Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar
Cinta Yang Tertukar


__ADS_3

Part 58


Ayuni melirik Abangnya, tatapannya sudah agak mencair, tidak menampakkan amarah lagi.


Ayuni sudah berdiri, mau melangkah ke Abangnya. Tetapi Andre langsung berdiri, dan melangkah pergi sambil teriak.


"Kamu pikir, gampang apa aku memaafkan kamu Ayuni, kamu harus melakukan hal baik untukku, sebagai hukuman efek jera untuk kamu, agar tidak melakukan hal konyol seperti itu." Kata Andre ketus.


Ayuni berdiri dan terdiam dan melirik Papa dan Mamanya yang lagi mengangkat bahu mereka, seolah mendukung hukuman yang akan di berikan Abangnya.


"Kenapa berdiri seperti patung begitu, cepat ke kamar aku, kamu harus memijit punggungku sampai aku tertidur." Kata Andre dengan nada mengejek.


Ayuni menatap manja Papa dan Mamanya, minta di bela. Malah Papa dan Mamanya, mengangkat lagi bahunya hampir bersamaan, bahkan malah sekarang sudah berdiri dan melangkah meninggalkannya, yang lagi berdiri terbengong, melihat kepergian orang tuanya.


Bibi Inah hanya bisa tersenyum geli.


Ayu pun berjalan sambil menghentakkan kakinya, mengikuti Abangnya sedangkan Andre tersenyum penuh kemenangan.


"Syukurlah kali ini, Papa tidak membela kamu sayang." Kata Andre dalam hati dan tersenyum geli.


Sesampai di kamar Andre langsung membuka bajunya dan berbaring telungkup di kasurnya.


"Ambil di lemari, minyak gosok dan cepatlah pijit aku, gara - gara menarik kamu berkelahi dan mendorong teman kamu yang seperti gajah itu, sangat melelahkan." Kata Andre kesal sambil mengucek rambutnya, tapi wajahnya masih tersenyum geli, yang membelakangi Ayuni.


" Apa kamu tahu Ayuni Wardana, saya perlu kekuatan yang sangat besar mendorongnya, sampai badan aku sampai sakit semua, cepatlah kamu pijat punggungku." Berpaling melihat Adiknya yang sudah tersenyum geli.


"Malah senyum lagi cengengesan, cepat Ayu, ambil minyak gosoknya." Menatap Adiknya kesal.

__ADS_1


"Iya Tuan muda Andre Wardana, saya siap memijat tuan muda yang ganteng dan rupawan, saat ini, biar seluruh badan anda pun tampa terkecuali akan ku pijat semua." Kata Ayuni tersenyum nakal.


"Dasar Bocah mesum, takkan kubiarkan kamu menyentuhku, selain punggungku." kata Andre kesal tetapi di dalam hati Andre berdesir tidak karuan, Adiknya sungguh membuat jantungnya berdebar kencang saat ini.


Ayu tahu Abangnya sudah mulai ketakutan, Ayuni akan berbuat tidak senonoh.


"Abang Andre sangat menggemaskan" Kata Ayu dalam hati, dia terus menggoda Abangnya.


"Apa perlu, tuan muda, saya membuka baju juga untuk memijit tuan muda." Kata Ayuni tambah menggoda Abangnya.


Andre tersentak, diapun membalikkan wajahnya.


"Coba saja jika kamu berani, aku akan sekalian menelanjangi kamu, cepat kesini pijat punggungku."


Kata Andre kesal untuk mengimbangi gemuruh dadanya yang sudah saling berlomba dengan cepatnya, dadanya sungguh bergetar dengan hebatnya.


Ayuni menggerutu kesal, ancamannya tidak menakuti Abang nya, malah sekarang dirinya yang ketakutan.


Andre tersentak, gemuruh di dadanya semakin berdetak tidak karuan. Dia biasa menggendong adiknya di punggungnya, tapi saat ini dia sedang berbaring telungkup, badan inti adiknya, sangat terasa di pinggangnya, apalagi Ayuni menggosok punggungnya dengan menekan pusat intinya, di punggungnya, naik dan turun. seiring tangannya yang naik turun menggosok punggung Abangnya.


Dadanya semakin tidak karuan. Dan saat ini, Andre merasa, celana bawahnya sudah terasa pul dan sesak.


Adiknya masih memakai rok sekolahnya, dan menyingkapnya naik, walau adiknya masih memakai dalaman mini diatas lututnya, tapi sangat tipis, sangat terasa di punggungnya.


"Ayuni berhenti, kamu turun dari punggungku. Aku sudah baikan, cepat turun." Kata Andre setengah membentak.


Ayuni malah menjatuhkan badannya dan menindih abangnya, dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Abang, Punggungmu sangat putih dan halus, Ayuni sangat gemas memijatnya." Mencium punggung Abangnya dan tengkuknya.


Dada Andre terasa mau pecah, irama jantungnya mengompa sangat cepat. Ayuni terus menciumi punggung Abangnya gemas.


Sentuhan bibir Ayuni, seperti aliran listrik di badannya saat ini. Andre sangat gelisah dia cepat membalik badannya, dan adiknya terguling di sampingnya.


Ayuni terguling, tapi Ayuni dengan cepat naik kembali menindih Abangnya dari depan, saat ini mereka sudah berhadapan. Ayuni menatap wajah tampan Abangnya, dan mengelusnya.


"Abang trima kasih atas besarnya kasih sayang mu, padaku. Aku juga sangat menyayangi kamu Abang. Mengecup bibir Abangnya.


Andre tersentak mendapatkan ciuman mendadak dari adiknya, ciuman yang selalu dia rindukan.


"Ayuni apa boleh Abang mencium kamu juga, Abang merindukan mencium bibir pacar Abang." Kata Andre berbohong dan mulai terbakar gairah.


Ayuni mengangguk polos. Anggukan Ayuni membuat hati Andre sangat bahagia, dan saat ini, jantungnya berdetak sangat kencang.


Andre mengguling adiknya ke bawahnya. Saat ini, posisi Ayuni sudah di tindihnya.


Andre mulai mencium kening adiknya, dan tidak melewati setiap inci wajah adiknya, tak ada ruang yang tidak di ciumnya. Andre menciumnya dengan segenap cinta yang begitu besar untuk adiknya.


Ayuni membiarkan Abangnya menciumnya, setiap sentuhan bibir Abangnya begitu hangat dan dianggapnya kasih sayang Abangnya, untuk pacarnya. Jadi Ayuni membiarkan Abangnya sepuas mungkin menciumnya.


Andre mulai mengecup bibir Adiknya. Sekali, dua kali dan terus berulang, Ayuni sudah mulai membalas kecupan Abangnya. Andre mulai membuka bibir adiknya dengan bibirnya, Andre mulai menghisap lembut bibir Adiknya, dan Ayuni juga mulai membalasnya.


Saat ini Ayuni sudah membayangkan dirinya sedang berciuman dengan Dewa yang begitu di cintai nya.


Ciuman mereka bertambah panas, Andre dengan rakus terus menghisap dan menggigit bibir Adiknya, ciuman mereka saling memburu. sesekali mereka melepaskan untuk melonggarkan nafas. Andre semakin rakus, menjilat, menghisap dan menggigit kecil bibir Ayuni, yang terasa sangat manis di bibirnya.

__ADS_1


Lidah Andre telah menyusup masuk ke dalam rongga mulut adiknya, dan Ayuni pun menyambut tarian lidah Abangnya di dalam rongga mulutnya, memainkan lidahnya saling membelit. Mereka semakin rakus saling memakan. bahkan bertukar Saliva. Mereka saling mengejar, saling memburu, deru nafas mereka sudah tidak beraturan, saling mengejar.


Bersambung


__ADS_2