..."


"Sayaang...Ibu mau bercerita sedikit, tolong dengarkan ibu..dan tolong telaah dan pahami dan jangan salah faham dengan perkataan ibu, Karna ini untuk kepentingan diri kita, keluarga kita bahkan puluhan ribu karyawan yang ikut mencari makan di Perusahaan kita. Baiklah ibu hanya ingin diskusi saja sayang, tak ada niat Ibu apapun sayang..."


"Baiklah Ibu, Andre dan Ayuni akan dengarkan."


"Sayang seorang pemimpin, sekilas kelihatannya, sangat enak hidupnya bagi orang dari luar memandangnya. Padahal tanggung jawabnya sangatlah besar.


Apakah Dia seorang ketua kelas?


Apakah Dia Seorang Kepala Sekolah?


Apakah Dia seorang Rektor Kampus?


Apakah Dia Seorang Direktur ?


Bahkan Apakah Dia sebagai Kepala Negara ?


Semakin besar jabatan, semakin besar tanggung jawabnya.


Pemimpin yang baik harus memiliki Cinta Kasih pada yang di pimpinnya, agar selalu selamat dan sejahtera. Jika kita baik, sangat banyak Doa yang baik pula, yang akan kita dapatkan dari yang kita pimpin. Tapi terkadang pemimpin pun harus tegas, disiplin, dan bertanggung jawab, serta Amanah, Jika itu membahayakan perusahaan dan memang sangat besar beban yang di pundak seorang pemimpin sayang...


Sayang...Perusahaan Mama yang kamu tempati sekarang Anakku, adalah pusat dari semua cabang, kamu tahu nak, puluhan ribu karyawan yang menggantung kehidupan anak dan Istrinya, bagi seorang Suami. dan Bagi Seorang Kakak yang membiayai saudara dan orang tuanya. Jika Ibu tidak memikirkan itu, sudah lama perusahaan kakek mu sy bubarkan nak, tapi bagaimana dengan mereka, mau makan apa nak.


Jadi bersyukurlah Ibu, di cintai oleh semua karyawan Ibu, bahkan kami selalu mengadakan Doa bersama untuk Ibu, bisa bertemu denganmu nak...Bagaimana mereka mencoba bertanya dan membantu Ibu, dalam mencari mu nak...Karna ibu Mencintai karyawan Ibu, jadi wajarlah Jika Ibu sangat di cintai karyawan Ibu pula.."


Park She Hyo, menangis.


Andre memeluk Ibunya, membiarkan Ibunya menangis, sangat sakit memang seorang Ibu, mencari anaknya yang tak bisa dia temukan waktu itu, sebelum dia bertemu Ibunya.

__ADS_1


Park She Hyo, melanjutkan kata - katanya setelah kesedihannya sedikit mereda.


"Sayaang...Maafkan ibu, terlalu banyak tuntutan, tapi kasian nasib pekerja kita, jika kita bangkrut nak, apabila pemimpin tidak serius dalam memimpin perusahaan nya nak.


Apalagi Jika karyawan nya sudah meragukannya nak, itu sudah tanda kecil dari kehancuran.


Percayakan Ibu, jaga Ayuni nak, Maafkan Ibu yang egois ini..tapi kasian nasib puluhan ribu karyawan kita nak, jika terjadi sesuatu pada perusahaan kita nak, akan banyak yang akan kelaparan, bahkan akan banyak yang jangan sampai memilih jalan pintas, seperti kematian"


Park She Hyo mau melanjutkan lagi kata - katanya tapi Andre sudah duduk bersimpuh di depan Ibunya, mengambil tangan Ibunya dan menciumnya.


Andre menangis. Ayuni pun menangis dan duduk di samping suaminya, dan menunduk.


"Maafkan Andre Ibu...Andre Khilaf, Ibu benar...


Andre baru sadar, Andre begitu egois, dan tidak serius dalam mengelola perusahaan kakek. Andre hanya memikirkan diri sendiri."


"Maafkan Ibu nak, menjadi egois dan mementingkan kehidupan banyak orang dan mengorbankan kebebasan mu nak."


"Ibu tidak salah, Andre lah yang khilaf dan terlambat menyadarinya."


Park She Hyo, menarik Anaknya dan menantunya duduk di sampingnya kembali.


"Ibu trima kasih...Kami memang butuh bulan madu, tapi kami mau ke Indonesia saja dan Korea ini, Kami belum pernah keliling di kota Seoul ini."


"Baiklah nak...Apapun yang terbaik untukmu nak.."


Memeluk Andre dan mencium keningnya, kedua pipinya, begitupun sebaliknya Andre mengecup kening dan kedua pipi Ibunya.


"Baiklah nak....Biar Ibu yang mengelola perusahaan dulu...kalian harus memiliki waktu 3 bulan untuk kemana saja nak. Dan kapanpun kalian ingin waktu cuti, Ibu masih kuat untuk menggantikan mu nak, memimpin perusahaan kita."


"Iya Ibu trima kasih..."


Kata Andre, tersenyum sumringah.


Tiba - tiba Ayuni....


"Oaaakk...oaakk...'


Tiba - tiba Ayuni mual dan berlari ke arah dapur.

__ADS_1


Andre segera berlari menyusul Istrinya. Sedangkan Park She Hyo langsung menelpon Mi Young Dan Mama Andarani, mengabarkan kemungkinan Ayuni sudah hamil. Semua berteriak kegirangan.


Sedangkan di kamar mandi, Andre terus memijit leher Istrinya.


"Sayaaang.....Apa masih ingin muntah sayang, ? keluarkan saja, sayang."


Ayuni agak baikan, dan segera di gendong Suaminya ke kamar mereka. Setelah membaringkan Istrinya, diapun menemui Ibunya, dan menemukan Ibunya malah hanya menelpon dengan tertawa, Andre sangat kesal.


"Ibu...Istriku sedang sakit, cepat telpon Dokter Pribadi Ibu...!"


Melihat wajah anaknya yang kesal, Park She Hyo tersenyum sumringah.


"Sepertinya Ayuni hamil..."


Dan menekan lospeker ponselnya, dan terdengarlah suara Mama Andarani.


"Senangnya....She...Semoga kita segera menggendong cucu...."


Hati Andre yang kesal, berubah tersenyum lebar dan duduk memeluk Ibunya. Dan mulai berbicara.


"Mama....Andre sangat senang..Andre tidak sabaran lagi ingin memiliki anak Mama.."


"Iya nak...!!"


Jawab serempak, kedua Ibu dan Mama.


Andre..


Andre tersadar, telah meninggalkan istrinya.


"Ibu...cepat panggilkan dokter.."


"Iya sayang, "


Mulai mencari nomer telepon dan mulai menelpon. Sedangkan Andre sudah berlari ke kamarnya.


Melihat Istrinya tidak ada, diapun panik. Tapi mendengar suara, di kamar mandi orang sedang muntah. Andre segera masuk dan melihat istrinya sedang muntah kembali. Andre dengan sabar memijit leher dan bahu istrinya, penuh sayang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2